Tertinggi di Asia, 31 Persen Remaja di Jakarta Kecanduan Internet

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 20 November 2019 | 06:05 WIB
Tertinggi di Asia, 31 Persen Remaja di Jakarta Kecanduan Internet
Ilustrasi remaja kecanduan internet. [Shutterstock]

Suara.com - Tertinggi di Asia, 31 Persen Remaja di Jakarta Kecanduan Internet

Kecanduan internet atau dikenal juga dengan istilah adiksi internet (AI), ditandai dengan penggunaan internet berlebihan karena tidak bisa mengendalikan diri dan menganggu aktivitas sehari-hari.

Mirisnya, perkembangan teknologi yang begitu cepat membuat banyak remaja mengalami kecanduan internet yang begitu parah. Sebagaimana hasil temuan Dr dr Kristiana Siste, Sp.KJ dalam disertasi gelar doktornya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, yang menemukan sebanyak 31,4 persen prevalensi remaja Jakarta yang alami kecanduan internet.

"Pada subjek penelitian didapatkan 202 subjek mengalami kecanduan internet, sehingga dapat disimpulkan bahwa prevalensi kecanduan internet pada remaja di Jakarta sebesar 31,4 persen. Hasil temuan ini lebih tinggi dari negara lain di Asia," ujar Siste dalam disertasinya dikutip Suara.com, Selasa (19/11/2019).

Angka ini ditemukan dengan menarik total sebanyak 643 subjek penelitian, yang analisisnya menggunakan aplikasi Kuesioner Diagnostik Adiksi Internet yang dibuat dan dirampungkan Siste selama 2 tahun lamanya dan sudah bisa diakses publik melalui Google Playstore.

Adapun judul disertasi Siste ialah 'Pengembangan Kuesioner Diagnostik Adiksi Internet Bagi Remaja: Studi Konektivitas Fungsional Otak Melalui FMRI Bold, Prebalensi, Penelusuran Faktor Risiko dan Proteksi'.

"Prevalensi kecanduan internet yang tinggi pada remaja dalam penelitian ini diperkirakan karena jaringan internet di Jakarta lebih baik dan meningkatnya tren penggunaan telepon pintar," jelas Siste.

Dr dr Kristiana Siste, SpKJ membahas tentang kecanduan internet pada remaja di disertasi program doktor. (Suara.com/Dini Afrianti)
Dr dr Kristiana Siste, SpKJ membahas tentang kecanduan internet pada remaja di disertasi program doktor. (Suara.com/Dini Afrianti)

Diakui peneliti yang kini resmi bergelar doktor itu, jika remaja memang populasi yang rentan terhadap kecanduan internet. Itu terjadi karena beberapa faktor seperti keinginan aktualisasi diri, teman sebaya jadi figur penting, pembentukkan identitas diri, beban akademis hingga rasa ingin tahu yang tinggi.

"31,4 Persen adiksi internet di Jakarta. Nggak ada angka nasional saat ini, karena dianggap Jakarta bisa mewakili Indonesia sebenarnya," ungkapnya.

baca juga

Adapun metode penelitian menggunakan simple random sampling atau metode acak jadi bisa dipastikan angka cukup akurat dan bisa mewakili Jakarta, dengan tingkat sensitivitas tinggi yakni 96 persen. Sedangkan subjek merupakan remaja dengan kisaran usia 10 sampai 20 tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anak SD Tewas Lompat dari Gedung Sekolah Setelah Dihina Guru

Anak SD Tewas Lompat dari Gedung Sekolah Setelah Dihina Guru

News | Senin, 18 November 2019 | 15:12 WIB

Bukan Dipasung, Ini Cara Terbaik Dukung Pasien Gangguan Jiwa

Bukan Dipasung, Ini Cara Terbaik Dukung Pasien Gangguan Jiwa

Health | Kamis, 14 November 2019 | 11:08 WIB

Gadis Remaja Tewas Gantung Diri, Sempat Tolak Perintah Ibunya Cuci Baju

Gadis Remaja Tewas Gantung Diri, Sempat Tolak Perintah Ibunya Cuci Baju

Jabar | Selasa, 12 November 2019 | 13:41 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×