Dwi Sasono Pakai Ganja Karena Sulit Tidur, Ini Faktanya

Vania Rossa, Dinda Rachmawati

Senin, 01 Juni 2020 | 15:45 WIB
Dwi Sasono Pakai Ganja Karena Sulit Tidur, Ini Faktanya
Dwi Sasono [Suara.com/Dendi Afriyan].

Suara.com - Aktor Dwi Sasono terbukti menggunakan narkoba jenis ganja. Ia diamankan di rumahnya yang berlokasi di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan, pada Selasa, 26 Mei 2020.

Dari hasil penggeledahan di rumah Dwi Sasono, ditemukan ganja seberat 16 gram yang disembunyikan di atas lemari. Kepada penyidik, suami Widi Mulia itu menjelaskan motif mengonsumsi barang haram tersebut.

“Mengisi kekosongan waktu,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus dalam konferensi pers yang digelar di Polres Jakarta Selatan, Senin (1/6/2020).

Alasan lainnya adalah kendala yang dialami Dwi Sasono yang mengaku sulit tidur beberapa bulan belakangan ini selama pandemi virus corona atau COVID-19.

Terkait hal tersebut, banyak orang memang menganggap jika ganja (cannabis sativa) memiliki efek yang membuat lebih mudah tertidur. Sehingga, tak sedikit orang yang mengalami masalah susah tidur, lalu mulai mencoba menggunakannya.

Namun, apakah anggapan tersebut benar?

Dilansir dari The Sleep Doctor, ganja memang dapat membantu insomnia dan masalah tidur lain. Hal inilah yang membuat ganja digunakan selama berabad-abad sebagai bantuan tidur.

Dalam sebuah penelitian ilmiah kontemporer, diketahui jika ganja memiliki efek relaksasi dan obat penenang yang secara khusus, membuat tidur menjadi lebih mudah.

Bahkan, satu penelitian baru-baru ini menemukan bahwa ganja dapat mempersingkat waktu yang diperlukan untuk seseorang tertidur, baik untuk orang dengan masalah tidur dan orang yang tertidur tanpa kesulitan.
Di antara orang-orang dengan kesulitan aktif tertidur, penggunaan ganja menghasilkan rata-rata 30 menit lebih sedikit dari waktu biasanya. Penelitian ini juga melibatkan sekelompok orang yang dapat tertidur tanpa kesulitan. Di antara kelompok ini, ganja membantu mereka tertidur lebih cepat, dalam 15 menit.

baca juga

Hal ini kemungkinan karena ganja mengandung banyak bahan kimia alami yang memengaruhi kualitas dan siklus tidur.

Para ilmuwan telah mengidentifikasi lebih dari 100 kanabinoid di pabrik kanabis. Banyak yang sedang dipelajari untuk manfaat tidur dan kondisi kesehatan lainnya, termasuk kondisi psikologis seperti depresi dan kecemasan, penyakit neurodegeneratif seperti alzheimer dan parkinson, gangguan kejang, berbagai bentuk kanker, dan nyeri kronis.

Ada tiga kandungan aktif dari cannabinoid paling terkenal yang memiliki efek pada tidur, di antaranya ialah:

1. THC

Tetrahydrocannabinol atau THC adalah cannabinoid psikoaktif utama dalam ganja. THC adalah apa yang memberi efek 'high' yang terkait dengan penggunaan ganja. THC dapat meredakan nyeri, dan juga bermanfaat dalam mengurangi mual.

Penelitian menunjukkan THC memiliki efek sedatif, dan dapat membuat penggunanya lebih mudah tertidur. Ada juga bukti yang muncul yang menunjukkan bahwa THC dapat meningkatkan pernapasan selama tidur, yang membuat THC cocok sebagai terapi potensial dalam pengobatan apnea tidur obstruktif.

2.CBD

Cannabidiol atau CBD, adalah cannabinoid yang tidak mengubah pikiran dan meningkatkan relaksasi. CBD telah mendapatkan banyak perhatian karena kemampuannya untuk mengurangi kecemasan, menghilangkan rasa sakit, meningkatkan fokus mental, dan kejelasan.

Selain itu CBD juga memiliki kemampuan untuk mengurangi kantuk di siang hari dan meningkatkan kewaspadaan. Studi menunjukkan bahwa CBD mengurangi kecemasan tanpa mempengaruhi siklus tidur-bangun.

3. CBN

Cannabinol atau CBN adalah cannabinoid yang kurang terkenal dibandingkan CBD. Tampaknya memiliki efek sedatif yang kuat, yang dapat ditingkatkan ketika dikombinasikan dengan THC. CBN juga memiliki sifat anti-inflamasi yang menghilangkan rasa sakit. Studi menunjukkan CBN merangsang nafsu makan (sedangkan CBD, di sisi lain, berfungsi menekan nafsu makan). CBN ditemukan pada ganja yang lebih tua, ketika, seiring waktu, THC dikonversi secara alami menjadi CBN.

4. Terpene

Cannabinoid telah mendapatkan banyak perhatian sehubungan dengan manfaat potensial untuk tidur, suasana hati, rasa sakit, serta masalah kesehatan lainnya. Tapi terpene juga tampaknya memainkan peran yang cukup signifikan di dalam ganja, termasuk kemampuannya untuk mempengaruhi tidur.

Terpene adalah molekul kecil aromatik dalam ganja yang menciptakan aroma dan rasanya. Terpene tidak hanya ditemukan di ganja, tapi juga ditemukan di banyak tanaman, buah, dan bunga alami. Ada lebih dari 150 terpene berbeda yang telah diidentifikasi.

Kombinasi berbeda dari terpene dalam galur ganja yang berbedalah yang menciptakan rasa dan aroma yang berbeda. Mereka juga berkontribusi pada strain berbeda yang memiliki efek berbeda ketika kita mengonsumsinya. Ilmu pengetahuan menunjukkan terpene memiliki efek pada energi, suasana hati, kantuk, dan kewaspadaan.

Namun, berhati-hatilah. Sebab, ganja memiliki beberapa efek samping negatif yang juga perlu diperhatikan. khususnya untuk penggunaan mengatasi masalah tidur, yaitu:

1. Grogi pada hari berikutnya, terutama dengan penggunaan berlebihan dan atau tekanan THC tinggi.

2. Penggunaan THC konsentrasi tinggi yang berlebihan juga menyebabkan mulut kering, euforia, dan meningkatkan nafsu makan setelah proses pencernaan.

3. Setelah penggunaan jangka panjang akan menyebabkan gejala putus obat yang meliputi perubahan perasaan (kecemasan atau depresi), dan perubahan dalam tidur seperti sulit tidur dan mimpi buruk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dwi Sasono Rutin Konsumsi Ganja, Benarkah Bikin Ketergantungan?

Dwi Sasono Rutin Konsumsi Ganja, Benarkah Bikin Ketergantungan?

Health | Senin, 01 Juni 2020 | 15:35 WIB

Dikenal Harmonis, Begini Perjalanan Cinta Dwi Sasono dengan Widi Mulia

Dikenal Harmonis, Begini Perjalanan Cinta Dwi Sasono dengan Widi Mulia

Lifestyle | Senin, 01 Juni 2020 | 15:08 WIB

Dwi Sasono Diduga Konsumsi Ganja, Ini Dampaknya Bagi Tubuh

Dwi Sasono Diduga Konsumsi Ganja, Ini Dampaknya Bagi Tubuh

Health | Senin, 01 Juni 2020 | 15:10 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×