Masyarakat Diminta Melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk Untuk Cegah DBD

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 22 Juni 2020 | 17:35 WIB
Masyarakat Diminta Melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk Untuk Cegah DBD
Petugas melakukan pengasapan (fogging) di Kecamatan Kramat Jati, Jakarta, Kamis (17/11).

Suara.com - Masyarakat Diminta Melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk Untuk Cegah DBD

Penyakit demam berdarah atau DBD masih menjadi ancaman nyata di Indonesia. Bahkan sejak pandemi Covid-19, kasus DBD justru meningkat di sejumlah Kabupaten/Kota di Indonesia.

Kementerian Kesehatan mencatat total kasus DBD hingga Juni 2020 mencapai 68 ribu dengan penambahan rata-rata 100-500 orang per hari.

Diakui Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, bahwa pencegahan DBD di masa pandemi sulit dilakukan.

"Memang sejak Covid-19, upaya pengendalian DBD punya tiga tantangan. Pertama, kegiatan juru pemantau jentik atau jumantik tidak optimal. Kedua, karena bangunan atau banyak hotel, karena kita melaksanakan kebijakan kerja di rumah, jadi gedung banyak ditinggal. Tiga, masyarakat banyak di rumah, penting lakukan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) di rumah," kata Nadia dalam konferensi pers melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Senin (22/7/2020).

Ia menyampaikan bahwa jangan hanya protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang penting dilakukan. Tetapi juga harus dipastikan masyarakat lakukan PSN secara mandiri dengan benar untuk mencegah DBD.

"Jumantik punya keterbatasan mendatangi rumah warga. Jadi perlu lakukan penberantasan nyamuk. Perlu ada perhatian keluarga di rumah. Pastikan mencegah DBD dari rumah," ucapnya.

Ia mengingatkan metode 3M+ yang menjadi cara paling sederhana dalam pencegahan DBD. Yaitu dengan menutup dan menguras bak mandi juga mendaur ulang barang yang masih bisa digunakan.

"Plusnya banyak sekali, bisa memakai lotion, menutup rumah pakai kasa nyamuk. Dalam masa di rumah aja, sangat baik kita bisa memastikan rumah bebas sarang nyamuk. Selain tentunya ventilasi yang baik, tidak menumpuk baju karena nyamuk sangat senang, itu sifat nyamuk setelah menggigit ia akan bergelantungan," paparnya.

Pada kesempatan yang sama, ahli infeksi dan pedriati tropik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dr. Mulya Rahma Karyanti, SpA(K) mengungkapkan bahwa nyamuk Aedes aegypti yang menjadi sumber penularan DBD paling aktif menggigit manusia saat pagi dan sore hari.

"Dia senangnya gigit pagi hari jam 10-12. Sama sebelum magrib jam 4-5 sore," kata Mulya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Perbedaan Gejala Corona dan Demam Berdarah di Masa Pandemi Covid-19

Ini Perbedaan Gejala Corona dan Demam Berdarah di Masa Pandemi Covid-19

News | Senin, 22 Juni 2020 | 16:04 WIB

Angka Kematian Capai 346 Kasus, Jogja Masuk Risiko Tinggi Demam Berdarah

Angka Kematian Capai 346 Kasus, Jogja Masuk Risiko Tinggi Demam Berdarah

Jogja | Senin, 22 Juni 2020 | 14:12 WIB

Sama-Sama Demam, Begini Cara Bedakan Gejala Covid-19 dan DBD

Sama-Sama Demam, Begini Cara Bedakan Gejala Covid-19 dan DBD

Health | Senin, 22 Juni 2020 | 13:54 WIB

Terkini

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB