Makan Junk Food 2 Minggu, Mahasiswa Ini Merasa Perutnya Mau Meledak

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 26 Februari 2020 | 11:46 WIB
Makan Junk Food 2 Minggu, Mahasiswa Ini Merasa Perutnya Mau Meledak
Ilustrasi junk food. (shutterstock)

Suara.com - Seorang mahasiswa merasa ususnya seperti akan pecah setelah bereksperimen mengonsumsi makanan cepat saji atau junk food selama 2 minggu.

Marc Cox, seorang mahasiswa yang tinggal di Corsby ini berusaha mengambil tantangan untuk mengonsumsi junk food selama 2 minggu. Ia mencobanya bersama sekelompok anak usia 18 sampai 25 tahun.

Marc melakukan ini sebagai bagian dalam BBC One Documentary untuk melihat dampak makanan cepat saji pada orang dewasa seiring berjalannya waktu.

Mahasiswa yang mengalami jurusan psikolog ini mengaku harus mengonsumsi makanan cepat saji sebanyak 2 kali dalam sehari, yakni makan siang dan malam.

Marc pun sempat menjalani pemeriksaan medis sebelum sampai sesudah menjalani tantangan konsumsi makanan cepat saji selama 2 minggu.

Pemeriksaan medis itu memerhatikan kadar gula darah, persentase lemak tubuh, bakteri usus, kondisi mental hingga ketajaman kognitifnya sebelum dan sesudah mengonsumsi makanan cepat saji.

Ilustrasi junk food. (shutterstock)
Ilustrasi junk food. (shutterstock)

Marc mengaku kondisinya baik-baik saja ssaat awal menjalani eksperimen. Tetapi, kondisinya mendadak berubah setelah beberapa hari menjalaninya.

"Awalnya baik-baik saja. Kemudian hari kelima, saya merasa sangat lesu dan lelah," kata Marc dikutip dari Mirror.

Ia mengaku harus mengonsumsi junk food, seperti kebab atau burger di malam hari dan siang hari. Bahkan ia sempat berpikir akan jatuh sakit akibat pola makannya.

baca juga

Sampai akhirnya di hari ke-10, Marc mulai tidak bertenaga untuk bangun dari tempat tidur karena merasa berat dan penuh. Ia masih berusaha masuk kelas, tetapi ia juga selalu tertidur selama pelajaran.

"Saya masih pergi ke universita, tetapi saya tertidur selama kuliah dan tidak mendengarkan materi dengan benar. Aku hampir menyerah dengan percobaan ini karena perutku terasa seperti akan meledak," jelasnya.

Selain perutnya, Marc juga merasa makanan cepat saji telah menyebabkan masalah kulit. Kulit wajahnya terdapat bercak-bercak berminyak yang diyakini akibat pola makannya.

Sehingga Marc memutuskan pergi facial untuk perawatan kulit wajahnya. Ia merasa efek konsumsi junk food pada kulit dan tubhnya hanya dalam rentang waktu beberapa minggu.

Pada akhir percobaan, peserta pun melakukan tes kesehatan lagi. Saat itu kadar gula darah Marc terbukti tinggi dan makanan ini telah memengaruhi kesehatan mentalnya.

"Pada akhir percobaan itu, kami harus melakukan tes lagi dan saya hanya mengalami kenaikan berat badan sedikit. Tetapi, kondisi saya tidak baik secara mental dan gula darah tinggi," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peneliti Temukan Alasan Sulit Berhenti Makan Junk Food & Makanan Manis

Peneliti Temukan Alasan Sulit Berhenti Makan Junk Food & Makanan Manis

Health | Rabu, 26 Februari 2020 | 05:10 WIB

Makan Junk Food Seminggu, Ini Dampaknya pada Otak Anda!

Makan Junk Food Seminggu, Ini Dampaknya pada Otak Anda!

Health | Selasa, 25 Februari 2020 | 13:59 WIB

Ikuti Pijatan Perut 2 Menit untuk Atasi Masalah Pencernaan, Coba Sekarang!

Ikuti Pijatan Perut 2 Menit untuk Atasi Masalah Pencernaan, Coba Sekarang!

Health | Jum'at, 21 Februari 2020 | 13:50 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×