Ketahanan Otot Perempuan Ternyata Dua Kali Lebih Kuat dari Lelaki

Ririn Indriani | Suara.com

Kamis, 01 Juni 2017 | 08:01 WIB
Ketahanan Otot Perempuan Ternyata Dua Kali Lebih Kuat dari Lelaki
Ilustrasi pasangan sedang olahraga, latihan fisik. (Shutterstock)

Suara.com - Ketika mendengar kata “atletis”, sosok seperti apa yang muncul dalam bayangan Anda? Kebanyakan pasti membayangkan sosok laki-laki gagah dan berotot.

Sejak zaman prasejarah, laki-laki dianggap sebagai sosok yang lebih kuat dan berotot daripada perempuan pada umumnya. Namun, penelitian di zaman modern menawarkan sudut pandang yang berbeda soal ketahanan otot perempuan dan lelaki.

Jadi, otot siapa yang ketahanannya lebih kuat, perempuan atau lelaki? Simak ulasannya dari hellosehat.com.

Ketahanan otot adalah kemampuan otot untuk berkontraksi dalam periode waktu yang cukup lama. Misalnya ketika Anda melakukan latihan plank.

Anda harus menahan seluruh beban tubuh Anda menggunakan otot-otot lengan dan perut dalam waktu yang cukup lama. Semakin kuat ketahanan otot Anda, semakin lama pula Anda bisa menahan posisi tersebut.  

Sejumlah penelitian membuktikan laki-laki memang memiliki massa otot yang lebih besar dari perempuan. Akan tetapi, massa otot besar tidak menjamin otot Anda punya ketahanan yang kuat.

Sebuah penelitian yang dilaksanakan oleh tim ahli dari University of Colorado menunjukkan bahwa perempuan ternyata memiliki ketahanan hingga dua kali lipat lebih besar daripada lelaki. Penelitian lain dalam The Indian Journal of Medical Research juga mengungkapkan hal yang serupa, bahwa perempuan ototnya lebih mampu menahan tekanan dibanding lelaki.

Dalam berbagai studi tersebut, para pakar kesehatan dan olahraga menemukan bahwa ketika berolahraga, otot yang kuat dan besar justru memiliki ketahanan yang lebih rendah. Lelaki yang ototnya besar dan kuat biasanya tak sanggup menahan beban berat dalam waktu yang lama.

Padahal lelaki mampu menahan beban yang sangat berat. Sedangkan perempuan yang tergabung dalam penelitian pada umumnya tak mampu menahan beban yang terlalu berat.
Akan tetapi, para perempuan tersebut sangup menahan beban dalam waktu yang sangat lama.

Selain karena perbedaan massa otot, ada beberapa faktor lain yang memengaruhi ketahanan otot lelaki dan perempuan. Berikut adalah berbagai faktornya.

1. Perbedaan kadar hormon
Perempuan memiliki kadar hormon estrogen yang lebih tinggi daripada lelaki. Estrogen berperan penting dalam menjaga otot-otot tubuh. Dengan begitu, otot jadi lebih tahan terhadap tekanan dan kontraksi dalam waktu lebih lama.

Sedangkan lelaki memiliki kadar hormon testosteron lebih tinggi daripada perempuan. Hormon inilah yang bertanggung jawab untuk membangun massa dan kekuatan otot pada lelaki dan perempuan.

Namun, karena hormon testosteron yang tinggi, lelaki jadi cenderung berolahraga dengan latihan yang lebih keras dan beban yang lebih berat. Karena itu, otot-otot lelaki jadi mudah lelah dan tidak bisa menahan kontraksi terlalu lama.

2. Beda jenis latihan
Baik perempuan maupun lelaki sama-sama kerap menjalani latihan ketahanan fisik. Namun, laki-laki umumnya memilih olahraga dengan intensitas yang berat, tapi waktunya lebih singkat. Ini karena banyak laki-laki ingin membentuk otot dengan cepat.

Sementara itu, kebanyakan perempuan mungkin berolahraga dengan tujuan menurunkan berat badan. Maka, mereka cenderung memilih olahraga dengan intensitas sedang namun waktunya lebih lama. Karena perbedaan jenis latihan ini, perempuan pun jadi lebih terbiasa menahan kontraksi otot tubuh lebih lama dari lelaki.

3. Aliran darah perempuan lebih deras
Sebuah penelitian oleh tim yang dipimpin pakar ilmu olahraga Sandra K. Hunter dalam Journal of Applied Physiology mengungkapkan bahwa perempuan memiliki aliran darah yang lebih deras menuju otot dibanding lelaki.

Hal ini membuat otot-otot perempuan jadi lebih tahan tekanan dan kontraksi. Namun, para ahli menyatakan bahwa penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk mendukung hasil temuan ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Mengapa Tulang Terasa Ngilu Saat Udara Dingin

Ini Mengapa Tulang Terasa Ngilu Saat Udara Dingin

Health | Senin, 22 Mei 2017 | 15:19 WIB

Otot Nyeri Saat Beraktivitas, Perawatan Ini Bisa Jadi Pilihan

Otot Nyeri Saat Beraktivitas, Perawatan Ini Bisa Jadi Pilihan

Health | Minggu, 21 Mei 2017 | 15:03 WIB

Nyeri Pinggang Tak Kunjung Membaik, Waspadai Saraf Kejepit

Nyeri Pinggang Tak Kunjung Membaik, Waspadai Saraf Kejepit

Health | Sabtu, 11 Maret 2017 | 07:06 WIB

Terkini

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:56 WIB

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:13 WIB

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:47 WIB

Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga

Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:25 WIB

Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah

Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 14:46 WIB

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:00 WIB

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:13 WIB

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:01 WIB

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:53 WIB

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52 WIB