Dalam Kesadaran Rendah, Begini Cara Orang Koma Makan dan Minum!

Vika Widiastuti, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 23 Mei 2019 | 20:20 WIB
Dalam Kesadaran Rendah, Begini Cara Orang Koma Makan dan Minum!
Ilustrasi orang koma (Shutterstock)

Suara.com - Kalian pasti pernah menemui atau melihat orang sakit kritis dalam keadaan koma. Koma bukan berarti mati hanya karena mereka tidak merespons suara, cahaya, sentuhan atau apapun di sekitarnya.

Pasien yang sedang koma memang tidak bisa merespons suara, cahaya atau apapun di sekitarnya. Tetapi, otaknya masih berfungsi dalam tingkat yang sangat rendah.

Tidak ada perawatan atau pengobatan khusus yang membantu pasien melewati masa koma. Dalam hal ini tim medis hanya mampu mencegah dan mengurangi efek samping dari koma.

Sama halnya dengan manusia dalam keadaan normal, pasien yang sedang koma juga membutuhkan makan dan minum agar kondisi stabil.

Pada kondisi ini dilansir dari science.howstuffmorks.com, pasien koma memang tidak bisa makan dan minum sendiri.

Mereka menerima nutrisi dan cairan melalui pembuluh darah atau lubang makanan. Sehingga mereka tidak akan merasa kelaparan atau dehidrasi selama koma.

Ilustrasi botol infus. [Shutterstock]
Ilustrasi botol infus. [Shutterstock]

Selain itu, pasien koma juga menerima elektrolit, yakni garam dan zat lainnya yang membantu mengatur proses tubuh.

Jika kondisi pasien koma tidak menggunakan ventilator, mereka bisa menerima makanan melalui tabung khusus yang langsung masuk ke tenggorokan.

Tabung trakeotomi ini bisa digunakan dalam waktu yang lama karena tidak membutuhkan banyak perawatan dan tidak akan melukai jaringan lunak rongga mulut.

baca juga

Melansir dari hellosehat.com, pasien koma juga bisa menerima makanan dan minum melalui tabung nasograstik yang dimasukkan ke hidung menuju tenggorokan dan berakhir ke lambung.

Namun, jenis tabung ini hanya bisa digunakan selama 1-4 minggu saja. Jika lebih dari 4 minggu, maka tabung nasogastrik ini biasanya akan diganti dengan selang PEG.

Cara terakhir bisa melalui selang PEG atau Percutaneous Endoscopic Gastronomy adalah selang makanan permanen yang dimasukkan dari kulit perut langsung ke dalam perut pasien.

Lewat selang ini, makanan buatan akan dimasukkan langsung ke dalam lambung untuk dicerna oleh pasien koma.

Di sisi lain, karena pasien yang koma tidak dapat buang air kecil sendiri. Maka mereka dipasangi tabung karet alias kateter yang dimasukkan langsung ke kandung kemih mereka untuk mengeluarkan urine.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gelar Tak Jamin Kerja: Mengurai Fenomena 'Kuliah Scam' Anak Muda

Gelar Tak Jamin Kerja: Mengurai Fenomena 'Kuliah Scam' Anak Muda

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Bahaya Brain Rot: Ketika Video Singkat Mengikis Fokus dan Daya Kritis

Bahaya Brain Rot: Ketika Video Singkat Mengikis Fokus dan Daya Kritis

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Dari 'Bantuin' Jadi 'Kerjain': Bahaya Ketergantungan AI bagi Berpikir Kritis

Dari 'Bantuin' Jadi 'Kerjain': Bahaya Ketergantungan AI bagi Berpikir Kritis

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 17:53 WIB

AI Makin Pintar dan Serba Bisa: Saatnya Gen Z Harus Punya Pikiran Kritis

AI Makin Pintar dan Serba Bisa: Saatnya Gen Z Harus Punya Pikiran Kritis

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 11:50 WIB

Tren Aplikasi Ringkasan Buku: Solusi Hemat Waktu atau Ancaman Daya Kritis?

Tren Aplikasi Ringkasan Buku: Solusi Hemat Waktu atau Ancaman Daya Kritis?

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 17:40 WIB

Di Era AI dan Digital, Mengapa Belajar Filsafat Justru Semakin Penting?

Di Era AI dan Digital, Mengapa Belajar Filsafat Justru Semakin Penting?

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 12:32 WIB

Strategi 'Loyalitas Berjarak' AHY: Cara Cerdik Demokrat Amankan 2029 Tanpa Kehilangan Pemilih Kritis

Strategi 'Loyalitas Berjarak' AHY: Cara Cerdik Demokrat Amankan 2029 Tanpa Kehilangan Pemilih Kritis

News | Selasa, 08 September 2026 | 11:16 WIB

Investasi Hilirisasi Minerba Tembus Rp206,5 Triliun, ESDM: Ekonomi Mulai Bergeser dari Jawa

Investasi Hilirisasi Minerba Tembus Rp206,5 Triliun, ESDM: Ekonomi Mulai Bergeser dari Jawa

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:14 WIB

Redefinisi Pengabdian: Dari Mahasiswa Kritis Menjadi Mahasiswa Konten

Redefinisi Pengabdian: Dari Mahasiswa Kritis Menjadi Mahasiswa Konten

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 12:30 WIB

Mojtaba Khamenei Diklaim Kritis, Intelijen AS Bocorkan Memo Rahasia Tentang Kelumpuhan Iran

Mojtaba Khamenei Diklaim Kritis, Intelijen AS Bocorkan Memo Rahasia Tentang Kelumpuhan Iran

News | Rabu, 08 April 2026 | 06:21 WIB

Terkini

Cara Mengubah Tumpukan Data Menjadi Keputusan Bisnis yang Menguntungkan

Cara Mengubah Tumpukan Data Menjadi Keputusan Bisnis yang Menguntungkan

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:44 WIB

Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff

Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon

Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon

Sport | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:43 WIB

Mantab! Tiga Atlet Muaythai Solo Tembus Semifinal Porprov 2026

Mantab! Tiga Atlet Muaythai Solo Tembus Semifinal Porprov 2026

Surakarta | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Sumsel Bidik Perdagangan Karbon di Tengah Krisis Karhutla, Sejauh Mana Kesiapannya?

Sumsel Bidik Perdagangan Karbon di Tengah Krisis Karhutla, Sejauh Mana Kesiapannya?

Sumsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Sepatu Futsal Lokal Tembus Dunia, Ortuseight Siapkan Enam Lini Jogosala Terbaru

Sepatu Futsal Lokal Tembus Dunia, Ortuseight Siapkan Enam Lini Jogosala Terbaru

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Dari Kekalahan ke Pesta Gol, Shin Tae-yong Ungkap Perubahan Persija Saat Hajar Arema FC

Dari Kekalahan ke Pesta Gol, Shin Tae-yong Ungkap Perubahan Persija Saat Hajar Arema FC

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Fadli Zon Terima Anugerah Mahottama Adibudaya Nusantara, Ini Alasan di Baliknya

Fadli Zon Terima Anugerah Mahottama Adibudaya Nusantara, Ini Alasan di Baliknya

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:59 WIB

WALHI Sumsel Soroti Dry Ice di Palembang, Minta Biaya dan Hasil Evaluasi Dibuka ke Publik

WALHI Sumsel Soroti Dry Ice di Palembang, Minta Biaya dan Hasil Evaluasi Dibuka ke Publik

Sumsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Haji Isam Dikaitkan MSCI, Pakar Saham Minta Dibuktikan

Haji Isam Dikaitkan MSCI, Pakar Saham Minta Dibuktikan

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:50 WIB

×