Inikah Sebab Fadli Zon Positif Covid-19 Meski Telah Vaksinasi dan Antibodinya Tinggi?

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Rabu, 02 Juni 2021 | 09:30 WIB
Inikah Sebab Fadli Zon Positif Covid-19 Meski Telah Vaksinasi dan Antibodinya Tinggi?
Fadli Zon (Kolase foto)

Suara.com - Politisi Gerindra Fadli Zon dinyatakan positif Covid-19 meski telah disuntik vaksin Covid-19 sebanyak dua dosis. Dalam media sosialnya, mantan Wakil Ketua DPR itu juga mengungkapkan bahwa antibodi dalam tubuhnya telah terbentuk dan dalam jumlah cukup banyak. 

"Di hari-hari menjelang 50 tahun, akhirnya saya terpapar Covid-19. Maret lalu sudah 2 kali vaksin, dan tes titer antibodi 250 (cukup baik)," kata Fadli Zon mengumumkan dalam akun Twitternya pada Minggu (30/5) malam. 

Ahli Patologi Klinis dr. Tonang Dwi Ardyanto mengatakan bahwa jumlah antibodi sebanyak 250 tergolong tinggi. Ia menjelaskan bahwa kadar antibodi seseorang akan bertahan tinggi jika terus-menerus terjadi paparan.

"Saat itu sel-sel memori akan terus terpacu memproduksi antibodi. Bila paparan semakin jarang, tidak lagi terkena, maka kadar antibodi akan menurun. Bahkan bisa sampai tidak terdeteksi lagi," jelas dokter Tonang dikutip dari tulisannya di Facebook, Selasa (1/6/2021).

Politisi Partai Gerindra Fadli Zon saat berada di Kota Solo. [suara.com/Ari Welianto]
Politisi Partai Gerindra Fadli Zon saat berada di Kota Solo. [suara.com/Ari Welianto]

Oleh sebab itu tingkat antibodi setiap orang yang sudah divaksinasi akan berbeda-beda. Menurut dr. Tonang, ada sekitar 2 persen orang kadar antobodinya sangat rendah hingga tidak terdeteksi saat diperiksa.

"Tapi walaupun antibodi sudah turun kadarnya, atau sejak awal tidak terdeteksi, tapi masih ada sistem pertahanan seluler. Termasuk sel memori. Bila suatu saat virusnya menginfeksi lagi, maka sel memori segera bereaksi, membentuk antibodi lagi," jelasnya.

Antibodi tersebut berfungsi mencegah ikatan antara virus dengan sel tubuh manusia. Secara khusus, menghambat ikatan antara protein S (paruh virus) dengan reseptor di permukaan sel manusia. Bila terjadi ikatan, maka terjadi pula infeksi. Tetapi, dengan adanya antibodi, dapat mencegah terjadinya infeksi berulang.

Kalaupun antibodi dalam kadar tinggi, infeksi juga tetap bisa terjadi. Menurut dr. Tonang, ada dua kemungkinan. 

"Pertama, jumlah virusnya relatif banyak sampai jumlah antibodinya kalah. Kenapa kalah? Bisa karena kadar antibodinya turun, atau jumlah virus yang masuk sangat banyak, mengalahkan jumlah antibodinya. Akibatnya, tertembus juga pertahanan terhadap infeksi. Sebagian virus berhasil berikatan tanpa tercegah oleh antibodi," paparnya.

baca juga

Kemungkinan kedua, lanjut dr. Tonang, terjadi paparan oleh virus yang sudah bermutasi. Karena mutasi, maka virus pandai menyembunyikan paruhnya dari pengawasan sistem imun. Kemudian karena mutasi, maka protein S berubah.

"Akibatnya, antibodi yang ada tidak lagi spesifik. Tetap berusaha mencegah, tetap ada ikatan tapi tidak kuat. Akibatnya sebagian virus berhasil menembus barikade antibodi, terjadilah infeksi," imbuhnya.

Dokter Tonang menyampaikan bahwa protokol kesehatan tetap menjadi cara terampuh untuk menghindari paparan virus dalam jumlah besar. Juga untuk menghindar dari virus corona yang sudah bermutasi.

"Pakai masker, cuci tangan, hindari kerumunan, adalah usaha mengurangi sebanyak mungkin paparan virus covid. Tetap ada risiko virus masuk, tapi jumlahnya sedikit, sehingga antibodi kita mudah menangkapnya. Maka tidak tepat juga bila sengaja membiarkan paparan virus biar antibodinya tetap tinggi. Bisa-bisa malah justru berbahaya," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

1 Juni: Tambah 4.824 Pasien, Kini Kasus Positif Covid-19 di RI Jadi 1.826.527 Orang

1 Juni: Tambah 4.824 Pasien, Kini Kasus Positif Covid-19 di RI Jadi 1.826.527 Orang

News | Selasa, 01 Juni 2021 | 16:54 WIB

Wow! Ada Satgas Pemburu Covid-19 di Makassar, Begini Cara Kerjanya

Wow! Ada Satgas Pemburu Covid-19 di Makassar, Begini Cara Kerjanya

Sulsel | Selasa, 01 Juni 2021 | 16:44 WIB

Kasus Meroket, 94 Orang di Singkawang Positif Covid-19 dalam Sehari

Kasus Meroket, 94 Orang di Singkawang Positif Covid-19 dalam Sehari

Kalbar | Selasa, 01 Juni 2021 | 16:37 WIB

Terkini

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

×