Nia Ramadhani Disebut Lemot karena Kekurangan Zat Besi, Apa Penyebabnya?

Bimo Aria Fundrika, Dinda Rachmawati

Rabu, 03 Maret 2021 | 10:30 WIB
Nia Ramadhani Disebut Lemot karena Kekurangan Zat Besi, Apa Penyebabnya?
Artis Nia Ramadhani.(@ramadhaniabakrie)

Suara.com - Nia Ramadhani disebut mengalami kekurangan zat besi yang berdampak pada kondisi kesehatannya secara keseluruhan. Hal ini diungkap oleh asisten pribadinya, Theresa Wienathan di dalam sebuah acara televisi. 

Menurut perempuan yang akrab disapa There ini, penyakit Nia Ramadhani diketahui ketika berada di Amerika Serikat.

"Jadi, dia itu kemarin pas waktu di Amerika sempat kontrol, check up, nah dokter di Amerika sudah bilang kalau iron (zat besi) dia bermasalah. Jauh di bawah standar dan saturasinya benar-benar jelek banget," kata Theresa.

Dari pemeriksaan tersebut, dokter mengingatkan, jika kekurangan zat besi dalam tubuh membuat ibu tiga anak ini merasa mudah lelah, penglihatannya terganggu hingga sulit berpikir dengan cepat. 

Nia Ramadhani kekurangan zat besi (Youtube/Trans TV Official)
Nia Ramadhani kekurangan zat besi (Youtube/Trans TV Official)

"Kalau menurut dokter Amerika kekurangan iron itu bisa menyebabkan dia, satu, dia tuh cepat capek. Memang benar dia cepat capek dan ngos-ngosan. Dia nggak bisa olahraga orangnya," ungkap sang asisten.

"Kedua, itu bisa bikin dia longkap-longkap, mikir loading-nya agak lama. Ketiga, kabur saat melihat. Jadi selama ini tuh dia pikir dia silinder. Mungkin ada silinder, tapi si iron ini punya dampak besar dalam penglihatan," jelas dia lagi. 

Sayangnya, istri Ardi Bakrie itu sempat menganggap sepele gejala yang ia rasakan tersebut karena merasa sehat sehingga menolak untuk berobat lebih lanjut. 

Namun saat ini, kata There, bintang sinetron Bidadari tersebut sudah menjalani pengobatan lebih lanjut, dengan melakukan suntik zat besi untuk kondisinya ini.

Dikutip Alodokter, zat besi memang merupakan komponen utama hemoglobin dalam sel darah merah, yang berfungsi mengikat oksigen untuk diedarkan ke seluruh tubuh. 

baca juga

Kekurangan asupan zat besi tidak hanya membuat tubuh lemas, tetapi juga lebih rentan terserang penyakit, karena zat besi juga berperan dalam sistem imunitas tubuh.

Lantas, apa saja sih penyebab kekurangan zat besi, seperti Nia Ramadhani? Alodokter menyebut jika banyak faktor yang memengaruhi kondisi ini. Antara lainnya adalah:

1. Makan makanan yang sedikit mengandung zat besi

Makanan mengandung tinggi zat besi. (Shutterstock)
Makanan mengandung tinggi zat besi. (Shutterstock)

Mengonsumsi makanan dengan sedikit kandungan zat besi dalam waktu lama dapat menyebabkan tubuh kekurangan zat besi. Makanan yang sarat zat besi terdapat pada daging, telur, atau sayuran berdaun hijau. 

Setiap hari, orang dewasa setidaknya membutuhkan zat besi sebanyak 8 mg. Kebutuhan itu bertambah besar pada anak-anak dan perempuan berusia 50 tahun, yaitu sejumlah 18 mg.

2. Masa kehamilan

perempuan hamil sering mengalami anemia defisiensi besi karena simpanan zat besi dalam tubuhnya digunakan untuk memenuhi volume darah tubuhnya yang meningkat, sekaligus memenuhi kebutuhan hemoglobin untuk perkembangan janin.

3. Perdarahan

Perdarahan dapat mengakibatkan seseorang kehilangan sel darah merah, sehingga zat besi dalam darah juga berkurang. Kondisi ini umumnya dialami perempuan yang mengalami menstruasi dengan perdarahan yang banyak atau berlebihan. 

Selain itu, beberapa kondisi medis seperti polip pada usus, luka dalam lambung, serta kanker usus, juga dapat menyebabkan perdarahan di dalam tubuh sehingga tubuh rentan mengalami defisisensi zat besi. 

4. Malabsorpsi Zat Besi

Zat besi dalam makanan yang kita konsumsi diserap dalam usus halus. Gangguan pada usus halus, seperti penyakit Celiac atau pasca operasi usus, dapat membatasi kemampuan usus dalam menyerap nutrisi dari makanan, termasuk zat besi, sehingga bisa menyebabkan seseorang mengalami anemia defisiensi besi. 

Selain itu, konsumsi obat maag, teh, kopi, susu, produk makanan dari susu, serta makanan dengan tingkat asam fitat yang tinggi, misalnya sereal, dapat menghambat penyerapan zat besi dari makanan.

5. Vegetarian

Ilustrasi vegetarian, salad sayur (Pixabay/Sponchia)
Ilustrasi vegetarian, salad sayur (Pixabay/Sponchia)

Orang yang tidak mengonsumsi daging atau vegetarian lebih berisiko mengalami anemia defisiensi besi, jika tidak menggantinya dengan makanan sarat zat besi lainnya.

6. perempuan dalam masa subur

Kondisi ini memungkinkan untuk hamil atau mengalami menstruasi yang berlebihan, sehingga berisiko mengalami anemia defisiensi besi.

7. Mendonorkan darah secara rutin.

Donor darah secara rutin dapat mengurangi simpanan zat besi dalam tubuh sehingga memicu tubuh kekurangan zat besi, terutama jika tidak diimbangi makanan sarat zat besi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pulang dari Amerika Kondisi Kesehatan Nia Ramadhani Memburuk

Pulang dari Amerika Kondisi Kesehatan Nia Ramadhani Memburuk

Bogor | Rabu, 03 Maret 2021 | 06:50 WIB

Belajar dari Nia Ramadhani, Ini Lho Bahaya Kekurangan Zat Besi!

Belajar dari Nia Ramadhani, Ini Lho Bahaya Kekurangan Zat Besi!

Health | Selasa, 02 Maret 2021 | 21:01 WIB

Deretan Artis 'Bening' Ini Rupanya Penyuka Motor, Potretnya Bikin Meleleh

Deretan Artis 'Bening' Ini Rupanya Penyuka Motor, Potretnya Bikin Meleleh

Otomotif | Rabu, 03 Maret 2021 | 05:45 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×