WHO : Anak yang Tinggal di Daerah Konflik Rentan Kena Gangguan Mental

Ade Indra Kusuma

Selasa, 18 Juni 2019 | 16:41 WIB
WHO : Anak yang Tinggal di Daerah Konflik Rentan Kena Gangguan Mental
Ilustrasi kesehatan jiwa, kesehatan mental (Shutterstock)

Suara.com - WHO : Anak yang Tinggal di Daerah Konflik Rentan Kena Gangguan Mental.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan satu dari lima orang yang tinggal di daerah-daerah konflik menderita gangguan kesehatan mental, dibanding satu dari 14 orang yang tinggal di pemukiman biasa.

Temuan penelitian baru ini menunjukkan bahwa data sebelumnya telah meremehkan keseriusan dan cakupan masalah ini.

PBB memperkirakan hampir 132 juta orang di 42 negara terpapar dampak konflik dan bencana. WHO melaporkan 22% orang yang tinggal di daerah konflik menderita beberapa bentuk gangguan mental, termasuk depresi, kecemasan, gangguan stress pasca-trauma, gangguan bipolar, atau Skizofrenia. Ditambahkan bahwa sembilan persen lainnya memiliki kondisi kesehatan mental yang sedang hingga sangat buruk.

Para petugas kesehatan sepakat bahwa perawatan dan layanan bagi mereka sangat dibutuhkan, tetapi kesenjangan antara kebutuhan dan perawatan di daerah-daerah konflik ini sangat besar.

Misalnya di Suriah, data menunjukkan hanya ada satu petugas kesehatan mental untuk melayani setiap 10.000 orang. Di Afghanistan, satu petugas kesehatan mental melayani setiap 50.000 orang, dan di Sudan Selatan jumlahnya meningkat menjadi satu petugas untuk setiap 100.000 orang.

Walaupun ada data yang mencemaskan ini, Petugas Teknis di Departemen Kesehatan Mental dan Penyalahgunaan Zat WHO, Fahmy Hanna, mengatakan kondisinya masih jauh dari harapan.

Ia mengutip contoh di Suriah. Sebelum perang saudara tahun 2011, layanan kesehatan mental hanya tersedia di dua rumah sakit jiwa di Damaskus dan Aleppo.

“Kini pada tahun 2019, perawatan kesehatan mental disediakan di lokasi-lokasi yang terpapar konflik oleh mitra-mitra kita, termasuk WHO dan badan-badan utama yang bekerjasama di fasilitas layanan kesehatan primer dan sekuder. Diberikan pula dukungan di sekolah, di pusat-pusat layanan perempuan, di lebih dari 11 kota di Suriah; dibanding sebelum perang di mana layanan hanya terdapat di dua kota dan dua rumah sakit psikiatri,” kata Famy seperti mengutip VOAIndonesia.

baca juga

Hanna mengatakan WHO kini menangani masalah kesehatan mental di banyak negara dan wilayah, yang semakin meningkat karena kondisi darurat berskala besar di seluruh dunia.

Ditambahkannya, program-program yang mirip dengan yang ada di Suriah telah diperkenalkan di fasilitas perawatan kesehatan primer untuk orang-orang terlantar di timur laut Nigeria, Ukraina Timur, dan wilayah konflik lainnya.

WHO mengatakan penting bagi semua negara untuk menanamkan investasi dalam bidang kesehatan mental, khususnya pada penduduk yang terpapar konflik di mana perawatan gangguan mental merupakan soal kelangsungan hidup.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Blak-blakan, Niall Horan "One Direction" Ungkap Alami Gangguan Psikologis

Blak-blakan, Niall Horan "One Direction" Ungkap Alami Gangguan Psikologis

Health | Selasa, 18 Juni 2019 | 14:10 WIB

Butuh Uang Traveling, Pasangan Ini Ngotot Tak Mau Cari Pekerjaan

Butuh Uang Traveling, Pasangan Ini Ngotot Tak Mau Cari Pekerjaan

Lifestyle | Selasa, 18 Juni 2019 | 11:05 WIB

Menurut Riset, Hangout Bareng Sahabat Bagus untuk Kesehatan Mental

Menurut Riset, Hangout Bareng Sahabat Bagus untuk Kesehatan Mental

Lifestyle | Minggu, 16 Juni 2019 | 17:25 WIB

Terkini

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB