Kebiasaan Makan di Luar, Pria 33 Tahun Ini Terancam Alami Kebutaan

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Selasa, 19 November 2019 | 12:05 WIB
Kebiasaan Makan di Luar, Pria 33 Tahun Ini Terancam Alami Kebutaan
Ilustrasi junk food. (shutterstock)

Suara.com - Apakah Anda salah satu orang yang sering makan di luar rumah? Ternyata, kebiasaan makan di luar dan pesan online bisa berdampak buruk pada kesehatan.

Seperti Lu, pria usia 33 tahun dari Wuhan, Hubei, China yang mengalami kebutaan mendadak karena kebiasaan makan di luar marah dan memesan makan takeaway.

Lu diketahui memiliki penglihatan yang bagus sejak masih muda. Namun, beberapa bulan terakhir penglihatannya mendadak terganggu oleh banyangan gelap.

Awalnya, dilansir dari worldofbuzz.com, Lu berpikir bahwa ia hanya kelelahan sehingga harus lebih banyak istirahat. Hanya saja, gejala masih tetap ada meskipun sudah istirahat cukup.

Setelah tiga pekan, Lu memutuskan pergi ke dokter untuk memeriksakan kondisinya. Dokter lantas mengatakan bahwa ia menderita retinopati diabetik, yakni komplikasi diabetes yang memengaruhi mata.

Kondisi ini terjadi akibat kerusakan pada pembuluh retina di bagian belakang mata.

Ilustrasi diabetes (shutterstock)
Ilustrasi diabetes (shutterstock)

Lu sangat terkejut ketika mendengar hasil pemeriksaan dokter. Apalagi ia diberi tahu bahwa kondisinya bisa menyebabkan kebutaan jika tak segera ditangani medis. Pasalnya, Lu mengaku tidak pernah tahu kalau dirinya memiliki penyakit diabetes.

Dokter lantas mengecek kadar gula darah Lu yang ternyata mencapai 17,2 mmol/L sebelum makan. Angka itulah yang membuktikan bahwa Lu menderita diabetes.

Dokter mengatakan bahwa sebenarnya Lu telah menderita diabetes selama 4 sampai 5 tahun. Tetapi, Lu tidak pernah menyadari, tidak minum obat, dan tidak membuat perubahan gaya hidup yang akhirnya memengaruhi mata.

Ilustrasi minuman bersoda. (Shutterstock)
Ilustrasi minuman bersoda. (Shutterstock)

Bahkan, dokter pun menduga kalau kondisi Lu disebabkan oleh kebiasannya yang suka makan di luar dan memesan makanan takeaway. Di sisi lain, Lu juga sering minum soft drink dan sangat kurang asupan air putihnya.

Saat ini, Lu sedang menjalani perawatan medis untuk mengatasi penyakit diabetesnya. Dokter juga memperingatkan bahwa diabetes bisa menyerang siapa pun tanpa harus memiliki riwayat penyakit keluarga.

Bahkan, dokter melihat bahwa penyakit diabetes semakin umum menyerang generasi muda yang kurang memperhatikan gaya hidupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasien Diabetes Rentan Alami Masalah Disfungsi Ereksi? Ini Kata Pakar!

Pasien Diabetes Rentan Alami Masalah Disfungsi Ereksi? Ini Kata Pakar!

Health | Senin, 18 November 2019 | 22:02 WIB

Ahli Ingatkan Bahaya Koma Diabetes, Ini Penyebabnya

Ahli Ingatkan Bahaya Koma Diabetes, Ini Penyebabnya

Health | Senin, 18 November 2019 | 21:00 WIB

Tetap Bisa Makan Sehat Walau saat Hangout, Ini Tipsnya

Tetap Bisa Makan Sehat Walau saat Hangout, Ini Tipsnya

Video | Senin, 18 November 2019 | 09:00 WIB

Waspada sebelum Terlambat, 6 Peringatan Dini Kadar Gula Darah Tinggi

Waspada sebelum Terlambat, 6 Peringatan Dini Kadar Gula Darah Tinggi

Health | Minggu, 17 November 2019 | 17:21 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB