Muntaber Bikin Bolak-balik ke Kamar Mandi, Ini 5 Buah yang Baik Dikonsumsi

Silfa Humairah Utami | Suara.com

Kamis, 19 September 2019 | 21:00 WIB
Muntaber Bikin Bolak-balik ke Kamar Mandi, Ini 5 Buah yang Baik Dikonsumsi
Makan buah-buahan mampu membantu atasi penyakit muntaber. [pxhere]

Suara.com - Muntaber Bikin Bolak-balik ke Kamar Mandi, Ini 5 Buah yang Baik Dikonsumsi.

Masalah pencernaan, seperti muntaber (gastroenteritis) bisa menyerang siapa saja dan kapan saja. Dan anjuran dokter untuk mengobati muntaber yang paling diutamakan biasanya berupa banyak istirahat dan minum air agar tubuh tidak dehidrasi.

Namun selain dari air putih, Anda juga bisa mendapatkan asupan cairan dari makanan sehat seperti buah. Di antara banyaknya pilihan buah di pasar, ini yang paling baik untuk dikonsumsi saat kena muntaber dilansir dari Hello Sehat.

 1. Kelapa

Ilustrasi air kelapa. [Shutterstock]
Ilustrasi air kelapa. [Shutterstock]

Daging kelapa tinggi protein dan karbohidrat yang membantu menguatkan stamina tubuh selama sakit. Air kelapa juga efektif menggantikan cairan dan elektrolit tubuh yang hilang karena gejala muntaber.

Air buah kelapa juga mengandung kalium yang baik untuk membantu melancarkan sirkulasi darah di seluruh tubuh. Dengan begitu, Anda dapat terhindar dari risiko lemas dan dehidrasi yang rentan terjadi saat muntaber.

Meski begitu, mengutip WebMd, Andrea Giancoli dari Academy of Nutrition berpendapat bahwa menggantikan cairan tubuh selama muntaber hanya dengan minum air kelapa saja tidak cukup efektif.

Jumlah cairan tubuh yang keluar saat Anda terus muntah-muntah dan diare itu cukup banyak. Maka di samping minum air kelapa, Anda tetap perlu mengimbanginya dengan banyak minum air atau cairan oralit.

Anda bisa mengonsumsi air buah kelapa sebagai selingan di antara air putih dan makanan berkuah hambar.

2. Apel

Buah apel dalam jaring. (Shutterstock)
Buah apel dalam jaring. (Shutterstock)

Studi yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association melaporkan potensi apel sebagai buah yang baik dimakan untuk mengatasi muntaber.

Penelitian tersebut mengujicoba hampir 650 anak berusia 6 bulan sampai 5 tahun yang sedang muntaber dan dehidrasi. Sebagian anak-anak itu diminta minum jus apel murni, sementara sisanya diminta minum cairan elektrolit (oralit). Anak-anak ini juga diberikan obat medis lainnya dari dokter dalam dosis yang sama.

Hasilnya, 99% anak yang minum jus apel lebih cepat sembuh dari muntaber sehingga lebih cepat keluar dari opname di rumah sakit ketimbang yang hanya minum oralit. Selama dirawat inap, anak-anak yang minum jus apel juga tidak membutuhkan bantuan infus sebanyak dan sesering anak yang hanya minum oralit.

3. Pisang

Ilustrasi pisang. [Shutterstock]
Ilustrasi pisang. [Shutterstock]

Makan buah pisang sangat disarankan untuk meringankan gejala muntaber karena tinggi serat sederhana, vitamin C, vitamin B6, folat, kalium, dan karbohidrat kompleks.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Diabaikan, Ini 6 Tanda Sakit Perut Sudah Tidak Normal

Jangan Diabaikan, Ini 6 Tanda Sakit Perut Sudah Tidak Normal

Health | Rabu, 18 September 2019 | 18:25 WIB

Akibat Penyakit Langka, Berat Badan Bocah 4 Tahun 2 Kali Lipat Lebih Besar!

Akibat Penyakit Langka, Berat Badan Bocah 4 Tahun 2 Kali Lipat Lebih Besar!

Health | Rabu, 18 September 2019 | 16:10 WIB

Lebih dari 30 Orangutan Terpapar Kabut Asap, Diobati Pakai Nebulizer

Lebih dari 30 Orangutan Terpapar Kabut Asap, Diobati Pakai Nebulizer

Tekno | Rabu, 18 September 2019 | 10:00 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB