Indonesia Impor Obat Covid-19 Remdesivir dari India

Vania Rossa, Lilis Varwati

Kamis, 01 Oktober 2020 | 13:21 WIB
Indonesia Impor Obat Covid-19 Remdesivir dari India
Remdesivir, salah satu obat yang dianggap potensial menyembuhkan Covid-19. [AFP]

Suara.com - Indonesia lakukan impor obat untuk pasien Covid-19, Remdesivir, dari India. Obat itu nantinya akan diberikan kepada pasien dengan kondisi berat.

Dokter spesialis paru dr. Erlina Burhan M.Sc., menjelaskan bahwa obat remdesivir berfungsi untuk menghambat proses replikasi virus corona di dalam tubuh. Virus yang masuk ke dalam tubuh akan menempel di reseptor sel yang disebut ACE, banyak ditemukan di saluran napas juga organ lain. Menurut Erlina, remdesivir akan bekerja saat virus berikatan dengan ACE dan masuk ke sel jaringan paru untuk memperbanyak diri.

"Beberapa tahun lalu, remdesivir sangat berhasil untuk pasien ebola dan di beberapa negara diuji coba dengan hasil sangat baik. Cara kerjanya dengan menghambat replikasi virus, sehingga tidak terjadi keparahan. Obat diberikan melalui infus 250 miligram, hari berikutnya, bisa sampai 5-10 hari, dengan dosis 100 miligram. Diinfuskan dengan nacl 0,9 persen," papar dokter Erlina dalam webinar peluncuran obat Remdesifir, Kamis (1/10/2020).

Obat tersebut diproduksi oleh PT Amarox Global Pharma di India dan bekerja sama dengan PT Kalbe Farma Tbk untuk proses distribusi. Untuk proses awal, Remdesifir akan diuji coba terhadap 25 pasien Covid-19 di RSUP Persahabatan, Jakarta.

Erlina menyampaikan, kriteria pasien yang akan diuji coba harus berusia 18 tahun ke atas. Kemudian positif terkonfirmasi Covid-19 dan dalam kondisi berat, ditunjukan dengan saturasi oksigen di bawah 94 persen juga menggunakan ventilator mekanik. "Keluarga harus bersedia menandatangani persetujuan pasien mengikuti penelitian," jelas Erlina.

Namun obat itu tidak bisa diberikan kepada pasien yang memiliki riwayat alergi tertentu, juga memiliki kelainan pada liver dan ginjal, lanjut Erlina. Sebab, remdesivir memiliki efek samping yang tidak baik terhadap liver dan ginjal.

Sementara itu, Country Manager PT Amarox Global Pharma Sandeep Sur menyampaikan bahwa obat itu juga sudah digunakan di India dan terjual sebanyak 1 juta lebih produk obat. Terkait harga, Sandeep menyampaikan bahwa obat dijual dalam bentuk per dosis.

"Harga saat ini sekitar Rp 3 juta. Sebelumnya ini sangat tergantung dengan volume (obat), kalau meningkat, harga bisa ditinjau kembali. Semua sudah di-approve oleh BPOM," ujarnya.

Presiden Direktur PT Kalbe Farma Vidjongtius mengatakan bahwa suplai obat yang diimpor dari India tidak dibatasi, sehingga akan disesuaikan dengan kebutuhan di Indonesia dan mulai dipasarkan hari ini. Ia menambahkan, obat akan didistribusikan langsung ke rumah sakit.

baca juga

"Otorisasi penggunaan darurat. Semua penanganannya akan langsung ke rumah sakit, jadi tidak bisa ke apotik. Ini yang harus kami yakinkan agar pemanfaatannya dengan tepat kepada pasien langsung di rumah sakit," ucap Vidjongtius.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Luhut Minta Produksi Obat Covid-19 Dipercepat, Ini Jawaban Terawan

Luhut Minta Produksi Obat Covid-19 Dipercepat, Ini Jawaban Terawan

News | Minggu, 27 September 2020 | 18:09 WIB

Luhut Minta Bio Farma Percepat Produksi Obat Covid-19, Remdesivir

Luhut Minta Bio Farma Percepat Produksi Obat Covid-19, Remdesivir

News | Sabtu, 26 September 2020 | 22:52 WIB

Rusia Siap Pasok Obat Covid-19 Avifavir ke 17 Negara, Mana Saja?

Rusia Siap Pasok Obat Covid-19 Avifavir ke 17 Negara, Mana Saja?

Health | Jum'at, 25 September 2020 | 16:06 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×