Wabah SARS Dapat Menyebar melalui Pipa, Apakah COVID-19 Juga Sama?

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Senin, 17 Februari 2020 | 14:10 WIB
Wabah SARS Dapat Menyebar melalui Pipa, Apakah COVID-19 Juga Sama?
Ilustrasi pipa air. (Shutterstock)

Suara.com - Pada Selasa (11/2/2020) minggu lalu, dua penghuni gedung apartemen di Hong Kong dinyatakan terinfeksi virus corona baru atau COVID-19 meski mereka tinggal di lantai yang jauh berbeda.

Hal ini pun memicu kekhawatiran dan pertanyaan apakah virus tersebut dapat menyebar melalui infrastruktur bangunan, contohnya pipa. Sebab saat diperiksa pihak berwajib, diketahui ada pipa yang tidak ditutup di kamar mandi orang kedua yang terinfeksi.

Akibatnya, pejabat setempat mengevakuasi dan mengkarantina 100 orang lebih yang tinggal di apartemen di daerah Tsing Yi itu. Dan sekarang mereka sedang menyelidiki bagaimana tepatnya virus tersebut bisa menular antar kedua penghuni.

Dahulu, saat merebaknya wabah SARS pada 2003, ditemukan virus corona kemungkinan dapat menular melalui pipa yang rusak dalam sebuah apartemen Amoy Gardens di Hong Kong.

Ini terjadi karena virus corona SARS dapat masuk ke kotoran manusia.

Virus Corona Covid-19 masih menjadi momok di China, dengan jumlah korban terus mengalami peningkatan. (Shutterstock)
Virus Corona Covid-19 masih menjadi momok di China, dengan jumlah korban terus mengalami peningkatan. (Shutterstock)

Pipa yang membawa limbah mentah (kotoran manusia) biasanya berada di tempat yang terpisah, tetapi jika ada kebocoran atau pipa rusak, hal ini dapat membuat orang-orang terpapar.

Misalnya, sistem perpipaan yang salah dapat memungkinkan virus berada di udara atau aerosol setelah keluar dari pipa, kata Dr. Amesh Adalja, spesialis penyakit menular dan seorang sarjana senior di Johns Hopkins Center for Health Security di Baltimore.

"Ketika kamar mandi digunakan, dengan pintu tertutup dan kipas angin dihidupkan, mungkin ada tekanan negatif untuk mengekstrak tetesan yang terkontaminasi ke dalam kamar mandi," kata Yeoh Eng-kiong, sekretaris kesehatan, kesejahteraan dan makanan Hong Kong.

"Tetesan yang terkontaminasi kemudian dapat tersimpan di berbagai permukaan seperti karpet, handuk, perlengkapan mandi dan peralatan kamar mandi lainnya," sambungnya, dilansir Live Science.

Pada COVID-19, peneliti juga menemukan virus terdapat dalam kotoran pasien yang terinfeksi, menunjukkan virus mungkin dapat menyebar melalui kontaminasi tinja. Dan virus dapat menyebabkan gejala masalah perut, seperti diare dan mual.

Namun, jika virus corona dapat menyebar melalui pipa, itu bukan metode penularan yang umum, kata Adalja. Cara paling umum virus ini ditularkan adalah melalui tetesan pernapasan yang dihasilkan dari batuk dan bersin, tambahnya.

Setelah mengevakuasi warga dari gedung Tsing Yi, para pejabat mengatakan lima warga lain yang menunjukkan gejala mirip flu dinyatakan negatif untuk COVID-19. Investigasi awal dari sistem pipa bangunan pun menunjukkan sistemnya dirancang secara baik, lapor Reuters.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bikin Geger, Buku Terbitan Tahun 1981 Diklaim Sudah Prediksi Virus Corona

Bikin Geger, Buku Terbitan Tahun 1981 Diklaim Sudah Prediksi Virus Corona

News | Kamis, 01 Januari 1970 | 07:00 WIB

Perawat Ikut Terinfeksi, RS di Jepang Hentikan Terima Pasien Corona

Perawat Ikut Terinfeksi, RS di Jepang Hentikan Terima Pasien Corona

News | Senin, 17 Februari 2020 | 13:59 WIB

Komponen Aman dari COVID-19, Pabrik Honda di China Buka Hari Ini

Komponen Aman dari COVID-19, Pabrik Honda di China Buka Hari Ini

Otomotif | Senin, 17 Februari 2020 | 12:55 WIB

Terkini

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Health | Senin, 27 April 2026 | 12:52 WIB

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Health | Senin, 27 April 2026 | 11:14 WIB

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Health | Minggu, 26 April 2026 | 19:17 WIB

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 12:21 WIB

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 11:28 WIB

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 17:38 WIB

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Health | Kamis, 23 April 2026 | 18:14 WIB