Masih Sering Dipercaya, Berikut Mitos Infertilitas Pria yang Salah

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah
Masih Sering Dipercaya, Berikut Mitos Infertilitas Pria yang Salah
Ilustrasi Mr P. (Shutterstock)

Kesuburan pria juga memengaruhi tingkat keberhasilan hamil. Oleh karena itu, penting untuk tahu faktanya agar tidak salah kaprah.

Suara.com - Apakah Anda berpikir bahwa dengan melakukan hubungan intim setiap hari dapat meningkatkan peluang mempunyai buah hati? Atau Anda masih berpikir bahwa menggunakan pakaian tertentu dapat meningkatkan jumlah sperma yang diproduksi?

Tapi nyatanya ini adalah beberapa mitos yang masih dipercayai sebagian besar pria tentang kesuburan mereka, kata para ahli.

"Salah satu kesalahpahaman yang banyak dipegang adalah ketika pasangan mengalami kesulitan untuk hamil, itu mungkin semata-mata disebabkan oleh masalah kesuburan wanita," ujar Dr. Sarah Vij, ahli urologi yang berspesialisasi dalam kesuburan pria di Klinik Cleveland.

"Kenyataannya adalah, ketika ada masalah kesuburan dengan pasangan, 50% dari waktu adalah perempuan, 20% laki-laki dan 30% karena keduanya," sambungnya.

Jadi, 50% dari waktu kesuburan pria adalah faktor yang berkontribusi.

Ilustrasi infertilitas pria (Shutterstock)

Agar tidak lagi salah kaprah, ketahui fakta dari mitos tentang kesuburan lelaki berikut yang dilansir health.usnews.com.

1. Mitos: berhubungan intim setiap hari tingkatkan peluang konsepsi

"Kebanyakan pasangan percaya bahwa semakin Anda mencoba, semakin tinggi tingkat keberhasilannya," kata Dr Ali Dabaja, seorang ahli urologi dan spesialis kedokteran reproduksi dengan Henry Ford Health System di Detroit.

"Yang benar adalah hamil adalah soal waktu. Berhubungan seks setiap hari hanya akan sedikit memperbaiki kesuburan," sambungnya.

Dajaba melanjutkan, sperma pria dapat hidup selama 48 hingga 72 jam di saluran reproduksi wanita. Berarti berhubungan intim setiap hari sudah cukup ketika pasangan berusaha untuk hamil.

"Untuk pasangan yang berusaha untuk hamil, mengatur waktu hubungan intim dengan 'jendela subur', lima hingga enam hari menjelang dan termasuk ovulasi adalah hal terpenting," jelas Lauren A. Wise, seorang profesor epidemiologi di School of Public Health di Boston University.

2. Mitos: jika ejakulasi normal, tidak ada masalah dengan sperma

"Sperma bersifat mikroskopis, dan sebagian besar cairan ejakulasi bukan sperma," kata Dr. S. Zev Williams, seorang profesor kebidanan dan kandungan di Columbia University Medical Center.

Ia menambahkan, satu-satunya cara untuk mengetahui dengan pasti apakah ada masalah dengan infertilitas si pria adalah dengan melakukan analisis sperma. Ini hanya melibatkan semen yang dianalisis oleh teknisi terlatih.

3. Mitos: mengonsumsi testosteron tambahan dapat meningkatkan kesuburan pria.

Menurut Dr. Thomas A. Molinaro, seorang endokrinologis reproduksi di Associates Kedokteran Reproduksi di New Jersey di Eatontown, New Jersey, menambah hormon testosteron justru mengurangi kesuburan pria.

Mengonsumsi testosteron tambahan dapat meningkatkan libido dan tingkat energi pria, tetapi hal itu menekan produksi testosteron alami tubuh.

"Dampaknya, ini bisa mematikan produksi sperma," lanjutnya.

4. Mitos: mengenakan celana boxer membuat kesuburan pria meningkat daripada menggunakan celana dalam.

"Mungkin tidak. Tidak masalah (pakaian dalam apa yang digunakan pria), dan pria harus mengenakan apa pun yang nyaman bagi mereka," ujar Greg Sommer, kepala petugas ilmiah untuk Sandstone Diagnostics Inc.

"Suhu skrotum penting, testis harus tetap beberapa derajat lebih dingin daripada bagian tubuh lainnya untuk produksi sperma yang tepat, itulah sebabnya mereka berada di luar tubuh. Namun, mengenakan pakaian dalam yang nyaman, tampaknya tidak memiliki banyak dampak," sambungnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS