Pengguna KRL Pasti ODP Virus Corona? Dokter: Tidak Bisa Demikian

M. Reza Sulaiman | Frieda Isyana Putri | Suara.com

Rabu, 25 Maret 2020 | 16:10 WIB
Pengguna KRL Pasti ODP Virus Corona? Dokter: Tidak Bisa Demikian
Ilustrasi pengguna KRL saat wabah virus Corona Covid-19. (Suara.com/Muhammad Yasir)

Suara.com - Pengguna KRL Pasti ODP Virus Corona? Dokter: Tidak Bisa Demikian

Seorang warganet bernama Zul baru-baru ini viral di media sosial Twitter lantaran datanya sebagai orang dalam pemantauan (ODP) virus corona Covid-19 tersebar luas di media sosial.

Kepada Suara.com, ia mengaku bahwa langsung ditetapkan sebagai ODP karena berstatus sebagai penumpang aktif KRL jurusan Bogor-Jakarta Kota untuk bekerja, selain karena ia juga memiliki gejala seperti demam, batuk, dan flu.

"Pas gua dapet status ODP, gua inget banget dokternya ngomong gini 'Semua yang naik KRL itu statusnya ODP, bahkan semua tenaga medis di sini juga ODP, jadi mas istirahat aja di rumah ya jangan ke mana-mana'" tulisnya dalam utas di akun Twitter-nya, @uky_uky, seperti dikutip Suara.com pada Rabu (25/3/2020).

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta menyebut KRL jurusan Bogor-Jakarta Kota sebagai salah satu tempat berisiko tinggi penularan virus corona. Namun menurut Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Dr. dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, dengan menjadi penumpang aktif tak serta-merta seseorang bisa dikategorikan sebagai ODP.

"Tidak bisa demikian, saya sih nggak bisa bilang gitu. Sekarang ini belum bisa dibilang langsung ODP. Kenapa? Karena basicnya ODP itu kan mesti ada kontak (dengan pasien positif)," kata dr Ari melalui sambungan telepon pada Suara.com.

Ia menyebut Zul belum jelas kontak riwayatnya, walau meskipun bisa saja naik KRL berdesak-desakkan berpotensi terjadinya penularan. Walau secara prinsip memang dengan kondisi seperti ini, orang dengan gejala demam, batuk, atau pilek biasanya sudah dicurigai tertular Covid-19.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa dalam KRL kita belum tahu apakah teman atau sebelah kita positif, sehingga ada risiko close contact.

"Cuma kan masalahnya kita nggak tau ada yang positif atau nggak di situ," imbuhnya.

Status Zul yang kesal atas kebocoran data pasien Covid-19
Status Zul yang kesal atas kebocoran data pasien Covid-19

dr Ari menjelaskan bahwa ketika ia berpraktik pun apabila ada pasien mengeluhkan demam, ia langsung menganjurkan untuk diperiksa darah dan rontgen. Jika gejalanya mengalami perburukan, maka pasien tersebut harus segera dirawat ke rumah sakit.

Menurut Panduan Kesehatan Masyarakat untuk Covid-19 dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, seseorang bisa dimasukkan dalam kategori ODP apabila memenuhi syarat-syarat berikut ini:

1. Orang yang mengalami demam di atas 38 derajat celsius atau riwayat demam, atau gejala gangguan sistem pernapasan seperti pilek/sakit tenggorokan/batuk DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah yang melaporkan transmisi lokal.

2. Orang yang mengalami gangguan sistem pernapasan seperti pilek/sakit tenggorokan/batuk DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi atau probabel Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perawat Tidur di RS karena Diusir Warga, Jubir COVID-19: Lapor ke Pemda!

Perawat Tidur di RS karena Diusir Warga, Jubir COVID-19: Lapor ke Pemda!

News | Rabu, 25 Maret 2020 | 15:21 WIB

Jenazah Positif Corona di Jakarta Dilarang Dibawa Keluar Daerah

Jenazah Positif Corona di Jakarta Dilarang Dibawa Keluar Daerah

News | Rabu, 25 Maret 2020 | 15:14 WIB

Pandemi Virus Corona Covid-19, Yuk Sehatkan Paru-Paru dengan 5 Makanan Ini!

Pandemi Virus Corona Covid-19, Yuk Sehatkan Paru-Paru dengan 5 Makanan Ini!

Health | Rabu, 25 Maret 2020 | 14:16 WIB

Terkini

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB