Olahraga Kardio untuk Ibu Hamil, Begini Saran Dokter

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 08 Februari 2021 | 16:10 WIB
Olahraga Kardio untuk Ibu Hamil, Begini Saran Dokter
Ilustrasi ibu hamil jogging. (Elements Envato)

Suara.com - Olahraga sangatlah penting bagi ibu hamil. Hanya saja, beberapa bumil mungkin khawatir gerakan olahraga yang dilakukan bisa mempengaruhi kondisi janin. Padahal, asalkan disesuaikan dengan kondisi tubuh dan kehamilan, olahraga justru bermanfaat untuk kesehatan ibu dan melancarkan persalinan nantinya. Termasuk olahraga kardio.

"Di Indonesia masih banyak yang takut kalau hamil terus olahraga nanti keguguran, takut kenapa-kenapa. Padahal olahraga penting untuk ibu hamil, untuk menjaga ibu agar enggak kegemukan, dikatakan bisa mencegah berbagai kondisi misal diabetes pada kehamilan. Juga ada penelitian yang menyebut bisa mencegah preklamsia. Jadi manfaatnya banyak," jelas dokter spesialis keolahragaan dr. Andhika Raspati. Sp.KO., saat siaran langsung Instagram 'SIKAT Olahraga Pada Kehamilan Dimasa Pandemi', Minggu (7/2/2021).

Umumnya, ada tiga tipe olahraga yang juga bisa dilakukan oleh bumil. Yakni olahraga kardio, latihan otot, dan fleksibilitas atau kelenturan. Dokter Andhika menjelaskan, olahraga kardio berfungsi untuk meningkatkan denyut nadi.

Contoh olahraga kardio adalah jalan cepat, lari, jogging, zumba, dan sepeda. Dokter Andhika menyampaikan bahwa ibu hamil sebenarnya boleh tetap melakukan olahraga lari.

"Literatur kesehatan menyatakan kalau orang sudah biasa lari, enggak harus berhenti lari kalau hamil. Tapi memang kalau berlebihan bisa mengganggu keseimbangan hormon yang bisa mengganggu kehamilan. Kalau sudah biasa berlari atau kurangi sedikit itu enggak apa-apa," paparnya.

Tetapi yang perlu diingat, lanjutnya, jangan memaksakan diri langsung berolahraga berat atau dengan waktu yang panjang.

"Jangankan orang yang hamil, orang tidak hamil saja kalau biasanya dia tidak olahraga lalu langsung lari, pasti ngos-ngosan dan menderita karena tak biasa untuk lari. Apalagi bumil yang secara fisiologis ada perubahan," ucapnya.

Dokter Andhika menyarankan untuk memulai olahraga kardio dari intensitas terendah, misalnya jalan cepat. Karena kondisi pandemi Covid-19 dan aturan pembatasan kegiatan masyarakat, ia mengingatkan agar lebih baik mencari lokasi olahraga yang tidak ramai.

"Kalau mau ke tempat ramai itu pakai maskernya. Boleh olahraga pakai masker asalkan intensitasnya diatur. Di kecepatan seperti apa olahraga pakai masker, yaitu napas masih aman," jelasnya.

"Nanti kalau ternyata kebugaran cukup baik, mau coba jogging gak apa-apa. Gak perlu takut dengan goncangannya," tambah dokter Andhika.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tips Olahraga Bagi Ibu Hamil

Tips Olahraga Bagi Ibu Hamil

Health | Senin, 08 Februari 2021 | 12:20 WIB

Banyak Diyakini Masyarakat, Ini 8 Tanda Hamil Anak Laki-Laki

Banyak Diyakini Masyarakat, Ini 8 Tanda Hamil Anak Laki-Laki

Health | Senin, 08 Februari 2021 | 11:53 WIB

Gegara Air Ketuban, Curhat Ibu Hamil Ngaku Dibohongi Dokter Kandungan

Gegara Air Ketuban, Curhat Ibu Hamil Ngaku Dibohongi Dokter Kandungan

Jabar | Minggu, 07 Februari 2021 | 11:01 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB