Array

Jangan Memanaskan Masakan Berulang Kali

Ririn Indriani Suara.Com
Selasa, 15 Juli 2014 | 14:43 WIB
Jangan Memanaskan Masakan Berulang Kali
Ilustrasi memasak. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Pakar Gizi Universitas Indonesia Dr dr Inge Permadi MS SpGK mengatakan makanan saat Idul Fitri yang cenderung berlimpah dan biasanya terus menerus dipanasi kurang sehat.

"Karena itu, lebih baik memasak makanan untuk Lebaran secukupnya saja. Hindari makanan yang terus menerus dipanasi," kata Inge Permadi dihubungi di Jakarta, Selasa.

Menurut Inge, perlu ada kesadaran bahwa makanan yang dimasak saat Idul Fitri juga bisa dimakan pada saat yang lain. Karena itu, lebih baik masak secukupnya dan bila habis memasak menu lainnya.

"Mungkin ada yang berpikir akan repot karena asisten rumah tangga pulang kampung. Tapi momentum seperti itu justru bisa meningkatkan kebersamaan keluarga dengan memasak bersama-sama saat libur Lebaran," tuturnya.

Inge mengatakan makanan yang terus menerus dipanasi memang cenderung lebih enak dan gurih karena bumbunya akan semakin meresap. Namun, makanan yang dipanasi berulang kali akan kehilangan kadar vitamin dan gizinya.

"Apalagi, makanan untuk Lebaran biasanya banyak mengandung lemak dan minyak. Lemak dan minyak yang dipanasi berulang-ulang juga tidak sehat, sama dengan minyak goreng yang digunakan berulang kali sampai rusak," paparnya.

Tak kalah penting, untuk mengimbangi makanan saat Idul Fitri yang cenderung berlemak dan berkalori tinggi, perlu konsumsi sayuran dan buah-buahan segar.

"Hindari makan sayuran beku atau buah kalengan. Buah kalengan diawetkan dengan gula sehingga kadar kalorinya tinggi. Lebih baik makan buah segar dan diimbangi juga dengan aktivitas seperti olahraga ringan," tuturnya.

Menurut Inge, pada saat puasa juga banyak yang justru menjadi lebih gemuk dan berat badannya bertambah. Hal itu karena pola makan yang tidak diatur setelah berbuka.

"Karena siang harinya puasa, banyak yang berpikir setelah berbuka harus banyak makanan manis. Makanan yang berkalori tinggi adalah makanan mengandung gula dan lemak," ujarnya.

Apalagi, setelah makan cukup banyak di malam hari, orang cenderung tidak banyak beraktivitas sehingga tidak ada kalori yang terbakar. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI