Sering Tidur Tengkurap, Awas Kelopak Mata Cepat Kendur!

Ririn Indriani

Jum'at, 16 Maret 2018 | 11:38 WIB
Sering Tidur Tengkurap, Awas Kelopak Mata Cepat Kendur!
Ilustrasi lelaki tidur tengkurap. (Shutterstock)

Apa Penyebab Floppy Eyelid Syndrome?
Penyebab floopy eyelid syndrome adalah berkurangnya elastin pada mata. Elastin adalah protein dalam jaringan ikat yang berfungsi menjaga bentuk mata.

Kurangnya elastin terjadi karena adanya interaksi berlebihan antara kelopak mata dengan bantal. Jika Anda sering tidur dengan posisi tengkurap dengan wajah menekan ke bantal.

Kebiasaan tidur tengkurap inilah yang bisa mengurangi elastin. Selain itu, kebiasaan sering mengucek mata juga dapat menyebabkan berkembangnya FES.

Apa yang Dapat Meningkatkan Risiko Floppy Eyelid Syndrome?
Ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko Anda memiliki floppy eyelid syndrome selain sering tidur tengkurap, antara lain:
1. Obesitas
2. Obstructive sleep apnea
3. Diabetes mellitus
4. Hipertensi
5. Hipertiroidisme
6. Down syndrome
7. Keratoconus (penipisan kornea

Apa Tanda dan Gejala Floppy Eyelid Syndrome?
1. Kelopak mata mudah dibalik atau dilipat ke atas karena kendur.
2. Mata merah setiap kali bangun tidur.
3. Peradangan kornea kronis.
4. Peradangan kronis pada jarangan di bawah kelopak mata atas (disebut juga superior palpebral conjunctiva).
5. Mengalami gejala obstructive sleep apnea seperti mengantuk di siang hari, dan mendengkur saat tidur.

Jika Anda memiliki salah satu gejala tersebut segera konsultasikan pada dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Mendiagnosis Floppy Eyelid Syndrome
Untuk mendiagnosis floopy eyelid syndrome diperlukan beberapa pemeriksaan seperti pemeriksaan mata dan pemeriksaan kebiasaan tidur, misalnya posisi favorit saat tidur, ada atau tidaknya masalah tidur, apakah sering mengantuk di siang hari, dan apakah sering tidur mendengkur.

Selain itu diperlukan juga pemeriksaan riwayat medis, termasuk ada atau tidaknya obstructive sleep apnea atau kondisi kesehatan lainnya.

Floppy Eyelid Syndrome dan Obstructive Sleep Apnea
Sering kali, floppy eyelid syndrome dikaitkan dengan obstructive sleep apnea. Namun, sebenarnya apa hubungan keduanya? Meski obstructive sleep apnea tidak menyebabkan floppy eyelid syndrome secara langsung, kedua kondisi ini saling berkaitan.

baca juga

Sebuah studi pada 2010 mengamati 102 pasien dengan FES dan kelompok kontrol dari 102 pasien lainnya. Berdasarkan penelitian tersebut, terdapat 90 persen pasien dengan FES juga mengalami obstructive sleep apnea.

Penelitian lain pada 2017, melakukan penelitian terhadap 127 orang yang dicurigai memiliki obstructive sleep apnea. Penelitian tersebut melaporkan bahwa 25,8 persen dari mereka yang memiliki sleep apnea juga mengalami FES dan mereka yang memiliki sleep apnea yang lebih parah.

Para peneliti menyimpulkan bahwa sleep apnea yang parah dapat menjadi faktor risiko untuk FES. Peneliti tidak begitu yakin apa alasannya. Selain faktor risiko yang ada dengan obesitas, dan usia, bisa juga orang dengan sleep apnea memiliki elastisitas jaringan yang lebih besar yang juga mempengaruhi kejadian FES,

Menurut Dr. Brad Sutton, OD, FAAO, dari Indiana University School of Optometry, kejadian sleep apnea pada pasien dengan FES pada dasarnya 100 persen.

Bagaimana Cara Mengatasi Floppy Eyelid Syndrome?
1. Mengatasi kondisi obstructive sleep apnea terlebih dahulu (jika ada).
2. Menggunakan salep khusus mata sebelum tidur untuk melindungi permukaan okular.
3. Mengetuk kelopak mata sebelum tidur untuk mencegah kelopak mata terlipat saat tidur.
4. Menggunakan penutup mata saat tidur untuk mencegah konjungtiva dan exposure kornea saat tidur.
5. Terkadang operasi dibutuhkan untuk memendekkan atau mengencangkan kelopak mata.

Apa Floppy Eyelid Syndrome Bisa Dicegah?
Floopy eyelid syndrome dapat dicegah dengan beberapa cara berikut ini.
1. Menjalani pola makan sehat sehingga mencegah obesitas.
2. Tidur menyamping atau telentang untuk mencegah trauma pada mata akibat tidur tengkurap.
3. Jika Anda memiliki obstructive sleep apnea, segera obati.

Itulah mengenai risiko mata kendur yang bisa terjadi bila Anda sering tidur tengkurap.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tidur Lebih Awal Bisa Bantu Anda Hidup Lebih Sehat

Tidur Lebih Awal Bisa Bantu Anda Hidup Lebih Sehat

Lifestyle | Sabtu, 03 Maret 2018 | 19:12 WIB

Simpan Ponsel di Bawah Bantal saat Tidur, Awas Bahaya!

Simpan Ponsel di Bawah Bantal saat Tidur, Awas Bahaya!

Health | Rabu, 17 Januari 2018 | 16:05 WIB

Inilah Kunci Sederhana untuk Menurunkan Berat Badan

Inilah Kunci Sederhana untuk Menurunkan Berat Badan

Health | Sabtu, 16 Desember 2017 | 18:23 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB