Studi: Pada Tahap Terparah, Kekebalan Tubuh Masih Lawan Virus Corona!

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Selasa, 30 Juni 2020 | 15:23 WIB
Studi: Pada Tahap Terparah, Kekebalan Tubuh Masih Lawan Virus Corona!
Ilustrasi pasien covid-19 mengalami koma. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi baru dari para peneliti di La Jolla Institute for Immunilogy (LJI) dan Universitas Erasmus Medical Center (Erasmus MC) melaporkan bahkan pada pasien Covid-19 terparah tetap bisa memproduksi sel T untuk melawan Covid-19. 

Dilansir dari Medical Xpress, studi Erasmus diterbitkan pada 26 Juni 2020 di Science Immunilogi dan studi LJI di jurnal Cell

"Ini adalah kunci untuk memahami bagaimana kekebalan melawan virus," kata Profesor LJI Alessandro Sette, Dr. Biol. Dci., yang ikut memimpin penelitan bersama Erasmus MC dengan ahli virologi Rony de vries, Ph.D. 

Pada studi Erasmus MC, para peneliti mengikuti 10 pasien Covid-19 dengan gejala yang paling parah. Semua pasien tersebut dirawat di ICU Erasmus MC di Belanda di mana sebagian dari pasien menggunakan ventilator. Dua dari 10 pasien tersebut meninggal dunia. 

Temuan para peneliti menunjukkan, bahwa dar 10 pasien tersebut semuanya menghasilkan sel T yang menargetkan SARS-CoV-2 (penyebab Covid-19). Sel T inilah yang bekerja berdampingan dengan antibodi untuk mencoba membersihkan virus dan mengentikan infeksi. 

"Mengaktifkan sel-sel ini tampaknya sama penting dengan memproduksi antibodi," kata Rory de Vries, Ph.D.

Seorang staf medis dengan pasien virus corona[Antara/Reuters/Flavio Loscalzo]
Seorang staf medis dengan pasien virus corona[Antara/Reuters/Flavio Loscalzo]

Penelitian ini sejalan dengan hasil studi dari LJI yang menunjukkan, bahwa sel T pada pasien dengan tingkat moderat secara jelas menargetkan protein lonjakan SARS-CoV-2. 

"Ini adalah berita baik bagi mereka yang membuat vaksin menggunakan spike dan juga menyarankan cara baru untuk meningkatkan potensi vaksin," kata Daniela Weiskopf, profesor LJI yang juga merupakan penulis utama studi LJI. 

Studi LJI mengikuti pasien di San Diego, sementara Erasmus terfokus dengan penduduk Belanda. Hal tersebut menunjukkan, bahwa baik pasien di Belanda maupun di Amerika keduanya memiliki respon kekebaan tubuh yang sama. 

baca juga

"Studi ini penting karena menunjukkan respon kekebalan tubuh yang sama pada pasien yang terpisah ribuan mil," kata Weiskopf.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasien Virus Corona di ICU Berisiko Alami Masalah Jantung, Ini Temuannya!

Pasien Virus Corona di ICU Berisiko Alami Masalah Jantung, Ini Temuannya!

Health | Senin, 29 Juni 2020 | 19:30 WIB

Pasien Sembuh dari Virus Corona Masih Menderita Seumur Hidup?

Pasien Sembuh dari Virus Corona Masih Menderita Seumur Hidup?

Health | Senin, 29 Juni 2020 | 15:00 WIB

Tingkatkan Kekebalan Tubuh, Jangan Lupa Tambahkan 5 Rempah Ini Saat Memasak

Tingkatkan Kekebalan Tubuh, Jangan Lupa Tambahkan 5 Rempah Ini Saat Memasak

Health | Senin, 29 Juni 2020 | 09:03 WIB

Terkini

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:05 WIB

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis  Redakan Wasir dengan Cara Alami

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:55 WIB

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:18 WIB

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:29 WIB

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:50 WIB