Penyebab Utama Difteri Kembali Mewabah di Indonesia

Chaerunnisa, Firsta Nodia

Rabu, 06 Desember 2017 | 16:18 WIB
Penyebab Utama Difteri Kembali Mewabah di Indonesia
Ilustrasi penyakit difteri. (Shutterstock)

Suara.com - Difteri merupakan penyakit infeksi yang disebabkan kuman Corynebacterium diphtheriae. Kasus infeksi ini mudah menular dan berbahaya, karena dapat menyebabkan kematian.

Meski sudah ada vaksin DPT untuk mencegah terjadinya difteri, 95 kabupaten/kota di Indonesia dilaporkan terjadi kejadian luar biasa (KLB) difteri.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan Muhammad Subuh, mengungkapkan penyebab utama mewabahnya difteri di Indonesia diduga karena aksi penolakan imunisasi dari masyarakat. Berdasarkan laporan yang diterimanya, 66 persen kasus difteri disebabkan karena tidak diimunisasi.

"Sekitar 31 persen karena imunisasi tidak lengkap, dan hanya tiga persen imunisasi lengkap," ujar Subuh dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (6/12/2017).

Sebagai langkah untuk mengatasi kejadian luar biasa (KLB) Difteri ini, Subuh mengatakan, pihaknya akan menggelar outbreak response immunization (ORI) yakni imunisasi tahap awal yang digelar serentak di 12 kabupaten/kota pada Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten. Dia berharap, tidak ada lagi penolakan terhadap imunisasi untuk menurunkan risiko penularan difteri yang mematikan ini.

"Sebenarnya kalau cakupan imunisasi minimal 95 persen dari penduduk yang ada, penyakit difteri ini bisa dihilangkan karena sudah terjadi kekebalan kelompok sehingga bakteri tidak bisa menginfeksi orang lain. Kalau di bawah itu (95 persen) tidak akan terwujud," imbuh dia.

Subuh pun meluruskan definisi kejadian luar biasa yang mungkin belum diketahui masyarakat. Suatu daerah disebut mengalami KLB, kata dia, jika ditemukan kasus baru di mana sebelumnya tidak ada kasus penyakit tertentu di daerah tersebut.

"Selain itu ada peningkatan dua kali lipat dalam periode sebelumnya atau ada peningkatan kematian. Jadi ketika sebelumnya suatu daerah tidak pernah ada kasus difteri dan tiba-tiba dilaporkan satu kasus, itu sudah digolongkan kejadian luar biasa," tutup Subuh.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cegah Difteri Meluas, Kemenkes Gelar Imunisasi Serentak

Cegah Difteri Meluas, Kemenkes Gelar Imunisasi Serentak

Health | Rabu, 06 Desember 2017 | 15:09 WIB

Awas! Difteri Bisa Ancam Nyawa Jika Tidak Segera Ditangani

Awas! Difteri Bisa Ancam Nyawa Jika Tidak Segera Ditangani

Health | Selasa, 05 Desember 2017 | 10:59 WIB

IDAI: KLB Difteri Tanda Imunisasi Nasional Tak Mencapai Target

IDAI: KLB Difteri Tanda Imunisasi Nasional Tak Mencapai Target

Health | Sabtu, 02 Desember 2017 | 15:14 WIB

Terkini

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

×