Anak Penderita Hipertensi Harus Minum Obat Seumur Hidup?

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Kamis, 20 Mei 2021 | 13:29 WIB
Anak Penderita Hipertensi Harus Minum Obat Seumur Hidup?
Ilustrasi hipertensi (Shutterstock)

Suara.com - Hipertensi termasuk penyakit yang dapat diderita segala usia. Artinya, hipertensi bisa dialami oleh orang dewasa maupun anak-anak.

Tetapi bedanya, kebanyakan orang dewasa yang mengidap hipertensi perlu minum obat seumur hidup untuk mengurangi risiko terjadinya komplikasi. Kondisi itu belum tentu terjadi pada anak-anak.

Ahli Nefrologi Anak Dr. Eka Laksmi Hidayati, Sp.A. menjelaskan hipertensi pada anak dibagi dua, yaitu primer dan sekunder.

Untuk hipertensi sekunder, umumnya anak tidak harus minum obat seumur hidup karena tekanan darah bisa kembali normal.

"Hipertensi sekunder artinya hipertensi itu disebabkan penyakit organ lain. Maka ketika penyakit dasar sudah diperbaiki, hipertensi akan hilang. Kita tidak perlu mengobati seumur hidup, hanya perlu mengobati masalah utama (penyakitnya)," jelas dokter Eka dalam siaran langsung bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Kamis (20/5/2021). 

Ia mencontohkan, anak yang didiagnosa sakit jantung bawaan, kelaianan ginjal, ataupun hidrosefalus berpotensi alami tekanan darah tinggi. Sehingga pengobatan utama bukan pada hipertensi, tetapi pada penyakit bawaan yang pertama kali terdiagnosa.

"Sehingga kalau kita dalam masa memperbaiki penyakit dasarnya, kita berikan obat anti hipertensi. Tapi jika penyakit utamanya teratasi, hipertensi akan membaik. Jadi kita bisa menghentikan obat," ucapnya.

Berbeda dengan hipertensi primer yang biasanya baru dialami pada anak berusia 13 tahun ke atas. Dokter Eka menjelaskan, hipertensi primer umumnya terjadi akibat pola hidup yang tidak sehat.

Anak dengan orangtua yang memiliki penyakit hipertensi juga berisiko lebih besar alami sakit yang sama jika pola hidupnya tidak terkontrol.

Seperti orang dewasa, komplikasi akibat hipertensi primer pada anak juga sama bahayanya. Dibandingkan orang normal, pengidap hipertensi empat kali lipat berisiko alami stroke dan dua kali lipat terjadi serangan jantung.

"Risiko stroke empat kali lipat itu berlaku juga pada anak-anak yang hipertensi primer. Apalagi jika tidak diketahui dan tidak diobati, hipertensi tentu membahayakan untuk pembuluh darah otaknya dan itu bisa mengakibatkan stroke," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Cara Menurunkan Hipertensi Secara Alami

4 Cara Menurunkan Hipertensi Secara Alami

Health | Rabu, 19 Mei 2021 | 19:13 WIB

Ini Manfaat Pengobatan Kombinasi Pada Pasien Hipertensi dan Dislipidemia

Ini Manfaat Pengobatan Kombinasi Pada Pasien Hipertensi dan Dislipidemia

Health | Rabu, 19 Mei 2021 | 17:15 WIB

Studi: Tekanan Darah Terkait Demensia pada Perempuan dan Pria Berbeda

Studi: Tekanan Darah Terkait Demensia pada Perempuan dan Pria Berbeda

Health | Rabu, 19 Mei 2021 | 15:00 WIB

Terkini

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:04 WIB