Makanan Bisa Picu Anda Mudah Stres, Coba 5 Prinsip Pola Makan Ini

Silfa Humairah Utami | Suara.com

Selasa, 16 Juli 2019 | 08:12 WIB
Makanan Bisa Picu Anda Mudah Stres, Coba 5 Prinsip Pola Makan Ini
Ilustrasi keluarga bergaya hidup sehat. (Shutterstock)

Suara.com - Makanan Bisa Picu Anda Mudah Stres, Coba 5 Prinsip Pola Makan Ini.

Mudah stres datang bukan hanya karena menumpuknya pekerjaan hingga masalah dengan orang-orang terdekat. Stres juga bisa dipicu karena pola makan dan kandungan pada suatu makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

Hal ini karena beragam zat gizi memainkan peran penting untuk menunjang fungsi otak, kekebalan tubuh, mengatur tekanan darah, hingga mengeluarkan racun. Bahkan asupan zat gizi dari makanan pun turut membantu untuk menurunkan kadar hormon kortisol dan adrenalin yang meningkat saat stres.

Supaya lebih nyaman saat beraktivitas setiap harinya, berikut anjuran pola makan yang bisa Anda terapkan untuk membantu mengurangi stres dilansir Hello Sehat:

1. Perbanyak asupan serat

Mengutip dari The Journal of Physiology, makanan dengan kandungan serat tinggi dalam pola makan harian dapat membantu mengurangi stres. Jarang diketahui, ternyata bakteri yang bersarang di dalam usus bisa membantu menurunkan tingkat kecemasan serta stres pada tubuh.

Setiap kali Anda makan sumber serat, bakteri tersebut akan mengubah serat menjadi asam lemak rantai pendek, alias short-chain fatty acids (SCFAs). Selain bertugas sebagai salah satu sumber gizi utama bagi pencernaan, makanan dengan SCFAs juga dapat membantu menurunkan tingkat stres.

Buah apel, kacang kedelai, kacang polong, produk dari gandum, serta aneka ragam sayuran merupakan sumber serat tinggi yang akan membantu merangsang produksi SCFAs. Di samping itu, kondisi stres yang berlarut-larut juga dapat memengaruhi kerja usus dengan membuat sekat atau “penghalang”.

Alhasil, makanan di dalam pencernaan pun akan lebih susah dicerna. Dalam kondisi ini, asupan makanan tinggi serat dapat membantu menghilangkan “penghalang” tersebut, karena menghasilkan lebih banyak SCFAs.

Jadi, mulai sekarang jangan ragu untuk memperbanyak asupan serat untuk mengurangi stres. Entah itu dari makanan utama, maupun camilan di tengah padatnya aktivitas harian. Misalnya mengonsumsi snack kedelai yang kaya akan kandungan seratnya.

2. Makan sumber karbohidrat kompleks

Ketika stres melanda, otomatis tubuh akan melepaskan banyak hormon kortisol dan adrenalin guna mempersiapkan tubuh dalam situasi ini. Sayangnya, kadar zat serotonin, yang bertugas untuk memperbaiki suasana hati, justru menurun.

Demi mengembalikan kadar serotonin seperti semula, Anda dianjurkan untuk mengonsumsi asupan karbohidrat kompleks setiap makan. Misalnya dari roti gandum, biji-bijian, sayuran, maupun buah-buahan. Sebuah penelitian dalam Journal of Nutrition and Food Sciences menjelaskan bahwa konsumsi sumber karbohidrat kompleks akan membantu memproduksi lebih banyak serotonin.

Menariknya lagi, asupan karbohidrat juga bisa bekerja sama dengan serat untuk mengoptimalkan kerja pencernaan. Kedua zat gizi tersebut akan membuat proses pencernaan makanan melambat, sehingga aliran hormon serotonin pun bisa lebih stabil.

3. Kurangi asupan lemak

Jika beberapa waktu belakangan ini Anda gemar makan makanan berlemak, coba kurangi atau bahkan hentikan kalau tidak ingin stres semakin parah. Sebuah penelitian dari Psychiatric Clinics of North America mencoba membandingkan tingkat stres pada hewan yang makan makanan biasa dan tinggi lemak.

Hasilnya menunjukkan bahwa pada hewan yang diberikan makanan dengan kandungan gizi seimbang, tidak terjadi peningkatkan kadar hormon glukokortikoid. Sementara pada hewan yang diberi makanan tinggi lemak, bagian hipotalamus otak memproduksi lebih banyak hormon glukokortikoid.

Glukorkortikoid adalah kelompok hormon steroid, yang biasanya berperan dalam mendukung kerja metabolisme tubuh. Akan tetapi, dalam jumlah yang berlebih, glukokortikoid dapat menandakan kalau Anda sedang mengalami stres akut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diet Karnivora Diklaim Bisa Obati Penyakit Autoimun, Benarkah?

Diet Karnivora Diklaim Bisa Obati Penyakit Autoimun, Benarkah?

Health | Senin, 15 Juli 2019 | 16:56 WIB

Jangan Bawa Stres Kantor ke Rumah, Ini Efek Buruknya pada Kesehatan!

Jangan Bawa Stres Kantor ke Rumah, Ini Efek Buruknya pada Kesehatan!

Health | Senin, 15 Juli 2019 | 15:20 WIB

Lupus, Penyakit yang Tak Perlu Ditakuti Tetapi Harus Tetap Lakukan ini

Lupus, Penyakit yang Tak Perlu Ditakuti Tetapi Harus Tetap Lakukan ini

Health | Sabtu, 13 Juli 2019 | 18:02 WIB

Terkini

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:53 WIB

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:58 WIB