3 Rekomendasi Diet yang Bisa Bantu Kamu Bentuk Otot

Silfa Humairah Utami

Selasa, 05 November 2019 | 14:11 WIB
3 Rekomendasi Diet yang Bisa Bantu Kamu Bentuk Otot
Ilustrasi diet dengan gizi seimbang, pola makan sehat, panduan makan dengan gizi seimbang. (Shutterstock)

Suara.com -  3 Rekomendasi Diet yang Bisa Bantu Kamu Bentuk Otot

Selain menurunkan berat badan untuk mendapatkan tubuh yang ideal, banyak orang yang melakukan olahraga tertentu untuk membentuk otot. 

Namun, olahraga saja tidak akan memberikan Anda otot yang besar dan padat. Justru, olahraga ketat bisa menyebabkan tubuh Anda kehilangan massa otot. Oleh sebab itu, Anda perlu menerapkan pola makan khusus untuk membentuk massa otot dan menjaganya tetap kuat.

Pola makan terbaik untuk membangun massa otot

Tentu tidak mudah untuk menyesuaikan jenis dan jumlah makanan yang harus Anda konsumsi. Untuk mempermudah langkah dalam membangun massa otot, pola makan yang perlu Anda jalani terangkum dalam beragam diet berikut dilansir Hello Sehat:

1. Diet tinggi protein

Ilustrasi diet tinggi protein. (Shutterstock)

Protein adalah komponen utama dari berbagai sel yang menyusun tubuh Anda. Tubuh membutuhkannya untuk membentuk otot, tendon, organ, dan kulit. Protein juga membentuk enzim dan hormon yang membantu kerja berbagai sistem dalam tubuh.

Mengacu pada studi dalam Journal of the International Society of Sports Nutrition, Anda memerlukan sebanyak 1,6 gram protein per kilogram berat badan agar massa otot bisa bertambah.

Jika berat badan Anda 60 kilogram, artinya pola makan Anda harus memenuhi 96 gram protein per hari untuk bisa membentuk massa otot. Berikut adalah contoh menu sehari dalam diet tinggi protein yang bisa Anda ikuti:

baca juga

Sarapan: 3 butir telur, 1 lembar roti gandum panggang dengan selai kacang, dan 1 buah pir
Makan siang: 1 potong salmon ukuran sedang yang diolah dengan minyak zaitun, sayuran campur, dan 1 buah apel
Makan malam: 1 potong daging sapi ukuran sedang, ubi rebus, dan nasi merah

2. Diet paleo

Ilustrasi sayur bening bayam. (Shutterstock)
Ilustrasi sayur bening bayam. (Shutterstock)

Prinsip diet paleo adalah pola makan berisikan beragam makanan yang dikonsumsi selama era Paleolitikum. Makanan dalam diet ini meliputi daging, ikan, buah, sayuran, kacang, dan sejenisnya yang dahulu diperoleh dengan cara diburu atau dikumpulkan.

Diet paleo pantang terhadap makanan modern, produk olahan, serta bahan pangan yang diproduksi dari pertanian atau peternakan. Anda pun perlu membatasi konsumsi garam, gula pasir dan pemanis buatan, susu, gandum, dan beberapa minyak nabati.

Walaupun ada beberapa sumber protein yang tidak dikonsumsi, pola makan ini bisa tetap membantu membentuk massa otot. Pasalnya, Anda masih bisa memperoleh protein dari berbagai jenis daging, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Berikut contoh menu sehari yang dapat dicoba:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kunci Menurunkan Berat Badan dengan Cepat: Stop Makan Setelah Jam 8 Malam

Kunci Menurunkan Berat Badan dengan Cepat: Stop Makan Setelah Jam 8 Malam

Health | Jum'at, 01 November 2019 | 11:52 WIB

Diet Air Putih adalah Cara Buruk Menurunkan Berat Badan, Ini Sebabnya

Diet Air Putih adalah Cara Buruk Menurunkan Berat Badan, Ini Sebabnya

Health | Kamis, 31 Oktober 2019 | 09:28 WIB

Perlu Diet atau Tidak ya? Ini 4 Tanda Berat Badan Anda Sudah Sehat

Perlu Diet atau Tidak ya? Ini 4 Tanda Berat Badan Anda Sudah Sehat

Health | Senin, 28 Oktober 2019 | 17:31 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×