Bisa Jadi Sarang Bakteri, Spons Cuci Piring Harus Diganti Seminggu Sekali

Vika Widiastuti

Rabu, 10 April 2019 | 06:45 WIB
Bisa Jadi Sarang Bakteri, Spons Cuci Piring Harus Diganti Seminggu Sekali
Ilustrasi spons untuk mencuci piring. (Shutterstock)

Suara.com - Bukan hanya peralatan makan, benda yang digunakan untuk mencuci peralatan dapur pun perlu diperhatikan. Salah satunya adalah spons cuci piring yang kerap diabaikan dan baru diganti kalau sudah rusak. Padahal benda tersebut justru menyimpan banyak bakteri dan kuman yang bisa menggangu kesehatan tubuh manusia.

Biasanya orang akan membuang atau mengganti spons cuci piring jika sudah rusak atau berbau. Beberapa juga pasti berpikir bahwa spons cuci piring selalu bersih karena selalu terkena sabun dan air.

Faktanya, spons cuci piring harus diganti sesering mungkin karena barang tersebut menyimpan banyak kotoran, bakteri dan kuman karena digunakan untuk mencuci peralatan dapur yang kotor terus menerus.

Dilansir HiMedik.com dari wellandgood.com, Leanne Stapf ari The Cleaning Authority mengatakan bahwa spons cuci piring justru menyimpan semua jenis bakteri, salah satunya e. coli yang berbahaya bagi seseorang dengan kekebalan tubuh lemah. Barang itu pula yang menjadi tempat terbaik berkembangnya bakteri jahat jika tak pernah dibersihkan dengan baik atau diganti.

Bagi orang yang ingin menghemat membeli spons baru karena spons lama masih bagus dan layak dipakai, Stapf menyarankan untuk mencucinya sesering mungkin dan kita bisa menggantinya saat spons sudah terlihat jelek atau tak layak pakai.

Cara membersihkan spons cuci piring pun tak sekadar menggunakan sabun dan air saja. Kita harus merendamnya dengan air bersih lalu diperas dan masukkan ke dalam microwave untuk membunuh kuman yang bersarang di sela-selanya.

Membersihkan spons cuci piring ini dianjurkan sesering mungkin menyesuaikan seberapa sering kita menggunakannya untuk cuci piring.

Spons cuci piring harus sering diganti dan dibersihkan karena tempat bakteri dan kuman bersarang (Pixabay/Capri23auto)
Spons cuci piring harus sering diganti dan dibersihkan karena tempat bakteri dan kuman bersarang (Pixabay/Capri23auto)

Sementara itu, sebuah penelitian juga menyatakan sebaiknya kita mengganti spons cuci piring setiap satu minggu sekali. Langkah tersebut guna mencegah bakteri yang terdapat di spons berkembang biak dan menyebar ke peralatan masak saat digunakan untuk mencuci.

Melansir dari huffingtonpost, jika seseorang membiarkan spons cuci piringnya tak diganti dan tidak dibersihkan dengan benar bisa saja bakteri di dalamnya berkembang biak dan tersebar lalu menyebabkan keracunan makanan atau sakit. Karena, membilas spons setiap kali cuci piring tidak cukup membuat semua bakteri dan kuman yang bersarang di spons larut begitu saja.

baca juga

Studi yang dilakukan para peneliti menemukan, spons cuci piring adalah tempat banyak bakteri bersarang dan mudah tersebar lalu berisko menyebabkan patogenik. Banyaknya bakteri yang bersarang di spons cuci piring ini juga berkaitan dengan kondisi dapur yang menampung banyak mikroba.

Peneliti menyatakan dapur justru menjadi tempat dengan banyak mikroba dan bakteri aktif terbesar di rumah dibandingkan toilet. Studi juga menunjukkan kuman paling banyak di seluruh rumah terletak di saluran pembuangan wastafel dapur. Karena itu, spons dapur juga termasuk barang yang menyimpan banyak bakteri jahat.

Apalagi spons cuci piring ini juga tidak hanya bertindak sebagai mikroorganisme, tetapi juga penyebar bakteri di dapur sekaligus menyebabkan kontaminasi silang tangan dan makanan yang bisa membuat seseorang sakit.

Membersihkan spons cuci piring dengan air mendidih atau microwave memang bisa berhasil membunuh bakteri. Tetapi, itu tidak bisa dilakukan secara terus menerus karena spons cuci piring tetap harus diganti jika sudah berbau dan tidak layak pakai. (HiMedik.com/Shevinna Putti Anggraeni)

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Makan Dua Buah Pisang Setiap Hari, Ini Deretan Manfaat yang Didapat

Makan Dua Buah Pisang Setiap Hari, Ini Deretan Manfaat yang Didapat

Health | Jum'at, 05 April 2019 | 17:00 WIB

Dijual Mahal di Luar Negeri, Simak 7 Manfaat Buah Ceplukan bagi Kesehatan

Dijual Mahal di Luar Negeri, Simak 7 Manfaat Buah Ceplukan bagi Kesehatan

Health | Jum'at, 05 April 2019 | 10:38 WIB

Kaya Protein, Ikan Teri Bisa Bantu Turunkan Berat Badan

Kaya Protein, Ikan Teri Bisa Bantu Turunkan Berat Badan

Health | Jum'at, 05 April 2019 | 07:38 WIB

Hiii, Ini yang Akan Terjadi Jika Kamu Jarang Membersihkan Pusar

Hiii, Ini yang Akan Terjadi Jika Kamu Jarang Membersihkan Pusar

Health | Rabu, 03 April 2019 | 07:41 WIB

Bahaya Seks Oral, Bisa Sebabkan Stres hingga Kanker

Bahaya Seks Oral, Bisa Sebabkan Stres hingga Kanker

Health | Sabtu, 30 Maret 2019 | 19:34 WIB

Terkini

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB