Studi: Masa Kecil Bahagia Belum Tentu Bebas dari Gangguan Kesehatan Mental

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Selasa, 09 Februari 2021 | 14:43 WIB
Studi: Masa Kecil Bahagia Belum Tentu Bebas dari Gangguan Kesehatan Mental
Ilustrasi Anak-anak. (Shutterstock)

Suara.com - Telah dipahami bahwa masa kanak-kanak yang sulit dapat meningkatkan kemungkinan penyakit mental di masa mendatang. Namun menurut penelitian baru dari University of South Australia (UniSA), masa kanak-kanak yang bahagia dan aman tidak selalu melindungi anak dari penyakit mental di kemudian hari.

Melansir dari Medical Xpress, penelitian yang dilakukan bersama tim dari University of Canberra di mana telah diterbitkan dalam Current Psychology. Studi meneliti bagaimana pengalaman anak usia dini terkait dengan jalur perkembangan yang berbeda dan kaitannya dengan kesehatan mental yang buruk.

Dalam hal ini para peneliti menekankan bahwa kemampuan  untuk beradaptasi  terhadap kejadian tak terduga yang mungkin memengaruhi kesehatan mental. Studi tersebut juga menemukan bahwa anak-anak yang tumbuh di lingkungan yang stabil dan suportif juga berisiko masih mengalami gejala kecemasan di masa dewasa.

Peneliti utama Bianca Kahl dari UniSA, mengatakan penelitian tersebut menyoroti sifat penyakit mental yang tidak pandang bulu dan mengungkapkan pengetahuan utama tentang faktor risiko potensial untuk semua anak.

"Saat prevalensi kondisi kesehatan mental meningkat, sangat penting bagi kita untuk memperluas pengetahuan kita tentang kondisi yang sangat kompleks dan bervariasi ini," kata Kahl.

Ilustrasi anak-anak (Unsplash/Larm)
Ilustrasi anak-anak (Unsplash/Larm)

"Penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi kesehatan mental tidak semata-mata ditentukan oleh peristiwa kehidupan awal, sebab seorang anak yang dibesarkan di rumah yang bahagia, masih dapat tumbuh dengan gangguan kesehatan mental.

Para peneliti menduga bahwa kemampuan untuk beradaptasi dengan peristiwa kehidupan yang mungkin malah berpengaruh pada kesehatan mental. 

"Jika sebagai anak-anak kita belajar bagaimana beradaptasi dengan perubahan dan kita belajar bagaimana mengatasi ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai keinginan kita, maka kita mungkin berada dalam posisi yang lebih baik untuk menanggapi stres dan faktor risiko lain untuk kesehatan mental yang buruk," ujar Kahl. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa itu Insecure dan Efek Positifnya Bagi Kita

Apa itu Insecure dan Efek Positifnya Bagi Kita

Health | Sabtu, 06 Februari 2021 | 20:10 WIB

Studi Oxford: 1 dari 8 Pasien Covid-19 Sembuh Alami Masalah Kejiwaan

Studi Oxford: 1 dari 8 Pasien Covid-19 Sembuh Alami Masalah Kejiwaan

Health | Senin, 01 Februari 2021 | 12:19 WIB

Efektivitas Obat Psikiatri Tidak Selalu Sama pada Semua Orang, Mengapa?

Efektivitas Obat Psikiatri Tidak Selalu Sama pada Semua Orang, Mengapa?

Health | Senin, 01 Februari 2021 | 10:56 WIB

Terkini

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:53 WIB

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:58 WIB

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:20 WIB

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:06 WIB