Segera Bersihkan Dapur, Bakteri Bertahan Lebih Lama di Tumpahan Makanan

Angga Roni Priambodo | Fita Nofiana | Suara.com

Rabu, 28 Oktober 2020 | 08:42 WIB
Segera Bersihkan Dapur, Bakteri Bertahan Lebih Lama di Tumpahan Makanan
Dapur berantakan bisa bikin malas masak. (Shutterstock)

Suara.com - Kebersihan dapur tentu sangat penting karena kuman dan bakteri di permukaan bisa saja melompat ke makanan atau ke tangan Anda dan menyebabkan penyakit. Oleh karena itu, para ilmuwan telah memimpin penyelidikan yang berfokus pada kebersihan permukaan meja dapur mereka.

Dalam studi ini, peneliti menekankan bahwa permukaan yang tampak bersih pun sebenarnya bisa saja mengandung bakteri atau kuman.

"Membersihkan meja dapur dan talenan tepat setelah mereka menyiapkan makanan adalah waktu terbaik untuk menghilangkan bakteri yang tidak diinginkan," kata Solveig Langsrud ilmuwan Nofima yang merupakan pusat studi dan pengembangan aquaculture dan industri pangan seperti yang dikutip dari Medicalxpress.

"Kami memulai proyek untuk menentukan apakah ada hubungan antara kotoran yang terlihat di dapur dan tingkat bakteri," imbuhnya.

Trond Møretrø yang juga salah satu peneliti Nofima memyatakan bahwa ada banyak bakteri muncul di permukaan yang terlihat bersih dan juga kotor.

Untuk mengetahui apakah tumpahan makanan yang biasanya mengandung bakteri berbahaya terlihat di permukaan dapur, para ilmuan melakukan tes pada tiga jenis tumpahan makanan dari ayam, telur, dan selada dalam konsentrasi berbeda ke counter dan talenan.

Ketiga jenis tumpahan makanan tersebut dipilih karena dapat mengandung bakteri patogen Campylobacter dan Salmonella.

ILustrasi membersihkan talenan
ILustrasi membersihkan talenan

Untuk mempelajari kemampuan bertahan hidup bakteri patogen Campylobacter dan Salmonella, para ilmuwan mencampurkannya ke dalam tumpahan makanan dan air dan membiarkannya mengering di permukaan. Bakteri pada permukaan bersih mati agak cepat, tetapi bakteri hidup lebih lama jika berada dalam tumpahan makanan.

Dengan begitu, para peneliti menekankan bahwa risiko tertinggi penyebaran virus terjadi tepat setelah makanan tumpah dan cara terbaik untuk mengurangi risiko infeksinya adalah dengan membersihkan segera setelah mengolah makanan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Hanya Mengencangkan Payudara, 5 Bumbu Dapur Ini Bisa Tingkatkan Libido

Tak Hanya Mengencangkan Payudara, 5 Bumbu Dapur Ini Bisa Tingkatkan Libido

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2020 | 19:17 WIB

Jorok! Ini Benda Dapur Paling Kotor Menurut Penelitian Ilmiah

Jorok! Ini Benda Dapur Paling Kotor Menurut Penelitian Ilmiah

Health | Selasa, 27 Oktober 2020 | 06:05 WIB

Benarkah Kita Harus Benar-benar Bebas dari Kuman? Ini Faktanya!

Benarkah Kita Harus Benar-benar Bebas dari Kuman? Ini Faktanya!

Health | Minggu, 25 Oktober 2020 | 16:58 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB