Tahi Lalat Tanda Risiko Kanker Payudara?

Ririn Indriani

Kamis, 12 Juni 2014 | 14:42 WIB
Tahi Lalat Tanda Risiko Kanker Payudara?
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan kulit. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi terkini menunjukkan bahwa perempuan yang memiliki tahi lalat lebih mungkin untuk mengembangkan kanker payudara.

Kesimpulan ini didapat setelah Jiali Han dan koleganya dari Universitas Indiana dan Universitas Harvard di Amerika Serikat (AS), serta Marina Kvaskoff dan koleganya dari INSERM di Prancis melakukan penelitian yang memperlihatkan, bahwa perempuan yang memiliki tahi lalat lebih banyak lebih mungkin menderita kanker payudara.

Temuan tersebut, seperti dilansir dari Zeenews, didapat setelah para peneliti mengamati data dari dua kelompok studi yakni Nurses' Health Study di Amerika Serikat dan E3N Teachers' Study di Prancis.

Studi di AS melibatkan 74.523 orang perawat dalam penelitian selama 24 tahun, sementara studi di Prancis melibatkan 89.902 perempuan yang diikuti selama 18 tahun.

Dalam studi di AS, Han dan koleganya meminta peserta melaporkan jumlah tahi lalat berukuran lebih dari 3 milimeter di lengan kiri pada penilaian awal.

Menurut pengamatan mereka, perempuan dengan 15 atau lebih tahi lalat berpeluang lebih dari 35 persen didiagnosis menderita kanker payudara dibandingkan perempuan yang tidak memiliki tahi lalat.

Hasil itu sesuai dengan risiko absolut menderita kanker 8,48 persen pada perempuan dengan tahi lalat dan 11,4 persen pada perempuan yang memiliki lebih dari 15 tahi lalat.

Dalam penelitian tersebut, mereka juga mengamati perempuan pascamenopause dengan enam atau lebih tahi lalat memiliki kadar estrogen dan testosteron lebih tinggi dalam darah ketimbang mereka yang tanpa tahi lalat. Dan bahwa hubungan antara tahi lalat dan risiko kanker payudara hilang setelah ada penyesuaian dan kadar hormon.

Sementara dalam studi di Prancis, Kvaskoff dan koleganya meminta peserta studi melaporkan apakah mereka memiliki sedikit, banyak, sangat banyak atau sama sekali tidak punya tahi lalat.

Menurut pengamatan mereka, perempuan yang memiliki tahi lalat "sangat banyak" berisiko 13 persen lebih tinggi memiliki kanker payudara dibandingkan mereka yang tidak punya.

Namun hubungan itu tidak lagi signifikan setelah ada penyesuaian pada faktor-faktor risiko kanker payudara seperti kanker jinak atau sejarah kanker dalam keluarga, yang juga berhubungan dengan jumlah tahi lalat.

Kedua studi itu tidak menunjukkan bahwa tahi lalat menyebabkan kanker payudara, tetapi meningkatkan kemungkinan bahwa tahi lalat dipengaruhi oleh hormon reproduksi, yang mungkin terlibat dalam perkembangan kanker payudara.

Temuan itu menunjukkan bahwa jumlah tahi lalat dapat digunakan sebagai penanda risiko kanker payudara. Namun belum jelas apa atau bagaimana informasi ini akan meningkatkan estimasi risiko berdasarkan faktor risiko yang telah diketahui.

Selain itu, seperti dilansir dari PLOS Medicine, ada beberapa kelemahan dalam penelitian tersebut. Salah satunya adalah soal keakuratan akibat keterbatasan data jumlah tahi lalat yang dilaporkan peserta dan peserta studi itu kebanyakan berkulit putih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Andien Temukan Benjolan di Payudara saat Remaja, Pengalaman Ini Bikin Pola Makannya Berubah

Andien Temukan Benjolan di Payudara saat Remaja, Pengalaman Ini Bikin Pola Makannya Berubah

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:18 WIB

20 Ribu Perempuan Alami Kelainan Payudara, Hanya 6.000 Berobat: Deteksi Dini Penting!

20 Ribu Perempuan Alami Kelainan Payudara, Hanya 6.000 Berobat: Deteksi Dini Penting!

Health | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Dosa Baru Israel, Wanita Palestina Pengidap Kanker Payudara Bertaruh Nyawa Gara-gara Ini

Dosa Baru Israel, Wanita Palestina Pengidap Kanker Payudara Bertaruh Nyawa Gara-gara Ini

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:06 WIB

Kanker Payudara dan Serviks Bisa Diam-Diam Berkembang, Jangan Tunggu Sampai Muncul Gejala!

Kanker Payudara dan Serviks Bisa Diam-Diam Berkembang, Jangan Tunggu Sampai Muncul Gejala!

Health | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:15 WIB

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Health | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:01 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Menkes Budi: Cowok Perokok Red Flag, Perempuan Bakal Tanggung Risiko Kanker

Menkes Budi: Cowok Perokok Red Flag, Perempuan Bakal Tanggung Risiko Kanker

News | Rabu, 14 Januari 2026 | 08:11 WIB

Inovasi Terapi Kanker Kian Maju, Deteksi Dini dan Pengobatan Personal Jadi Kunci

Inovasi Terapi Kanker Kian Maju, Deteksi Dini dan Pengobatan Personal Jadi Kunci

Health | Selasa, 16 Desember 2025 | 14:28 WIB

Kisah Pasien Kanker Payudara Menyebar ke Tulang, Pilih Berobat Alternatif Dibanding Kemoterapi

Kisah Pasien Kanker Payudara Menyebar ke Tulang, Pilih Berobat Alternatif Dibanding Kemoterapi

Health | Senin, 10 November 2025 | 11:42 WIB

Mitos atau Fakta: Biopsi Bisa Bikin Kanker Payudara Menyebar? Ini Kata Ahli

Mitos atau Fakta: Biopsi Bisa Bikin Kanker Payudara Menyebar? Ini Kata Ahli

Health | Minggu, 02 November 2025 | 08:25 WIB

Terkini

Belantara Way Kambas Membara: 350 Personel Terjang Sungai dan Hutan Lebat Jinakkan Titik Api

Belantara Way Kambas Membara: 350 Personel Terjang Sungai dan Hutan Lebat Jinakkan Titik Api

Lampung | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 08:42 WIB

Eks Kadis Kominfo Sulut Steven Liow Ditahan Polisi Terkait Korupsi Dana Publikasi Media

Eks Kadis Kominfo Sulut Steven Liow Ditahan Polisi Terkait Korupsi Dana Publikasi Media

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 08:40 WIB

Inflasi Jepang Tembus Target, Sinyal Kenaikan Suku Bunga BOJ Makin Kuat

Inflasi Jepang Tembus Target, Sinyal Kenaikan Suku Bunga BOJ Makin Kuat

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Semarang Diprakirakan Cerah Berawan, Hujan Berpotensi Turun Sore Nanti

Semarang Diprakirakan Cerah Berawan, Hujan Berpotensi Turun Sore Nanti

Jawa Tengah | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Bank Mandiri Bagikan Dividen Rp50,63 Triliun, Buyback Saham Jadi Strategi Jangka Panjang

Bank Mandiri Bagikan Dividen Rp50,63 Triliun, Buyback Saham Jadi Strategi Jangka Panjang

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Trump Aktifkan UU Perang Dingin, Harga Minyak Dunia Terkoreksi Tipis

Trump Aktifkan UU Perang Dingin, Harga Minyak Dunia Terkoreksi Tipis

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 08:23 WIB

Dipanggil Polisi! Sutradara Dandhy Dwi Laksono Bakal Diperiksa Terkait Film Pesta Babi

Dipanggil Polisi! Sutradara Dandhy Dwi Laksono Bakal Diperiksa Terkait Film Pesta Babi

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 08:23 WIB

Teknikal IHSG Hari Ini: Uji Resistance 5.450 di Tengah Aksi Jual Asing dan Isu MSCI

Teknikal IHSG Hari Ini: Uji Resistance 5.450 di Tengah Aksi Jual Asing dan Isu MSCI

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 08:20 WIB

Tri Gelar Undian 2.026 Hadiah, Pelanggan Bisa Tentukan Hadiah Incaran

Tri Gelar Undian 2.026 Hadiah, Pelanggan Bisa Tentukan Hadiah Incaran

Tekno | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 08:18 WIB

Buku Transformasi Kamar Kedua Parlemen Indonesia, Lalu Niqman Zahir Dorong Penguatan Demokrasi

Buku Transformasi Kamar Kedua Parlemen Indonesia, Lalu Niqman Zahir Dorong Penguatan Demokrasi

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 08:09 WIB

×