Terungkap, Ini Sebab Para Ilmuwan Sulit Cegah Paparan Corona Covid-19

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Kamis, 07 Mei 2020 | 21:08 WIB
Terungkap, Ini Sebab Para Ilmuwan Sulit Cegah Paparan Corona Covid-19
COVID-19 mampu membajak sel inang untuk mereplikasi, menciptakan ribuan salinannya sendiri hingga sel inang kewalahan dan secara efektif membunuh dirinya sendiri [NIAID].

Suara.com - Hingga kini para peneliti masih terus mencari tahu awal mula penyebaran virus corona atau Covid-19. Hal ini pula yang menurut Chief Finansial DNA Designer yang juga ahli virus di Jepang David Chen, menjadi tantangan dalam memutus mata rantai virus yang seringkali mematikan itu. 

Dalam siaran langsung Instagram bersama akun Jouska_id, Kamis (7/5/2020), David mencoba membandingkan Covid-19 penyakit SARS tahun 2012 dan MERS di Hong Kong, 2002.

"Kita tahu virus sangat suka di kelelawar, tempat virus bernaung. Dia gak akan dibunuh oleh sistem imun kelelawar. Tapi sekitar 40-50 tahun lalu dia udah keluar dari kelelawar mencari suatu hewan baru yang kita belum tahu,"kata David.

Penampakan virus corona baru (COVID-19), credit: NIAID-RML
Penampakan virus corona baru (COVID-19), credit: NIAID-RML

Ia menjelaskan pada kedua penyakit tersebut para peneliti bisa cepat menemukan hewan X yang menjadi tempat mutasi virus yang sebelumnya berasal dari kelelawar.

David memaparkan bahwa dalam kasus MERS diketahui penyebaran dari unta, sedangkan kasus SARS di Hong Kong berasal dari musang.

"Karena kita ketemunya cepat, jadi kita bisa memutus kontak hewan dengan manusia jadi tidak terjadi penyebaran lebih lanjut. Sama juga ini mirip dengan flu burung yang penyebarannya unggas. Salah satu yang bisa kita lakukan adalah memutus kontak manusia dengan hewan. Tidak terjadi penularan lagi itu yang penting," paparnya.

Namun yang menjadi kendala pada kasus Covid-19, menurut David, hingga saat ini peneliti belum bisa menemukan hewan X tempat virus bermutasi dan terdapat kontak dengan manusia.

Meski disebut mirip dengan penyakit SARS, David mengatakan bahwa SARS COV-2, yang menjadi virus penyebab Covid-19, memiliki karekter berbeda.

"Kalau SARS dia harus bergejala berat dulu baru bisa menularkan. Jadi kalau baru pusing-pusing sedikit sudah diisolasi, dia aman tidak akan menyebarkan ke orang lain," jelasnya.

Sementara virus Covid-19 mampu menyebar tanpa menimbulkan gejala teehadap orang yang telah terinfeksi. "Virus ini bisa menyebar tanpa gejala. Ini yang sangat merepotkan kita. Kalau terlihat baik-baik saja kalian juga bisa menularkan," ucapnya.

Meski begitu, menurutnya, pemutusan rantai virus bisa dilakukan jika memang manusia mematuhi aturan menjaga jarak. Ia menjelaskan bahwa pada dasarnya virus merupakan benda tak hidup.

Berbeda dengan bakteri, virus memerlukan sel tubuh manusia atau hewan untuk bisa bertahan hidul dan berkembang biak. Sehingga, salah satu cara mencegah penyebaran ialah dengan mematuhi segala protokol kesehatan, seperti cuci tangan, dan jaga jarak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peneliti: Kelelawar dan Virus Corona Sudah Terkait Selama Jutaan Tahun

Peneliti: Kelelawar dan Virus Corona Sudah Terkait Selama Jutaan Tahun

Health | Senin, 27 April 2020 | 21:15 WIB

Ditemukan Spesies Baru Kelelawar, Sepupu Jauh Penyebab Covid-19

Ditemukan Spesies Baru Kelelawar, Sepupu Jauh Penyebab Covid-19

Tekno | Jum'at, 24 April 2020 | 14:09 WIB

Ilmuwan Klaim Anjing Liar Pemakan Kelelawar Picu Penularan Corona Covid-19

Ilmuwan Klaim Anjing Liar Pemakan Kelelawar Picu Penularan Corona Covid-19

Health | Jum'at, 17 April 2020 | 16:20 WIB

Terkini

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:56 WIB