Sayang, Disabilitas di Indonesia Masih Temui Banyak Tantangan

Dythia Novianty, Risna Halidi

Jum'at, 15 Desember 2017 | 11:23 WIB
Sayang, Disabilitas di Indonesia Masih Temui Banyak Tantangan
Bincang-bincang tentang inklusi difabel di Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Kamis, (14/12/2017). [Suara.com/Risna Halidi]

Suara.com - Sebuah kajian dari Universitas Monash di Australia menunjukkan, setidaknya ada 10 juta orang Indonesia hidup dengan kondisi disabilitas. Terlepas dari perkembangan nyata yang terlihat di berbagai bidang, orang dengan disabilitas masih menghadapi banyak tantangan dalam kehidupan sosial.

Hal tersebut terungkap dalam acara bincang-bincang tentang inklusi difabel di Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Kamis, (14/12/2017).

Hadir pada acara tersebut sebagai pembicara Mohammad Ismail, seorang pengembang layanan aplikasi bahasa isyarat interaktif bernama Signteraktif, kapten Rugbi Kursi Roda Indonesia, Ni Made Ratni dan aktivis hak disabilitas dari Pusat Studi dan Pelayanan Disabilitas di Universitas Brawijaya Malang, Slamet Tohari.

Mohammad Ismail bercerita bagaimana dirinya yang terlahir tuli sempat kesusahan bila harus mengurus keperluan standar bahkan yang berkaitan dengan urusan-urusan pemerintahan.

"Saya pernah datang untuk mengurus e-KTP. Petugas memanggil normor saya. Saya tak bisa mendengar maka Saya menunggu. Padahal, nama Saya sudah dipanggil. Saya kemudian nanya apakah nomor Saya sudah dipanggil. Ternyata teman-teman tuli lain memiliki masalah yang sama bukan hanya e-KTP tapi juga di bank misalnya," kata Ismail sambil dibantu oleh juru bahasa isyarat.

Karena alasan tersebut, Ismail yang tidak memiliki latar belakang ilmu teknologi, mencari cara mengembangkan aplikasi yang dapat membantu teman-teman tuli lewat layar ponselnya.

Ismail kemudian memgirimkan ide besar tersebut pada sebuah kompetisi dan mendapatkan enam orang ikut membangun prototype aplikasi yang sekarang dikenal sebagai Signteraktif.

Sayangnya, Ismail masih melihat tantangan besar.

"Saya melihat disabel tuli di beberapa daerah contohnya di Jawa, Bali, Sumetera, Kalimantan, memiliki bahasa isyarat yang berbeda-beda. Itu adalah tantangan yang berat. Jadi kedepannya butuh manajemen untuk bahasa isyarat," tambahnya.

baca juga

Selain itu, Ismail juga menilai bila penyebaran jumlah juru bicara bahasa isyarat masih sedikit dan hanya terbatas di pulau Jawa saja.

"Itu adalah tantangan terbesar bagi Saya supaya Signteraktif berkembang dengan cepat dan teman-teman tuli memiliki wadah juru bahasa," katanya.

Lain Ismail, lain lagi Slamet Tohari. Tohari yang memiliki kelainan pada bagian kaki menilai bila kesempatan sekolah yang laik bagi orang dengan disabilitas masih sangat minim.

Belum lagi, katanya, ada kesan bahwa penyandang disabilitas di Indonesia masih dipandang sebagai penduduk kelas dua dan tidak diberikan kesempatan yang sama.

"Belum ada diakusi tengang penyandang disabilitas. Minim juga penyandang disibalitas yang menyentuh pendidikan tinggi," ungkapnya.

bincang-bincang tentang inklusi difabel di Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Kamis, (14/12/2017). [Suara.com/Risna Halidi]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Etihad Airways Bersikap Diskriminatif pada Penumpang Disabilitas

Etihad Airways Bersikap Diskriminatif pada Penumpang Disabilitas

News | Kamis, 07 Desember 2017 | 22:13 WIB

Cerita Diskriminasi Bagi Penyandang Disabilitas Saat Naik Pesawat

Cerita Diskriminasi Bagi Penyandang Disabilitas Saat Naik Pesawat

News | Kamis, 07 Desember 2017 | 19:01 WIB

Semoga Dwi Ariyani yang Terakhir Didiskriminasikan Crew Pesawat

Semoga Dwi Ariyani yang Terakhir Didiskriminasikan Crew Pesawat

News | Kamis, 07 Desember 2017 | 18:44 WIB

Kemenkop-IBM Latih Kewirausahaan Penyandang Disabilitas

Kemenkop-IBM Latih Kewirausahaan Penyandang Disabilitas

Press Release | Minggu, 22 Oktober 2017 | 13:29 WIB

Kemenaker Dorong Peningkatan Akses Kerja Penyandang Disabilitas

Kemenaker Dorong Peningkatan Akses Kerja Penyandang Disabilitas

News | Kamis, 19 Oktober 2017 | 18:58 WIB

Kemnaker Luncurkan Layanan Ketenagakerjaan Inklusif

Kemnaker Luncurkan Layanan Ketenagakerjaan Inklusif

News | Kamis, 19 Oktober 2017 | 08:48 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×