Sering Pakai Vape, Wanita ini Alami Pembengkakan Tenggorokan

Kamis, 06 Februari 2020 | 17:54 WIB
Sering Pakai Vape, Wanita ini Alami Pembengkakan Tenggorokan
Vape, Salah Satu Produk Tembakau Alternatif. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang gadis remaja mengalami pembengkakan tenggorokan yang mengancam jiwa akibat penggunaan vaping. Akibat kejadian ini, para ahli pun memeringatkan penggunaan vaping.

Mulanya, pasien yang tidak ingin disebutkan namanya ini mengeluh rasanya seperti bernapa melalui sedotan. Ia juga berhenti makan karena kesulitan menelan.

Menurut petugas medis di Children's National Hospital di Washington DC, sebelumnya wanita ini tidak pernah menderita asma atau penyakit pernapasan lain.

Tapi, wanita ini merasa kondisinya memburuk selama beberapa minggu. Suatu pagi, ia pun mulai kehilangan suaranya dan seolah-olah ada makanan bersarang di tenggorokannya.

Dokter lantas memberinya antihistamin karena diduga mengalami alergi, tetapi obat itu tak meringankan gejalanya.

Sales Promotin Girl dari STIG menunjukkan salah satu produk pada acara "Vape Fair" di JCC, Jakarta, Sabtu (7/9). (Suara.com/Angga Budhiyanto)
Sales Promotin Girl dari STIG menunjukkan salah satu produk pada acara "Vape Fair" di JCC, Jakarta, Sabtu (7/9). (Suara.com/Angga Budhiyanto)

Beberapa hari kemudian, ia pergi ke unit gawat darurat dan diresepkan obat anti-inflamasi selama 3 hari. Saat itu ia mulai merasa membaik, tetapi napasnya kembali terganggu setelah beberapa hari.

Akhirnya, ia pergi ke A&E dengan keluhan gangguan pernapasan akut dan kesulitan menelan makanan. Ia pun dipindahkan ke Rumah Sakit Nasional Anak untuk tes medis lebih lanjut.

Hasil pemeriksaan mengungkapkan tenggorokannya bengkak dan jalan napasnya terhambat oleh lendir berwarna hijau gelap yang tebal.

Dokter mengira ia memiliki infeksi sehingga timmedis menguji sejumlah pantogen pernapasan, termasuk influenza. Tetapi, semua hasil tes medisnya negatif.

Baca Juga: Top 5 Kesehatan: Kanker Paru Meningkat, Daftar 25 Negara Terinfeksi Corona

Setelah seminggu di rumah sakit, kondisi remaja itu mulai membaik dan sempat dipulangkan. Tetapi, tak lama kemudian ia kembali ke rumah sakit.

Hasil biopsi tidak menunjukkan adanya infeksi jamur, bakteri atau virus. Lantas remaja itu mengaku memiliki kebiasaan menggunakan e-rokok atau vape. Ia selalu menggunakannya 3 hingga 5 kali sehari selama 2 bulan sebelum mengalami gejala.

Kebiasaan merokok menggunakan vape atau e-rokok itulah yang telah memengaruhi kondisi kesehatan remaja tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI