Jangan Beri Daging Mentah ke Anjing Peliharaan, Ini Alasannya

Dythia Novianty, Firsta Nodia

Sabtu, 13 Januari 2018 | 13:07 WIB
Jangan Beri Daging Mentah ke Anjing Peliharaan, Ini Alasannya
Ilustrasi kedekatan manusia dengan anjing. (Shutterstock)

Suara.com - Bagi Anda pemilik hewan peliharaan, sebaiknya pertimbangkan lagi untuk memberi santapan daging mentah pada anjing atau kucing Anda. Pasalnya, baru-baru ini para ahli memperingatkan pemilik hewan peliharaan untuk menyadari risiko yang terkait dengan menu santapan daging mentah.

Anjuran tersebut muncul setelah para peneliti mengatakan bahwa daging mentah bisa terkontaminasi bakteri dan parasit berbahaya. Sehingga dikhawatirkan dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi hewan dan manusia yang memeliharanya.

Tren memberi pakan kucing atau anjing dengan ikan dan daging mentah, belakangan semakin jamak dilakukan beberapa tahun terakhir. Alasannya, pemilik hewan peliharaan menganggapnya lebih alami karena tidak terkontaminasi zat kimia.

Namun, para peneliti menegaskan bahwa makanan mentah ini bisa membuat hewan peliharaan dan pemiliknya berisiko terkena penyakit serius seperti E.coli.

Studi yang dilakukan oleh Universitas Utrecht, yang dipublikasikan dalam jurnal Veterinary Record, menganalisis 35 makanan beku dari delapan merek berbeda, yang banyak tersedia di Belanda.

Peneliti menemukan adanya kandungan bakteri E. Coli pada delapan produk (23 persen), bakteri Listeria pada 15 produk (43 persen) dan spesies Salmonella dalam tujuh produk (20 persen). Infeksi E.coli dan Salmonella pada manusia sendiri telah dikaitkan dengan penyakit serius.

Selain itu, empat produk (11 persen) dilaporkan mengandung parasit Sarcocystis cruzi dan empat produk lainnya mengandung Sarcocystis tenella. Sementara itu, dalam dua produk (6 persen) pakan hewan peliharaan ditemukan Toxoplasma gondii.

Dengan temuan ini peneliti menegaskan bahwa bakteri dan parasit yang ditemukan dalam makanan mentah bisa menjadi sumber infeksi untuk hewan peliharaan dan dapat pula menimbulkan risiko bagi manusia.

"Kucing dan anjing yang mengonsumsi daging mentah juga lebih mungkin terinfeksi bakteri yang resisten terhadap antibiotik, yang pada gilirannya dapat menimbulkan risiko serius bagi kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat," kata Paul Overgaauw, peneliti di Universitas Utrecht. [Nypost]

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Keren, Anjing Ini Bawa Pulang Makanannya Sendiri dari Toko Hewan

Keren, Anjing Ini Bawa Pulang Makanannya Sendiri dari Toko Hewan

Lifestyle | Senin, 04 Desember 2017 | 20:00 WIB

Berbahayakah Tidur dengan Hewan Peliharaan?

Berbahayakah Tidur dengan Hewan Peliharaan?

Health | Selasa, 28 November 2017 | 10:39 WIB

Jangan Beri Makan Kucing Nasi Jika Tak Mau Begini

Jangan Beri Makan Kucing Nasi Jika Tak Mau Begini

Health | Sabtu, 25 November 2017 | 11:49 WIB

Wow, Lelaki Ini Habiskan Rp7 Juta untuk 30 Kucingnya

Wow, Lelaki Ini Habiskan Rp7 Juta untuk 30 Kucingnya

Lifestyle | Jum'at, 24 November 2017 | 20:00 WIB

Kartika Putri Kenalkan Belahan Jiwa Terbarunya

Kartika Putri Kenalkan Belahan Jiwa Terbarunya

Lifestyle | Jum'at, 24 November 2017 | 16:29 WIB

Manfaat Menakjubkan Pelihara Kucing yang Belum Anda Ketahui

Manfaat Menakjubkan Pelihara Kucing yang Belum Anda Ketahui

Health | Senin, 08 Agustus 2016 | 20:48 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×