PBB: Aktivitas Manusia Bisa Picu Pandemi Mirip Covid-19 di Masa Depan

Angga Roni Priambodo, Fita Nofiana

Selasa, 07 Juli 2020 | 12:58 WIB
PBB: Aktivitas Manusia Bisa Picu Pandemi Mirip Covid-19 di Masa Depan
Para pengendara motor yang menggunakan masker saat melintasi daerah Pasar Pramuka, Jakarta, Selasa (11/2).[Suara.com/Alfian Winanto], sebagai ilustrasi

Suara.com - Meningkatnya permintaan daging hewan liar, kerusakan lingkungan, dan pertanian yang tidak berkelanjutan dapat menyebabkan lebih banyak pandemi seperti Covid-19 di masa depan. Hal tersebut dilaporkan oleh Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) dan International Livestock Research Institute.

Dilansir dari South China Morning Post (SCMP), UNEP dan International Livestock Research Institute mengatakan Covid-19 hanyalah yang terbaru dari sekian banyak penyakit, termasuk Ebola, sindrom pernapasan Timur Tengah, demam Nil Barat dan demam Lembah Rift yang menyebar dari hewan ke hewan.

Laporan tersebut bertajuk, Mencegah Pandemi Selanjutnya: Penyakit zoonosis dan cara memutus rantai penularan.

"Ilmu pengetahuannya jelas bahwa jika kita terus mengeksploitasi satwa liar dan menghancurkan ekosistem kita, maka kita dapat berharap untuk melihat aliran penyakit ini yang terus-menerus berpindah dari hewan ke manusia di tahun-tahun mendatang," kata direktur eksekutif UNEP Inger Andersen.

“Pandemi menghancurkan kehidupan dan ekonomi kita dan seperti yang telah kita lihat selama beberapa bulan terakhir yang paling menderita adalah yang termiskin dan paling rentan. Untuk mencegah wabah di masa depan, kita harus lebih berhati-hati dalam melindungi lingkungan alami kita,” imbuhnya. 

Menurut laporan tersebut, setiap tahun sekitar 2 juta orang, sebagian besar di negara berpenghasilan rendah dan menengah meninggal karena penyakit zoonosis (dari hewan ke manusia) yang terabaikan.

Andersen mengatakan bahwa Covid-19 mungkin yang terburuk untuk saat ini, tetapi itu bukan yang pertama atau yang terakhir.

“Kita sudah tahu bahwa 60 persen dari penyakit menular yang diketahui pada manusia dan 75 persen dari semua penyakit menular yang muncul adalah zoonosis. Ebola, Sars, virus Zika,  dan flu burung semuanya datang ke manusia melalui hewan,” katanya.

Meningkatnya konsumsi hewan liar di Asia Timur, terutama di China daratan, mungkin meningkatkan risiko virus atau penyakit zoonosis yang melonjak dari hewan ke manusia.

baca juga

Dikatakan bahwa pada tahun 2006, hampir 20.000 usaha pembiakan satwa liar dan pertanian telah didirikan di China.

Pasar hewan liar di China. (DW Indonesia)
Pasar hewan liar di China. (DW Indonesia)

"Karena konsumen kaya cenderung lebih suka binatang yang ditangkap dari alam, daging dari peternakan ini sering dikonsumsi oleh kelas menengah China yang berkembang pesat," menurut laporan itu, yang diluncurkan di ibukota Kenya, Nairobi pada Senin (6/7/2020).

UNEP menyatakan keprihatinannya bahwa banyak peternakan satwa liar rentan terhadap biosekuriti yang rendah dan bahwa mereka juga memungkinkan satwa liar yang dibajak secara ilegal.

Laporan itu juga mengatakan bahwa pasar basah tradisional di mana daging segar, ikan, dan lainnya yang mudah rusak dijual, dikaitkan dengan penyebaran Sars dan Covid-19.

"Ada konsensus bahwa pasar informal dapat berisiko secara epidemiologis, terutama yang menjual hewan peliharaan atau hewan liar hidup atau mati dengan kebersihan yang buruk," kata laporan itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setiap Jam, Ada 13 Orang Indonesia Meninggal Dunia Akibat Tuberculosis

Setiap Jam, Ada 13 Orang Indonesia Meninggal Dunia Akibat Tuberculosis

Health | Selasa, 07 Juli 2020 | 12:05 WIB

Ahli: Kekebalan pada Virus Corona Cuma Sebentar dan Terbatas Beberapa Orang

Ahli: Kekebalan pada Virus Corona Cuma Sebentar dan Terbatas Beberapa Orang

Health | Selasa, 07 Juli 2020 | 12:06 WIB

Ilmuwan: Covid-19 Ada Sejak Dulu dan Aktif Kembali karena Ini

Ilmuwan: Covid-19 Ada Sejak Dulu dan Aktif Kembali karena Ini

Tekno | Selasa, 07 Juli 2020 | 10:30 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

×