Suara.com - Nia Ramadhani disebut mengalami kekurangan zat besi yang berdampak pada kondisi kesehatannya secara keseluruhan. Hal ini diungkap oleh asisten pribadinya, Theresa Wienathan di dalam sebuah acara televisi.
Menurut perempuan yang akrab disapa There ini, penyakit Nia Ramadhani diketahui ketika berada di Amerika Serikat.
"Jadi, dia itu kemarin pas waktu di Amerika sempat kontrol, check up, nah dokter di Amerika sudah bilang kalau iron (zat besi) dia bermasalah. Jauh di bawah standar dan saturasinya benar-benar jelek banget," kata Theresa.
Dari pemeriksaan tersebut, dokter mengingatkan, jika kekurangan zat besi dalam tubuh membuat ibu tiga anak ini merasa mudah lelah, penglihatannya terganggu hingga sulit berpikir dengan cepat.

"Kalau menurut dokter Amerika kekurangan iron itu bisa menyebabkan dia, satu, dia tuh cepat capek. Memang benar dia cepat capek dan ngos-ngosan. Dia nggak bisa olahraga orangnya," ungkap sang asisten.
"Kedua, itu bisa bikin dia longkap-longkap, mikir loading-nya agak lama. Ketiga, kabur saat melihat. Jadi selama ini tuh dia pikir dia silinder. Mungkin ada silinder, tapi si iron ini punya dampak besar dalam penglihatan," jelas dia lagi.
Sayangnya, istri Ardi Bakrie itu sempat menganggap sepele gejala yang ia rasakan tersebut karena merasa sehat sehingga menolak untuk berobat lebih lanjut.
Namun saat ini, kata There, bintang sinetron Bidadari tersebut sudah menjalani pengobatan lebih lanjut, dengan melakukan suntik zat besi untuk kondisinya ini.
Dikutip Alodokter, zat besi memang merupakan komponen utama hemoglobin dalam sel darah merah, yang berfungsi mengikat oksigen untuk diedarkan ke seluruh tubuh.
Kekurangan asupan zat besi tidak hanya membuat tubuh lemas, tetapi juga lebih rentan terserang penyakit, karena zat besi juga berperan dalam sistem imunitas tubuh.
Lantas, apa saja sih penyebab kekurangan zat besi, seperti Nia Ramadhani? Alodokter menyebut jika banyak faktor yang memengaruhi kondisi ini. Antara lainnya adalah:
1. Makan makanan yang sedikit mengandung zat besi

Mengonsumsi makanan dengan sedikit kandungan zat besi dalam waktu lama dapat menyebabkan tubuh kekurangan zat besi. Makanan yang sarat zat besi terdapat pada daging, telur, atau sayuran berdaun hijau.
Setiap hari, orang dewasa setidaknya membutuhkan zat besi sebanyak 8 mg. Kebutuhan itu bertambah besar pada anak-anak dan perempuan berusia 50 tahun, yaitu sejumlah 18 mg.
2. Masa kehamilan
perempuan hamil sering mengalami anemia defisiensi besi karena simpanan zat besi dalam tubuhnya digunakan untuk memenuhi volume darah tubuhnya yang meningkat, sekaligus memenuhi kebutuhan hemoglobin untuk perkembangan janin.
3. Perdarahan
Perdarahan dapat mengakibatkan seseorang kehilangan sel darah merah, sehingga zat besi dalam darah juga berkurang. Kondisi ini umumnya dialami perempuan yang mengalami menstruasi dengan perdarahan yang banyak atau berlebihan.
Selain itu, beberapa kondisi medis seperti polip pada usus, luka dalam lambung, serta kanker usus, juga dapat menyebabkan perdarahan di dalam tubuh sehingga tubuh rentan mengalami defisisensi zat besi.
4. Malabsorpsi Zat Besi
Zat besi dalam makanan yang kita konsumsi diserap dalam usus halus. Gangguan pada usus halus, seperti penyakit Celiac atau pasca operasi usus, dapat membatasi kemampuan usus dalam menyerap nutrisi dari makanan, termasuk zat besi, sehingga bisa menyebabkan seseorang mengalami anemia defisiensi besi.
Selain itu, konsumsi obat maag, teh, kopi, susu, produk makanan dari susu, serta makanan dengan tingkat asam fitat yang tinggi, misalnya sereal, dapat menghambat penyerapan zat besi dari makanan.
5. Vegetarian

Orang yang tidak mengonsumsi daging atau vegetarian lebih berisiko mengalami anemia defisiensi besi, jika tidak menggantinya dengan makanan sarat zat besi lainnya.
6. perempuan dalam masa subur
Kondisi ini memungkinkan untuk hamil atau mengalami menstruasi yang berlebihan, sehingga berisiko mengalami anemia defisiensi besi.
7. Mendonorkan darah secara rutin.
Donor darah secara rutin dapat mengurangi simpanan zat besi dalam tubuh sehingga memicu tubuh kekurangan zat besi, terutama jika tidak diimbangi makanan sarat zat besi.