Guru Sebut Muridnya Lonte, Ini Sikap yang Harus Diambil Orangtua!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Senin, 20 Januari 2020 | 15:57 WIB
Guru Sebut Muridnya Lonte, Ini Sikap yang Harus Diambil Orangtua!
Ilustrasi bullying (shutterstock)

Suara.com - Seorang siswi SMK di Kabupaten Kepulauan Anambas berinisial AR enggan masuk sekolah setelah dikatai "lonte" atau pekerja seks oleh guru agamanya sendiri. Kasus ini pun sempat menjadi perbincangan di media sosial.

Kejadian ini bermula ketika AR pulang sekolah menggunakan kapal penyeberangan roro bersama teman-teman dan gurunya. Saat itu AR duduk berboncengan di atas motor bersama teman laki-lakinya.

Gurunya pun langsung meneriakkinya dengan sebutan lonte. Ucapan sang guru pun membuat AR menangis sepanjang perjalanan dan enggan berangkat sekolah.

"Di atas roro anak saya duduk berboncengan di atas sepeda motor dengan temannya. Motor tersebut punya anak saya, yang bawa teman laki-laki satu sekolah dan dekat tempat tinggal. Saat bercerita tersebut, gurunya yang juga ada di kapal roro tersebut langsung meneriaki AR 'Kamu macam lonte'," tutur RM, orangtua AR, Jumat (17/1/2020).

Ucapan seorang guru menggunakan kata-kata "lonte" ini tentu memberikan dampak psikis terhadap AR. Inhastuti Sugiasih, psikolog anak pun berpendapat demikian.

Ilustrasi stop bullying. [Shutterstock]
Ilustrasi stop bullying. [Shutterstock]

Inhastuti Sugiarti berpendapat tindakan itu termasuk dalam kekerasan verbal terhadap anak remaja yang masih dalam masa pembentukan indentitas diri.

"Dampaknya ya anak akan memandang bahwa dirinya buruk karena disebut lonte tadi itu kan. Lalu dia akan menarik diri dari lingkungan sosialnya," kata Inhastuti Sugiasih saat dihubungi oleh Suara.com, Senin (20/1/2020).

Dalam kondisi ini, orangtua tentunya tidak bisa berjalan sendiri untuk memotivasi dan membujuk anaknya agar mau kembali ke sekolah.

Karena, hal ini bisa saja menimbulkan tindakan bullying jika tidak ada mediasi atau penyelesaian oleh kedua belah pihak.

"Ya penyelesaian masalah ini harus ada mediasi kedua belah pihak, dari sekolahan dan orangtua," jelas Inhastuti Sugiasih.

Cara lain mengatasi hal ini, orangtua bisa memindahkan anak ke sekolah lain untuk memberinya lingkungan baru agar tidak berlarut menarik diri dari lingkungan sosial.

Tetapi, cara ini mungkin tidak akan berhasil sepenuhnya jika kasus sudah menyebar dan tidak ada penyelesaian dari kedua belah pihak. Dalam hal ini, Inhastuti berpendapat perlu ada sikap untuk menghapus citra buruk sang murid yang disebut "lonte".

"Karena kalau gurunya tidak minta maaf itu bisa membuat lingkungannya ikut membully lonte," ujarnya.

Di sisi lain, orangtua jika tidak bisa berjalan sendiri memotivasi dan memaksa anak agar tetap sekolah serta melupakan ucapan gurunya.

Karena, anak yang tidak siap dan sanggup menerima bullying mungkin saja melakukan hal-hal yang tidak diinginkan, seperti depresi dan bunuh diri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh Guru Sebut Muridnya "Lonte", Psikolog Anak Ungkap Dampaknya!

Heboh Guru Sebut Muridnya "Lonte", Psikolog Anak Ungkap Dampaknya!

Health | Senin, 20 Januari 2020 | 15:41 WIB

Dikatai Lonte sama Guru Agama, Siswi SMK Anambas Stress Berhenti Sekolah

Dikatai Lonte sama Guru Agama, Siswi SMK Anambas Stress Berhenti Sekolah

News | Sabtu, 18 Januari 2020 | 08:46 WIB

Korban Bullying, Juara Kontes Kecantikan Ini Pernah Dilempari Batu

Korban Bullying, Juara Kontes Kecantikan Ini Pernah Dilempari Batu

Lifestyle | Kamis, 16 Januari 2020 | 13:52 WIB

Terkini

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB