Survei: 70 ribu Ujaran Kebencian perhari di Medsos Karena Netizen Lapar

Ade Indra Kusuma, Vessy Dwirika Frizona

Kamis, 26 September 2019 | 17:10 WIB
Survei: 70 ribu Ujaran Kebencian perhari di Medsos Karena Netizen Lapar
Survei: 70 ribu Ujaran Kebencian perhari di Medsos Karena Netizen Lapar [shutterstock]

Suara.com - Survei: 70 ribu Ujaran Kebencian perhari di Medsos Karena Netizen Lapar.

Pada dasarnya media sosial merupakan wadah untuk saling berbagi. Namun di sisi lain juga memberi efek negatif. Salah satunya menjadi wadah untuk menumpahkan ujaran kebencian .

Unggahan ujaran kebencian dan kemarahan rupanya terus meningkat setiap tahun dan sulit dikendalikan. Anissa Permatadietha, Marketing Manager RTE & Beverages, Kraft Heinz ABC Indonesia menyebut, berdasarkan data dari Crimson Hexagon menunjukkan, sebanyak 70 ribu unggahan kemarahan dan ujaran kebencian terjadi setiap hari di media sosial (medsos).

ujaran kebencian [[Suara.com/Vessy]]
ujaran kebencian [[Suara.com/Vessy]]

"Lebih dari 70 ribu netizen meluapkan kemarahan dan ujaran kebencian di media sosial setiap hari. Data itu didapat melalui survei yang menghitung kata-kata negatif yang muncul dari bulan Januari hingga Juni 2019 di media sosial Twitter. Hasilnya, sebanyak 15,2 juta kemarahan muncul di media sosial. Bila di rata-rata maka sehari jumlahnya sekitar 70 ribu. Itu hanya dari satu platform, belum media sosial lainnya," ujar Anissa Permatadietha dalam acara AntiMaper persembahan ABC Sari Kacang Hijau, Kamis (26/9/2019) di bilangan Jakarta Selatan.

Ia menambahkan, bahwa survei kata-kata ujaran kebencian di media sosial mengalami peningkatan sebanyak 5 kali lipat setiap dua tahun, terhitung 2017 hingga 2019. Setelah diteliti lebih lanjut, unggahan kemarahan itu terjadi akibat netizen lapar. Apa kaitannnya?

"Dalam penelitian lanjutan, tampak ujaran kebencian meningkat pada jam-jam 9-12 (pagi menjelang siang). Saat orang-orang sudah melewati makan pagi dan menanti waktu makan siang. Lalu, tweet negatif mengalami penurunan mulai pukul 2 siang hingga 4 sore.

(dr Juwalita Surapsari, MGizi, SpGK, Ahli Gizi), (Sarah Ayu, Social Media Influencer and content creator), (Anissa Perzatadietha, Marketing Manager RTE & Beverages, Kraft Heinz ABC Indonesia) [Suara.com/Vessy]
(dr Juwalita Surapsari, MGizi, SpGK, Ahli Gizi), (Sarah Ayu, Social Media Influencer and content creator), (Anissa Perzatadietha, Marketing Manager RTE & Beverages, Kraft Heinz ABC Indonesia) [Suara.com/Vessy]

"Kemudian kembali meningkat pada pukul 4 sore hingga 6 petang. Lalu menurun lagi antara jam 7-9 malam (dimana pada jam-jam tersebut waktunya orang makan malam). Tetapi, 2 jam selanjutnya ujaran kebencian meningkat lagi karena orang-orang mulai lapar lagi," paparnya lebih lanjut.

Di samping bukti tweet negatif terjadi pada jam lapar. Isi tweet pada jam-jam yang dipaparkan di atas juga berisi makanan dan kata-kata negatif. Netizen marah-marah soal lapar dan makanan.

Selain faktor internal, penyebab lain kemarahan adalah faktor ekstrenal. Seperti pengaruh lingkungan yang mengompori, stress, tekanan sosial,dan PMS yang dialami perempuan.

baca juga

"Pada dasarnya orang akan mudah marah ketika mereka lapar. Terutama mereka yanh berada di rentan usia 18-30 tahun. Kami meyakini orang salah satu penyebab munculnya emosi marah adalah rasa lapar," tutup Anissa Permatadietha.
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kocak, Aksi Pamer Perut Buncit Pemain Bola ini Bikin Ngakak

Kocak, Aksi Pamer Perut Buncit Pemain Bola ini Bikin Ngakak

Bola | Kamis, 19 September 2019 | 13:20 WIB

Takut Kena Asap, Gaya Makan Syahrini Dianggap Tak Peka Kebakaran Hutan

Takut Kena Asap, Gaya Makan Syahrini Dianggap Tak Peka Kebakaran Hutan

Lifestyle | Selasa, 17 September 2019 | 17:25 WIB

Youtube Hapus 100.000 Video dan 500 Juta Komentar Berisi Ujaran Kebencian

Youtube Hapus 100.000 Video dan 500 Juta Komentar Berisi Ujaran Kebencian

Tekno | Rabu, 04 September 2019 | 18:21 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×