Studi di AS: Plasma Darah Pasien Sembuh Bisa Ringankan Gejala Covid-19

Risna Halidi

Sabtu, 23 Mei 2020 | 19:52 WIB
Studi di AS: Plasma Darah Pasien Sembuh Bisa Ringankan Gejala Covid-19
Plasma darah hasil donor. (Shutterstock)

Suara.com - Studi di AS: Plasma Darah Pasien Sembuh Bisa Ringankan Gejala Covid-19

Kondisi tubuh pasien Covid-19 dengan gejala penyakit parah menjadi lebih stabil dan tidak banyak membutuhkan bantuan oksigen apabila diberikan plasma darah pasien yang telah sembuh.

Hal tersebut berdasarkan laporan hasil beberapa penelitian di Amerika Serikat yang disiarkan, Jumat (22/5) kemarin.

Hasil awal itu diketahui saat peneliti membandingkan kondisi tubuh pasien penerima plasma darah dengan mereka yang tidak.

Kajian itu menunjukkan adanya tren kelangsungan hidup yang lebih positif.

Namun, hasil kajian itu tidak dapat diterapkan pada pasien dengan bantuan alat pernapasan karena jumlah pasien yang diteliti masih cukup sedikit, kata peneliti Mt. Sinai Medical Center, New York.

Mt. Sinai menganalisis kondisi tubuh 39 pasienn Covid-19 dengan gejala sakit parah setelah mereka menerima transfusi plasma darah. Kondisi tubuh pasien itu dibandingkan dengan pasien lain dengan gejala penyakit serupa.

"Penelitian ini merupakan kajian terkontrol retrospektif (berlaku surut). Kajian ini tidak memiliki landasan kuat dari sampel pasien yang dipilih secara acak sehingga masih banyak yang perlu kami lakukan," kata ahli penyakit menular Mt. Sinai sekaligus kepala peneliti, dr Nicole Bouvier.

"Kajian kami memberi harapan plasma darah dapat jadi pengobatan yang efektif," kata dia.

baca juga

Hampir 70 persen dari 39 pasien menghirup oksigen beraliran tinggi, sementara 10 persen pasien yang diteliti memakai alat bantuan pernapasan/ventilator.

Setelah dua minggu pasien menerima transfusi plasma darah, hanya 18 persen dari mereka yang gejala penyakitnya tambah parah. Sementara itu, untuk pasien tanpa transfusi plasma darah, 24 persen dari jumlah keseluruhan mengaku kondisi kesehatannya memburuk.

Per 1 Mei, hampir 13 persen para penerima plasma meninggal dunia, tetapi angka itu masih lebih rendah apabila dibandingkan mereka yang tidak menerima plasma darah. Tingkat kematian pasien tanpa plasma darah mencapai 24 persen.

Sementara itu, tingkat kesembuhan pasien yang menerima transfusi plasma darah mencapai 72 persen, lebih tinggi daripada mereka yang tidak menerima plasma darah, sebanyak 67 persen.

Tubuh pasien Covid-19 yang telah sembuh umumnya memiliki antibodi, protein dari sistem kekebalan tubuh, yang terkandung dalam darah. Antibodi berfungsi melawan virus. Peneliti mengambil darah dari pasien sembuh itu kemudian memisahkan antibodi dengan komponen darah lainnya.

Plasma darah yang mengandung antibodi pasien sembuh kemudian diberikan ke pasien Covid-19. Zat itu banyak disebut dengan "plasma penyembuh" (convalescent plasma).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Dikunjungi Keluarga Saat Lebaran, Jadi Masalah Psikologis Pasien Covid

Tak Dikunjungi Keluarga Saat Lebaran, Jadi Masalah Psikologis Pasien Covid

News | Sabtu, 23 Mei 2020 | 18:20 WIB

Studi: Hidroksiklorokuin & Klorokuin Tidak Bermanfaat bagi Pasien Covid-19

Studi: Hidroksiklorokuin & Klorokuin Tidak Bermanfaat bagi Pasien Covid-19

Health | Sabtu, 23 Mei 2020 | 09:01 WIB

109 Tenaga Kesehatan di Sumsel Dipecat karena Tak Mau Rawat Pasien Covid-19

109 Tenaga Kesehatan di Sumsel Dipecat karena Tak Mau Rawat Pasien Covid-19

Health | Jum'at, 22 Mei 2020 | 17:05 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×