Tiga Hal Ini Bisa Memicu Nyeri Lutut

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Minggu, 08 Mei 2016 | 15:08 WIB
Tiga Hal Ini Bisa Memicu Nyeri Lutut
Ilustrasi nyeri sendi. [Shutterstock/Dirima]

Suara.com - Nyeri lutut seringkali dikaitkan dengan keluhan yang biasa diderita para lanjut usia (lansia). Padahal faktanya, nyeri lutut dapat menyerang siapapun, mulai anak-anak hingga lansia.

Meski dapat sembuh dengan sendirinya, pakar nyeri dari Klinik Nyeri dan Tulang Belakang Jakarta, dr Ade Sri Wahyuni, SpRM, mengatakan banyak kasus nyeri lutut yang menetap karena tak segera ditangani. Kondisi ini tentu saja dapat mempengaruhi kualitas hidup penderitanya.

Oleh karena itu Anda harus memahami sederet faktor yang dapat memicu kondisi nyeri lutut. Seperti disampaikan Ade, berikut tiga hal yang dapat memicu kondisi nyeri lutut.

1. Kelebihan berat badan
Obesitas atau berat badan berlebih dapat memicu stres pada sendi lutut. Hal ini terjadi bahkan saat pemilih tubuh obesitas melakukan aktivitas sederhana seperti jalan kaki, atau naik dan turun tangga.
Dari beberapa literatur medis dikatakan bahwa obesitas akan mempercepat terjadinya osteoarthritis, karena kerusakan cartilage atau bantalan sendi terjadi lebih cepat.

"Oleh karena itu, orang gemuk jangan disuruh olahraga lari karena justru membahayakan lututnya. Tapi jangan juga karena gemuk tidak mau beraktivitas, justru hal ini bisa membuat tulangnya menjadi lemah," ujar Ade di Jakarta, belum lama ini.

2. Berkurangnya kekuatan otot
Kekuatan otot ternyata berperan penting dalam terjadinya cedera lutut. Otot-otot yang lemah di sekitar sendi tidak mampu menopang beban sendi, karena tidak memiliki kemampuan dalam menyerap beban tubuh yang selanjutnya mengakibatkan stres pada persendian termasuk sendi lutut.

"Cara untuk mengatasinya adalah melakukan penguatan otot, jadi dengan latihan-latihan fisik yang membantu otot lebih mampu dalam menopang beban sendi. Bisa dengan olahraga berenang, berjalan kaki biasa, hingga bersepeda statis," imbuhnya.

3. Riwayat cedera lutut
Seseorang yang pernah mengalami cedera lutut akan memperbesar risiko cedera kembali terulang. Oleh karena itu, Ade berpesan orang yang pernah mengalami cedera lebih berhati-hati.

"Berbagai terapi dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri lutut, mulai dari penanganan tanpa obat dengan teknik RICE pada fase akut, dengan obat melalui suntikan pereda nyeri, tanpa operasi, hingga melalui operasi, tergantung dengan kondisi nyeri yang diderita pasien," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Studi: Anggur Bisa Redakan Nyeri Lutut

Studi: Anggur Bisa Redakan Nyeri Lutut

Health | Selasa, 13 Mei 2014 | 09:00 WIB

Terkini

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Health | Minggu, 26 April 2026 | 19:17 WIB

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 12:21 WIB

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 11:28 WIB

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 17:38 WIB

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Health | Kamis, 23 April 2026 | 18:14 WIB

Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami

Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami

Health | Kamis, 23 April 2026 | 16:09 WIB

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Health | Rabu, 22 April 2026 | 09:00 WIB