- Mike Banning, agen Secret Service, menjadi buronan utama setelah Presiden Trumbull diserang drone canggih di danau terpencil.
- Film ini menampilkan kerentanan Banning yang menderita masalah kesehatan fisik serta mental akibat tuntutan pekerjaannya bertahun-tahun.
- Banning harus bekerja sama dengan ayahnya yang terasing, Clay Banning, untuk membersihkan namanya dari tuduhan pengkhianatan negara.
Suara.com - Setelah sukses menyelamatkan Gedung Putih di Olympus Has Fallen (2013) dan menyelamatkan para pemimpin dunia di London Has Fallen (2016), Gerard Butler kembali mengenakan setelan taktisnya sebagai agen Secret Service yang tak terkalahkan, Mike Banning.
Namun, dalam instalasi ketiga dari waralaba ini, Angel Has Fallen (2019), narasi berubah drastis. Banning tidak lagi sekadar menjadi perisai bagi Presiden; ia kini menjadi buronan nomor satu di Amerika.
Disutradarai oleh Ric Roman Waugh, film ini mencoba menyuntikkan kedalaman emosional ke dalam format film aksi blockbuster yang biasanya hanya mengandalkan ledakan.
Dengan jajaran pemain kelas atas seperti Morgan Freeman dan Nick Nolte, apakah film ini berhasil menutup trilogi dengan manis? Berikut ulasan lengkapnya.
Sinopsis: Ketika Sang Pelindung Menjadi Target
![Film Angel Has Fallen yang dibintamgi Gerard Butler, Morgan Freeman, dan Nick Nolte akan tayang Rabu (3/12/2025) malam ini pukul 21.00 WIB di Trans TV. [YouTube]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/03/23707-angel-has-fallen.jpg)
Cerita dimulai dengan memperlihatkan sisi lain dari Mike Banning (Gerard Butler) yang jarang terekspos.
Bertahun-tahun menjadi ujung tombak pengamanan presiden telah merusak tubuhnya.
Ia menderita migrain kronis, insomnia, dan ketergantungan pada obat pereda nyeri, sembari menyembunyikan kondisinya dari istrinya, Leah (Piper Perabo), dan Presiden Allan Trumbull (Morgan Freeman).
Konflik memuncak ketika Banning menemani Presiden Trumbull dalam perjalanan memancing di sebuah danau terpencil.
Tiba-tiba, serangan drone canggih memusnahkan seluruh tim pengamanan presiden. Hanya Banning dan Trumbull yang selamat, meskipun Presiden jatuh koma.
Ketika Banning sadar di rumah sakit, ia mendapati dirinya diborgol.
![Film Angel Has Fallen yang dibintamgi Gerard Butler, Morgan Freeman, dan Nick Nolte akan tayang Rabu (3/12/2025) malam ini pukul 21.00 WIB di Trans TV. [YouTube]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/03/13804-film-angel-has-fallen.jpg)
Bukti-bukti forensik, termasuk jejak DNA dan rekening bank rahasia, mengarah padanya sebagai dalang di balik upaya pembunuhan tersebut.
Dituduh mengkhianati negara yang ia lindungi, Banning melarikan diri dari tahanan FBI.
Dalam pelariannya untuk membersihkan namanya dan mengungkap konspirasi yang melibatkan kontraktor militer swasta, Banning terpaksa mencari bantuan.
Sosok tersebut adalah satu-satunya orang yang ia hindari seumur hidupnya: ayahnya yang terasing, Clay Banning (Nick Nolte), seorang veteran Perang Vietnam yang hidup menyendiri di hutan.
Berbeda dengan dua film sebelumnya di mana Banning digambarkan nyaris seperti superhero yang kebal peluru, Angel Has Fallen memberikan sentuhan kerentanan (vulnerability).
Keputusan untuk menunjukkan Banning yang berjuang melawan trauma fisik dan mental memberikan bobot lebih pada karakternya.
Kita tidak hanya melihat aksi tembak-menembak, tetapi juga perjuangan seorang pria yang tubuhnya mulai menyerah pada tuntutan pekerjaannya.
Sorotan utama film ini, dan yang menyelamatkannya dari sekadar menjadi film aksi generik, adalah kehadiran Nick Nolte.
Penampilannya dipuji sebagai Clay Banning yang memberikan elemen komedi sekaligus emosi yang tulus.
Chemistry antara Butler dan Nolte sangat kuat. Adegan di mana mereka berdua menghadapi musuh di hutan memberikan nuansa nostalgia film aksi 80-an namun dengan hati.
Nolte berhasil mencuri perhatian di setiap adegan, memberikan keseimbangan antara humor kakek tua yang paranoid dengan kesedihan seorang ayah yang meninggalkan keluarganya.
Sutradara Ric Roman Waugh, yang merupakan mantan stuntman, membawa pendekatan aksi yang lebih praktis dan grounded.
Meskipun CGI pada adegan serangan drone di awal film terasa sedikit berlebihan, sisa aksi dalam film ini terasa lebih "kasar" dan nyata dibandingkan London Has Fallen.
Pertarungan tangan kosong dan baku tembak dirancang dengan intensitas tinggi, mengingatkan penonton pada gaya film The Fugitive.
Jika ada kelemahan, itu terletak pada naskahnya. Bagi penggemar film thriller politik, plot "pahlawan yang difitnah" adalah formula klasik yang mudah ditebak.
Identitas penjahat utama mungkin sudah bisa diterka oleh penonton yang jeli sejak babak pertama. Namun, eksekusi yang solid membuat perjalanan menuju konklusi tetap dinikmati.
Angel Has Fallen mungkin tidak menawarkan orisinalitas dalam hal plot, namun film ini berhasil memperbaiki kesalahan pendahulunya dengan memberikan fokus lebih pada pengembangan karakter.
Ini adalah film aksi "popcorn" yang menghibur, didukung oleh penampilan karismatik dari para aktor veteran.
Angel Has Fallen bisa Anda saksikan pada Rabu (3/12/2025) malam ini pukul 21.00 WIB di Trans TV.