Duh, Pandemi Covid-19 Tidak Bikin Kebiasaan Merokok Berkurang

M. Reza Sulaiman
Duh, Pandemi Covid-19 Tidak Bikin Kebiasaan Merokok Berkurang
Dampak merokok pada pasien Covid-19. (Shutterstock)

Pandemi Covid-19, penyakit yang paru-paru, rupanya tidak membuat kebiasaan merokok masyarakat di Indonesia berkurang.

Perokok Lebih Rentan Terhadap Covid-19

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Agus Dwi Susanto mengatakan data di Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan —salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 di Jakarta— menunjukkan bahwa 62,5 persen dari 400 pasien Covid-19 laki-laki merupakan perokok.

“Pola ini berbeda dengan pasien perempuan karena kebiasaan merokok perempuan di Indonesia jauh lebih rendah dari laki-laki,” kata Agus.

Agus juga merujuk pada sejumlah penelitian yang menunjukkan bahwa pasien perokok memiliki kecenderungan 1,45 hingga 2 kali lipat mengalami kondisi Covid-19 yang berat.

“Risiko kematian akibat Covid-19 juga 14 kali lebih tinggi dibandingkan pada bukan perokok,” lanjut dia.

Riset pada lebih dari 1.000 pasien di China yang dipublikasikan oleh New England Journal of Medicine juga menemukan bahwa perokok dengan Covid-19 lebih membutuhkan penanganan intensif di ICU sebesar 12,3 persen dibandingkan yang bukan perokok sebesar 4,7 persen.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS