Sering Bangun Jam Tiga Pagi? Bisa Jadi Ini Sebabnya

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 08 September 2020 | 12:37 WIB
Sering Bangun Jam Tiga Pagi? Bisa Jadi Ini Sebabnya
Ilustrasi bangun jam tiga pagi. (Shutterstock)

Suara.com - Jika sering terbangun pada pukul tiga pagi, kamu tidak sendirian. Banyak orang yang mengungkapkan bahwa mereka kerap terbangun sekitar pukul tiga pagi.

Tapi apa sebenarnya penyebabnya? Dilansir dari Cleveland Clinic, menurut psikolog dan pakar tidur Alexa Kane, PsyD, hal itu bisa jadi telah menjadi sebuah pola.

“Pada satu titik, Anda mungkin punya alasan untuk bangun pada saat itu, mungkin karena sleep apnea atau bayi yang menangis,” katanya. “Tubuhmu mungkin telah terkondisi untuk itu.”

Terbangun di malam hari adalah fenomena umum dan biasanya tidak berbahaya, terutama jika Anda mudah tertidur lagi. Kondisi itu tidak berarti kamu tidak tidur nyenyak. Hal itu juga itu tidak berarti Anda menderita insomnia.

Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi terbangun jam tiga pagi. (Sumber: Shutterstock)

Bangun di malam hari, dengan sendirinya, bukanlah masalah. Namun, bangun dan tetap terjaga bisa jadi masalah.

"Jika Anda bangun dan mulai mengalami kekhawatiran, kecemasan, atau frustrasi, kemungkinan besar Anda telah mengaktifkan sistem saraf simpatik, sistem 'lawan atau lari' Anda," kata Dr. Kane.

“Saat ini terjadi, otak Anda beralih dari mode tidur ke mode bangun. Pikiran Anda mungkin mulai berpacu, dan detak jantung serta tekanan darah Anda mungkin naik. Itu membuat lebih sulit untuk kembali tidur. "

Respons stres ini dapat menyebabkan insomnia, gangguan tidur yang parah.

Bangun secara teratur di malam hari juga bisa menjadi gejala sleep apnea. Jika mengalami gangguan ini, sesekali Anda berhenti bernapas saat tidur.

baca juga

Selain membangunkan Anda, sleep apnea dapat mengganggu ritme jantung Anda dan mengurangi aliran oksigen ke tubuh Anda.

Jika terbangun lagi pada pukul 3 pagi (atau waktu berapa pun), berikan diri Anda waktu 15 hingga 20 menit untuk tertidur kembali ke alam mimpi.

Jika Anda bangun lebih lama dari itu, yang terbaik adalah bangun dari tempat tidur, kata Dr. Kane.

“Otak kita sangat asosiatif,” katanya. “Artinya, jika kita tinggal di tempat tidur dalam waktu lama saat tidak tidur, otak kita dapat mengasosiasikan tempat tidur dengan aktivitas bangun seperti mengkhawatirkan dan merencanakan, daripada tidur. Bangun dari tempat tidur mematahkan asosiasi itu. "

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minum Kopi dan Tidur Siang Bisa Sebabkan Inersia Tidur, Ini Alasannya!

Minum Kopi dan Tidur Siang Bisa Sebabkan Inersia Tidur, Ini Alasannya!

Health | Selasa, 08 September 2020 | 09:51 WIB

Kenapa Sering Terbangun dari Tidur saat Tengah Malam? Ini 5 Penyebabnya!

Kenapa Sering Terbangun dari Tidur saat Tengah Malam? Ini 5 Penyebabnya!

Health | Minggu, 06 September 2020 | 15:09 WIB

Pertama Kalinya, Pemerintah Indonesia Bangun Sekolah di Luar Negeri

Pertama Kalinya, Pemerintah Indonesia Bangun Sekolah di Luar Negeri

News | Minggu, 06 September 2020 | 10:18 WIB

Terkini

Keponakan Prabowo Berikan Syarat Pembelian Dolar AS di Atas US$10.000

Keponakan Prabowo Berikan Syarat Pembelian Dolar AS di Atas US$10.000

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:53 WIB

Demo Desak Penahanan Febrie Adriansyah di Kejagung Berujung Ricuh

Demo Desak Penahanan Febrie Adriansyah di Kejagung Berujung Ricuh

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:45 WIB

Alasan Donald Trump Calonkan Presiden FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB

Alasan Donald Trump Calonkan Presiden FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:40 WIB

Adopsi Bus Listrik Masih di Bawah 10 Persen, Bagaimana Strategi Percepatannya?

Adopsi Bus Listrik Masih di Bawah 10 Persen, Bagaimana Strategi Percepatannya?

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:40 WIB

Masihkah Pendidikan Menjadi Tiket Keluar dari Kemiskinan?

Masihkah Pendidikan Menjadi Tiket Keluar dari Kemiskinan?

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:40 WIB

Ditangkap di Tangerang via Red Notice Interpol, Ini Nasib WN Siprus Abdul Karim

Ditangkap di Tangerang via Red Notice Interpol, Ini Nasib WN Siprus Abdul Karim

Banten | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:38 WIB

Teka-teki Nama Baru di Ombudsman RI, Sudah Disetujui DPR, Tapi Belum Diungkap ke Publik Ada Apa?

Teka-teki Nama Baru di Ombudsman RI, Sudah Disetujui DPR, Tapi Belum Diungkap ke Publik Ada Apa?

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:37 WIB

Meriahkan Pasar Tradisional, GEMPAR Kebonagung Dorong UMKM Sleman Kian Berkembang

Meriahkan Pasar Tradisional, GEMPAR Kebonagung Dorong UMKM Sleman Kian Berkembang

Jogja | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:36 WIB

5 Rekomendasi Sepatu Lokal Berkualitas untuk Semua Aktivitas, Nyaman dan Stylish

5 Rekomendasi Sepatu Lokal Berkualitas untuk Semua Aktivitas, Nyaman dan Stylish

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:33 WIB

Penambangan Pasir Sungai Kian Masif, Peneliti Desak Pengawasan Lebih Ketat

Penambangan Pasir Sungai Kian Masif, Peneliti Desak Pengawasan Lebih Ketat

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:30 WIB

×