Khawatir Varian Delta, WHO Desak yang Sudah Divaksinasi Tetap Harus Pakai Masker

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Senin, 28 Juni 2021 | 08:29 WIB
Khawatir Varian Delta, WHO Desak yang Sudah Divaksinasi Tetap Harus Pakai Masker
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tetap mendesak orang yang sudah divaksinasi harus terus memakai masker dan menjaga jarak ketika berada di area publik. Tindakan itu sekaligus untuk menghindari virus corona varian delta yang sangat menular.

"Vaksin saja tidak akan menghentikan penularan komunitas. Orang-orang perlu terus menggunakan masker secara konsisten, berada di ruang berventilasi, menjaga kebersihan tangan, jarak fisik, menghindari keramaian. Ini masih menjadi sangat penting. Bahkan jika Anda sudah divaksinasi masih memiliki transmisi komunitas yang sedang berlangsung," kata Dr. Mariangela Simao, asisten direktur jenderal WHO untuk akses ke obat-obatan dan produk kesehatan, dalam pengarahan di Jenewa, dikutip dari Fox.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut bahwa delta merupakan virus corona yang paling menular dari varian yang telah diidentifikasi sejauh ini. Juga menyebar dengan cepat di antara populasi yang tidak divaksinasi.

Ilustrasi Covid-19 (Elements Envato)
Ilustrasi Covid-19 (Elements Envato)

Varian Delta telah menyebar ke banyak negara, terutama yang belum mampu meningkatkan jumlah vaksinasi. 

Di Inggris, varian itu sekarang mendominasi hingga 90 persen dari semua infeksi baru. Di Amerika Serikat, itu mewakili 20 persen dari infeksi, dan pejabat kesehatan mengatakan itu bisa menjadi jenis yang dominan di negara itu juga.

Vaksin dianggap sangat efektif terhadap varian delta, menurut sebuah studi baru oleh pemerintah Inggris, meskipun sedikit kurang dari strain aslinya. 

Tetapi WHO mendesak mereka yang divaksinasi tetap bermain aman dengan memakai masker karena begitu banyak yang tidak divaksinasi secara global dan variannya telah menjadi penyebar utama di beberapa negara.

Australia, Selandia Baru, Bangladesh, Portugal, dan Israel semuanya terpaksa kembali ke beberapa bentuk penguncian karena varian yang berasal dari India tersebut, menurut Voice of America . 

Belum jelas apakah varian tersebut membuat orang lebih sakit karena lebih banyak data perlu dikumpulkan, kata Dr. Jacob John, yang mempelajari virus di Christian Medical College di Vellore di India selatan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terpopuler: Hoaks Indonesia Negara A1 High Risk Covid-19 Hingga Vaksin Booster Lansia

Terpopuler: Hoaks Indonesia Negara A1 High Risk Covid-19 Hingga Vaksin Booster Lansia

Health | Senin, 28 Juni 2021 | 08:22 WIB

WHO: Lansia Butuh Booster Vaksin Covid-19 Setiap Tahun

WHO: Lansia Butuh Booster Vaksin Covid-19 Setiap Tahun

Health | Senin, 28 Juni 2021 | 08:02 WIB

Murka! Ganjar Pranowo Minta Kades 'Jogetan' di Grobogan Diproses Kepolisian

Murka! Ganjar Pranowo Minta Kades 'Jogetan' di Grobogan Diproses Kepolisian

Jawa Tengah | Minggu, 27 Juni 2021 | 21:13 WIB

Terkini

Hasto Wanti-wanti Demokrasi Bisa Mati Tanpa Kudeta Militer, Tanda-tanda Mulai Terlihat

Hasto Wanti-wanti Demokrasi Bisa Mati Tanpa Kudeta Militer, Tanda-tanda Mulai Terlihat

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 16:48 WIB

Pramono Ancam Cabut Izin Swasta yang Timbun Sampah Ilegal di Jakarta

Pramono Ancam Cabut Izin Swasta yang Timbun Sampah Ilegal di Jakarta

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 16:47 WIB

Yusril Minta Polda Jabar Tingkatkan Patroli Usai Polemik Sayembara Tangkap Begal

Yusril Minta Polda Jabar Tingkatkan Patroli Usai Polemik Sayembara Tangkap Begal

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 16:39 WIB

Evolusi Konten GRWM: Dari Sekadar Tutorial Makeup Menjadi Ruang Curhat Paling Relatabel

Evolusi Konten GRWM: Dari Sekadar Tutorial Makeup Menjadi Ruang Curhat Paling Relatabel

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 16:35 WIB

Cak Imin Ajak Semua Parpol Revisi 108 UU demi Wujudkan Prabowonomics

Cak Imin Ajak Semua Parpol Revisi 108 UU demi Wujudkan Prabowonomics

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 16:28 WIB

10 Cara Menggunakan AC Inverter agar Listrik Tetap Hemat

10 Cara Menggunakan AC Inverter agar Listrik Tetap Hemat

Lifestyle | Minggu, 26 Juli 2026 | 16:20 WIB

BRI Peduli dan Petani Lokal di Karawang Bersinergi Tanam 24.000 Mangrove

BRI Peduli dan Petani Lokal di Karawang Bersinergi Tanam 24.000 Mangrove

Jawa Tengah | Minggu, 26 Juli 2026 | 16:19 WIB

Pulihkan Pesisir, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove di Karawang

Pulihkan Pesisir, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove di Karawang

Batam | Minggu, 26 Juli 2026 | 16:15 WIB

BRI Peduli Libatkan Petani Lokal Hijaukan Pesisir dengan 24.000 Mangrove

BRI Peduli Libatkan Petani Lokal Hijaukan Pesisir dengan 24.000 Mangrove

Jogja | Minggu, 26 Juli 2026 | 16:11 WIB

HIV AIDS di Sidoarjo Viral Usai Ribuan Kasus Pasien Anak Remaja, Kemenkes Buka Suara

HIV AIDS di Sidoarjo Viral Usai Ribuan Kasus Pasien Anak Remaja, Kemenkes Buka Suara

Health | Minggu, 26 Juli 2026 | 16:07 WIB

×