Jadi Kuat Karena Susu Cokelat

RR Ukirsari Manggalani | Dinda Rachmawati | Suara.com

Selasa, 03 Juli 2018 | 12:00 WIB
Jadi Kuat Karena Susu Cokelat
Ilustrasi susu cokelat [Shutterstock].

Suara.com - Tahukah Anda, apa yang diminum Mo Farah, atlet Britania Raya, juara marathon Olimpiade London 2014 setelah ia berkompetisi atau berlatih? Susu cokelat. Ya, daripada menenggak minuman olahraga serta suplemen lainnya, atlet top dunia satu ini hanya meminum segelas susu cokelat, yang disenangi semua orang.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam European Journal of Clinical Nutrition, susu cokelat mengandung kombinasi sempurna antara karbohidrat, protein, lemak, air, dan elektrolit yang diperlukan untuk menambah kadar glikogen.

Juara Olimpiade London 2014 yang doyan susu cokelat, Mo Farah [Shutterstock].
Juara Olimpiade London 2014 yang doyan susu cokelat, Mo Farah [Shutterstock].

Penelitian ini mengamati 12 kasus untuk melihat bagaimana susu cokelat mempengaruhi pemulihan dibandingkan dengan minuman olahraga lainnya atau plasebo, dengan mempertimbangkan pengerahan tenaga yang dirasakan, waktu kelelahan dan detak jantung.

Hasilnya, penelitian ini menyimpulkan bahwa susu cokelat memberikan hasil yang sama, atau lebih unggul jika dibandingkan dengan plasebo atau jenis minuman bertenaga lain.

Meskipun penelitian mengakui bahwa mereka harus lebih banyak melakukan percobaan dengan ukuran sampel yang lebih besar untuk mencapai kesimpulan yang pasti, kita tahu bahwa susu cokelat mengandung unsur-unsur yang diperlukan untuk pemulihan.

Susu mengandung dua jenis protein berkualitas tinggi, yakni whey dan kasein. Satu diserap dengan cepat dan yang lain secara perlahan masuk ke dalam tubuh, yang berarti bahwa Anda mendapatkan sumber protein pasca-latihan secara berkelanjutan (bagus untuk memperbaiki otot tanpa lemak). Itu digabungkan dengan karbohidrat dalam cokelat. Cokelat adalah bagian penting dari kombinasi.

Gula ekstra memainkan peran kunci dalam memastikan bahwa Anda mendapatkan cukup asupan karbohidrat pasca-latihan, di mana segelas susu cokelat berisi 80 ml mengandung sekitar 30-35 gram karbohidrat dibandingkan hanya 12 gram dalam susu biasa. Selain itu, susu cokelat juga mengandung magnesium (penting untuk pemulihan otot), kalsium, vitamin B6 dan zat besi.

Jadi, kapan sebaiknya Anda meminum susu cokelat? Kelly Pritchett dari departemen makanan dan nutrisi di University of Georgia mengatakan kepada Guardian, untuk meningkatkan pemulihan, kuncinya adalah mendapatkan karbohidrat dan protein yang Anda butuhkan dalam dua jam pertama setelah berolahraga.

"Kami mengatakan ini adalah :jendela peluang, karena kemampuan untuk menggantikan glikogen otot meningkat selama periode itu. Ketika aliran darah Anda meningkat ke otot. Jika Anda menunggu lebih lama, dibutuhkan lebih banyak waktu untuk memulihkan tingkat alami kebugaran Anda," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Meghan Markle Dilarang Sri Ratu Menyantap Ini

Meghan Markle Dilarang Sri Ratu Menyantap Ini

Lifestyle | Senin, 02 Juli 2018 | 14:00 WIB

Waspadai, Asap BBQ Bisa Undang Kanker

Waspadai, Asap BBQ Bisa Undang Kanker

Health | Minggu, 01 Juli 2018 | 20:00 WIB

Keringat Berlebih? Pakai Kaos Ini

Keringat Berlebih? Pakai Kaos Ini

Health | Minggu, 01 Juli 2018 | 11:00 WIB

Mau Tahu Fakta Terkini Vape bagi Kesehatan Gigi? Baca Ini

Mau Tahu Fakta Terkini Vape bagi Kesehatan Gigi? Baca Ini

Health | Kamis, 28 Juni 2018 | 14:14 WIB

Terkini

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB