Bingung sedang Depresi atau Hanya Sedih Biasa? Begini Cara Membedakannya

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Kamis, 27 Agustus 2020 | 15:44 WIB
Bingung sedang Depresi atau Hanya Sedih Biasa? Begini Cara Membedakannya
Ilustrasi Depresi. [shutterstock]

Suara.com - Depresi dan rasa sedih biasa terkadang terlihat mirip. Sebab bagaimanapun, rasa sedih menjadi salah satu bagian dari depresi.

Tapi melansir dari Medical News Today ada hal yang bisa dibedakan antara sedih biasa dan depresi, antara lain:

Kesedihan Biasa

Kesedihan adalah emosi manusia normal yang akan dialami setiap orang pada saat stres atau mengalami masa-masa suram. Sejumlah peristiwa kehidupan dapat membuat orang merasa sedih atau tidak bahagia.

Kehilangan atau ketidakhadiran orang yang dicintai, perceraian, kehilangan pekerjaan atau pendapatan, masalah keuangan, atau masalah di rumah semuanya bisa saja memengaruhi suasana hati secara negatif dan akan memicu kesedihan.

Namun, orang yang mengalami kesedihan biasanya dapat merasa lega setelah menangis, melampiaskan kesedihannya atau mengungkapkan rasa frustrasi mereka.

Kesedihan umumnya akan berlalu sering waktu tanpa pengobatan tertentu. Namun jika tidak bisa keluar dari kesedihan dan tidak bisa kembali ke kebiasaan normal, maka mungkin Anda terkena depresi.

Jika suasana hati yang memburuk atau berlangsung lebih dari 2 minggu, maka cobalah untuk berbicara dengan ahli medis.

Ilustrasi perempuan. (Unsplash/Anthony Tran)
Ilustrasi perempuan sedih (Unsplash/Anthony Tran)

Depresi

baca juga

Berbeda dengan kesedihan biasa, depresi menjadi gangguan mental yang memiliki efek luar biasa dalam hidup seseorang. Pada 2015, sekitar 16,1 juta orang berusia 18 tahun atau lebih di Amerika Serikat telah mengalami setidaknya satu episode depresi mayor dalam setahun terakhir.

Ilustrasi depresi (shutterstock)
Ilustrasi depresi (shutterstock)

Berikut adalah gejala depresi:

  • Putus asa
  • Rasa sedih
  • Kurangnya motivasi
  • Hilangnya minat pada aktivitas yang pernah dianggap menyenangkan oleh individu
  • Dalam kasus yang parah, orang degan depreis mungkin berpikir atau mencoba bunuh diri.
  • Mereka tidak lagi merasa ingin menghabiskan waktu dengan keluarga atau teman
  • Berhenti mengejar hobi mereka atau merasa tidak dapat menghadiri pekerjaan atau sekolah.

Jika perasaan sedih ini bertahan lebih dari dua minggu, seorang profesional perawatan kesehatan dapat mendiagnosis orang tersebut dengan gangguan depresi mayor (MDD).

Tidak seperti kesedihan, depresi dapat membuat seseorang berjuang untuk menjalani hari-harinya. Kesedihan hanyalah salah satu dari banyaknya gejala depresi. Asosiasi Kecemasan dan Depresi Amerika (ADAA) mencatat bahwa depresi adalah salah satu penyakit kesehatan mental yang paling umum di Amerika Serikat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Anggap Remeh! Ketahui Apa Itu Gangguan Psikologis

Jangan Anggap Remeh! Ketahui Apa Itu Gangguan Psikologis

Health | Selasa, 25 Agustus 2020 | 21:40 WIB

Termasuk Bipolar, Kenali Empat Jenis Depresi Paling Umum

Termasuk Bipolar, Kenali Empat Jenis Depresi Paling Umum

Health | Kamis, 20 Agustus 2020 | 15:15 WIB

Jangan Ragu Curhat, Nyatanya Bisa Menghindari Gejala Depresi

Jangan Ragu Curhat, Nyatanya Bisa Menghindari Gejala Depresi

Health | Kamis, 20 Agustus 2020 | 13:00 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×