Studi: Kondisi Plasenta Bisa Bantu Deteksi Risiko Komplikasi Kehamilan

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 10 Juni 2021 | 14:22 WIB
Studi: Kondisi Plasenta Bisa Bantu Deteksi Risiko Komplikasi Kehamilan
Ilustrasi ibu hamil. [Shutterstock]

Suara.com - Para ilmuwan mengatakan plasenta bisa menunjukkan risiko komplikasi kehamilan yang dialami oleh ibu hamil pada trimester pertama. Tim St. John's College, University of Cambridge telah meneliti hal ini menggunakan model tikus.

Tim peneliti mencoba mengisolasi sel endokrin dan membuat profil plasenta untuk membentuk peta protein hormonal, kemudian dibandingkan dengan kumpulan data dari studi plasenta manusia.

"Kami tahu bahwa plasenta mendorong banyak perubahan dalam tubuh wanita selama kehamilan dan penelitian kami menemukan biomarker hormonal dari plasenta yang bisa menunjukkan wanita mana yang akan mengalami komplikasi kehamilan," kata Dr Amanda Sferruzzi-Perri, penulis utama dari the studi dikutip dari Fox News.

Dr Amanda menemukan bahwa biomarker ini hadir sejak trimester pertama kehamilan, biasanya komplikasi kehamilan baru terdiagnosis pada trimester kedua atau ketiga ketika gangguan itu sudah cukup serius bagi ibu hamil dan janinnya.

Penelitian lain menjelaskan bahwa plasenta ini bertanggung jawab untuk menyediakan nutrisi dan oksigen yang disediakan ibu hamil untuk janinnya dan mengeluarkan produk limbah janin.

Ilustrasi ibu hamil (Freepik)
Ilustrasi ibu hamil (Freepik)

Tim yang mempublikasikan penelitian mereka di Nature Communications Biology, melihat protein yang dibuat oleh plasenta dan membandingkannya dengan sampel darah dari kehamilan yang nomal serta mereka yang menderita diabetes gestasional.

"Kami menemukan bahwa sekitar sepertiga dari protein yang kami identifikasi berubah pada wanita selama kehamilan dengan kelainan," kata Dr Amanda.

Dalam penelitian kecil, mereka juga menemukan bahwa kadar hormon abnormal ditemukan dalam darah ibu hamil pada trimester pertama atau sekitar usia kehamilan 12 minggu.

Pada ibu hamil yang mengembangkan diabetes gestasional, risiko mereka mengalami komplikasi kehamilan biasanya didiagnosis pada 24-28 minggu kehamilan.

Tim mengatakan temuan itu bisa memiliki implikasi yang lebih besar bagi wanita hamil, karena 1 dari 10 orang mungkin mengalami gangguan kehamilan tetapi biasanya didiagnosis setelah komplikasi muncul.

Penelitian ini memberikan harapan baru bahwa pemahaman yang lebih baik tentang plasenta akan menjamin kehamilan yang lebih aman dan sehat bagi ibu maupun bayinya.

"Tim kami sekarang bekerja untuk menilai temuan ini bisa meningkatkan perawatan klinis di masa depan, baik melalui diagnosis dini atau memberikan peluang baru untuk mengobati komplikasi kehamilan," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selain USG, Kehamilan Juga Bisa Dideteksi Melalui Kondisi Gigi dan Gusi

Selain USG, Kehamilan Juga Bisa Dideteksi Melalui Kondisi Gigi dan Gusi

Health | Selasa, 08 Juni 2021 | 19:12 WIB

Jaga Kesehatan Ibu dan Janin, Ini Pola Makan Ibu Hamil yang Disarankan Dokter

Jaga Kesehatan Ibu dan Janin, Ini Pola Makan Ibu Hamil yang Disarankan Dokter

Health | Selasa, 08 Juni 2021 | 18:09 WIB

Tidak Perlu USG, Dokter Gigi Dapat Mendeteksi Kehamilan Hanya dengan Melihat Mulut Pasien

Tidak Perlu USG, Dokter Gigi Dapat Mendeteksi Kehamilan Hanya dengan Melihat Mulut Pasien

Health | Selasa, 08 Juni 2021 | 09:27 WIB

Terkini

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 11:00 WIB

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:12 WIB

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:23 WIB

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:05 WIB