Sangat Langka, Barack Obama Didiagnosis Gangguan Short Sleeper Syndrome

Angga Roni Priambodo, Rosiana Chozanah

Jum'at, 24 Juli 2020 | 14:10 WIB
Sangat Langka, Barack Obama Didiagnosis Gangguan Short Sleeper Syndrome
Presiden Amerika Serikat, Barack Obama (Shutterstock).

Suara.com - Pakar merekomendasikan jam tidur untuk orang dewasa antara tujuh hingga 8 jam per malam. Namun, ternyata ada orang yang tidak bisa tidur selama itu.

Bagi penderita short sleeper syndrome (SSS), mereka hanya bisa tidur selama empat hingga enam jam saja. Dan mereka merasa jam tidur ini sudah cukup.

Kondisi ini sangat langka, memengaruhi sekitar satu persen dari populasi. Ada beberapa tokoh yang termasuk di dalamnya, seperti mantan presiden Amerika Serikat Barack Obama, public figure Martha Stewart, dan pendiri Twitter Jack Dorsey.

Dilansir Insider, berikut beberapa hal tentang short sleeper syndrome:

1. Gejala utama SSS adalah tidur secara konsisten dalam waktu enam jam atau kurang dari itu tetapi tidak kelelahan pada keesokan harinya.

"Mereka cenderung terlibat dalam kegiatan yang merangsang mereka mengatasi rasa kantuk," kata Paula G. Williams, PhD, profesor di departemen psikologi di University of Utah.

Barack Obama. (AFP)
Barack Obama. (AFP)

2. Asisten profesor di Yale School of Medicine dan American Academy of Sleep Medicine Fellow, Lynelle Schneeberg, PsyD, menjelaskan banyak orang dengan SSS tidak menyadari dirinya mengalami gangguan tidur karena tidak mengalami efek kesehatan yang merugikan.

"Jika Anda hanya tidur 6 jam semalam atau kurang (secara konsisten), penting untuk mendapatkan diagnosis," kata Schneeberg.

3. Orang dengan gangguan tidur ini umumnya sudah mengalaminya sejak anak-anak dan terbawa hingga dewasa. Mereka juga dapat terbangun beberapa kali di malam hari dan tidak mengantuk di hari berikutnya.

baca juga

4. Penyebab dari sindrom ini kurang diketahui, tetapi peneliti menemukan bukti yang meyakinkan bahwa sebagian besar kondisi disebabkan genetik.

Ilustrasi tidur cukup. (Pexels)
Ilustrasi tidur. (Pexels)

5. Hingga kini ilmuwan belum yakin dengan efek jangka panjang dari sindrom ini.

"Sejauh ini, aku belum yakin bahwa seseorang dapat 'selamat' dari tidur pendek tanpa dampak, bahkan jika mereka tidak merasakannya," kata Williams.

Ia menambahkan, ilmuwan tidak tahu apakah orang-orang dengan sindrim ini akan terhindar dari dampak buruk tidur singkat, termasuk penyakit kardiovaskular, peradangan, defisit kognitif, kenaikan berat badan, hingga gangguan mood.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Titik Pijat Bisa Bikin Tidur Cepat

3 Titik Pijat Bisa Bikin Tidur Cepat

Health | Kamis, 23 Juli 2020 | 22:05 WIB

Waspada, Tidur dengan Mata Terbuka Ternyata Berisiko!

Waspada, Tidur dengan Mata Terbuka Ternyata Berisiko!

Health | Rabu, 22 Juli 2020 | 17:57 WIB

Sering Terjadi, Ini Sebab Wajah Terlihat Bengkak Setelah Bangun Tidur?

Sering Terjadi, Ini Sebab Wajah Terlihat Bengkak Setelah Bangun Tidur?

Health | Rabu, 22 Juli 2020 | 10:13 WIB

Terkini

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

×