Daftar Obat yang Diberikan Rumah Sakit Pada Pasien Covid-19 di Indonesia

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 19 Mei 2020 | 15:58 WIB
Daftar Obat yang Diberikan Rumah Sakit Pada Pasien Covid-19 di Indonesia
Merawat pasien COVID-19 di Italia. [Miguel Medina/AFP]

Suara.com - Daftar Obat yang Diberikan Rumah Sakit Pada Pasien Covid-19 di Indonesia

Belum lama ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menerbitkan e-book bertajuk 'Informatorium Obat Covid-19' yang di dalamnya berisi informasi obat yang digunakan untuk pengobatan Covid-19 di Indonesia.

Informasi ini pada dasarnya ditujukan untuk tenaga kesehatan dan dapat dimanfaatkan oleh pihak terkait. Dalam e-book tersebut juga dijelaskan tata laksana pengobatan pasien Covid-19 disusun oleh Perhimpunan Dokter Paru Indonessia (PDPI).

"Meskipun kondisi saat ini mengharuskan kita tinggal dan bekerja dari rumah, saya mengajak seluruh jajaran Badan POM untuk selalu alert dan waspada. Serta mengikuti perkembangan obat dan pengobatan secara global," ujar Kepala BPOM Penny K Lukito saat peluncuran e-book beberapa waktu lalu.

Pengobatan ini didasarkan pada tingkat keparahan gejala Covid-19, dari mulai tanpa gejala, gejala ringan, sedang, dan berat.

Pasien Covid-19 tanpa gejala mendapat terapi pengobatan berupa Vitamin C, 3 x 1 tablet  selama 14 hari. Lalu bagaimana denga pasien gejalaa ringan, sedang hingga berat? Berikut rinciannya sesuai tabel Tata Laksana Pasien Covid-19 PDPI;

Gejala ringan, terapi pengobatannya:
- Vitamin C, 3 x 1 tablet (untuk 14 hari).
- Klorokuin fosfat, 2 x 500 mg (untuk 5 hari) atau Hidroklorokuin, 1 x 400 mg (untuk 5 hari).
- Azitromisin, 1 x 500 mg (untuk 3 hari).
- Simtomatis (parasetamol dan lain-lain).
- Bila diperlukan dapat diberikan Antivirus: osetamivir, 2 x 75 mg atau faviparavir (Avigan), 2 x 600 mg (untuk 5 hari).

Gejala sedang, terapi pengobatannya:
- Vitamin C diberikan secara IV selama perawatan
- Klorokuin fosfat 2 x 500 mg (untuk 5 hari) atau Hidroklorokuin dosis 1 x 500 mg (untuk 3 hari).
- Azitromisin, 1 x 500 mg (untuk 3 hari).
- Antivirus: osetamivir, 2 x 75 mg atau f faviparavir (Avigan), 2 x 1600 mg hari ke-1 dan selanjutnya 2 x 600 mg (hari ke-2 hingga ke-5).
- Simtomatis (parasetamol dan lain-lain).

Gejala berat, terapi pengobatannya:
- Klorokuin fosfat 2 x 500 mg per hari (hari ke-1 sampai ke-3) dilanjutkan 2 x 250 mg (hari ke-4 hingga ke-10) atau Hidroklorokuin dosis 1 x 400 mg (untuk 5 hari).
- Azitromisin, 1 x 500 mg (untuk 3 hari).
- Antivirus: osetamivir, 2 x 75 mg atau faviparavir (Avigan), 2 x 1600 mg hari ke-1 dan selanjutnya 2 x 600 mg (hari ke-2 hingga ke-5).
- Vitamin C diberikan secara IV selama perawatan.
- Diberikan obat suportif lainnya.
- Pengobatan komorbid atau penyakit penyerta yang sudah lebih dulu dimiliki pasien seperti jantung, diabetes, hipertensi, ginjal, gangguan pernapasan akut dan sebagainya.

baca juga

Ingat bahwa terapi obat ini hanya boleh diberikan dalam pengawasan dokter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dipulangkan Pihak Rumah Sakit, Pasien Covid-19 Meninggal di Halte

Dipulangkan Pihak Rumah Sakit, Pasien Covid-19 Meninggal di Halte

News | Selasa, 19 Mei 2020 | 14:01 WIB

Waspada! 80% Pasien Covid-19 di Kabupaten Bantul Tidak Bergejala

Waspada! 80% Pasien Covid-19 di Kabupaten Bantul Tidak Bergejala

Jogja | Senin, 18 Mei 2020 | 19:00 WIB

Ngeyel, Pasutri Positif Covid-19 Menolak Dibawa ke Rumah Sakit

Ngeyel, Pasutri Positif Covid-19 Menolak Dibawa ke Rumah Sakit

Video | Senin, 18 Mei 2020 | 14:05 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×