Psikolog Ungkap Banyak Anak Alami Psikosomatis Akibat Pandemi Covid-19

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 12 Agustus 2021 | 16:50 WIB
Psikolog Ungkap Banyak Anak Alami Psikosomatis Akibat Pandemi Covid-19
Ilustrasi anak (pixabay.com/LuidmilaKot)

Suara.com - Pandemi Covid-19 yang masih terus berlangsung hingga hari ini bukan hanya berdampak pada fisik, tapi juga psikologis anak.

Peruabahan kehdiupan yang serba tiba-tiba dan mendadak selama pandemi, membuat anak mesti terus beradaptasi dan hidup dalam ketidakpastikan. Kondisi tersebut yang menurut Psikolog Klinis Anak dan Remaja,
Gisella Tani Pratiwi, M. Psi., berdampak pada psikologis anak.

"Khusus pada remaja, karena kemudian harus berubah bagaimana berteman, dan berinteraski dan mengembangkan potensi dirinya," kata Gisella dalam Webinar yang diadakan oleh Yayasan Del, Kamis, (12/8/2021).

Ia mengatakan bahwa banyak anak remaja yang mengalami gangguan psikosomatis dan sakit kepala. Menurut Gisella mereka cemas karena kondisi sekolah dan ketidakpastian yang ada

Ilustrasi anak marah. (Pexels/RODNAE Productions)
Ilustrasi anak marah. (Pexels/RODNAE Productions)

"Kemudian ada yang jadi sangat menutup diri karena kegiatan online, ataupun kegaitan hobi lainnya, dan jadi rentan kesehatan mental keseluruhannya," kata dia.

Gisella melanjutkan bahwa yang paling rentan ialah ketika lingkungan di sekitar juga tidak mendukung bahkan bermasalah.

"Misal relasinya bermasalah dalam keluarga atau anak mengalami kondisi khusus, itu membuat mereka rentan," kata Gisella. 

Untuk itu peran orangtua dan orang terdekat penting untuk mendampingi anak melewati situasi tadi. Gisella mengatakan, bahwa penting bagi orangtua mengenali respon emosi termasuk pola pikirnya.

"Jadi di dalam pandemi ini apa yang kamu temukan cukup oke, ketika menghadapi situasi suit responnya seperti apa dari situ akan keliatan dia bagaimana menghadapi masalah," kata Gisella. 

baca juga

Kemudian, bantu anak mengenali merawat kesehatan mentalnya. Gisella melanjutkan bahwa orangtua mesti mampu mendukung anak bisa melakukan selfcare, dan mencari kegiatan yang membuat mereka nyaman.

"Saya sangat setuju sekali, keliatannya remaja (tidak ada beban), ternyata pressurenya banyak dan itu mempengaruh perkembangan dan dewasa," kata dia. 

Selanjutnya, ia mengatakan bahwa perlu membantu anak mengenali hal baik dalam dirinya termasuk juga hobi. Kasih mereka kesempatan untuk terkoneksi dengan segala hal baik. 

"baik itu di kelaurga atau lingkungan sekolah misal dalam pengajaran bukan hanya materi akademik tapi juga menanyakan kabar jadi anak merasa ada koneksi yang genuine." kata Gisella.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Spanyol Siap Uji Klinis Vaksin COVID-19 Buatan Sendiri

Spanyol Siap Uji Klinis Vaksin COVID-19 Buatan Sendiri

Health | Kamis, 12 Agustus 2021 | 16:07 WIB

Obat Covid-19 Israel Diklaim Mampu Sembuhkan Pasien Covid-19 Gejala Berat 5 Hari

Obat Covid-19 Israel Diklaim Mampu Sembuhkan Pasien Covid-19 Gejala Berat 5 Hari

Sulsel | Kamis, 12 Agustus 2021 | 16:01 WIB

Kasus Covid-19 Melonjak di 6 Provinsi Luar Jawa, Termasuk Sumatera Barat

Kasus Covid-19 Melonjak di 6 Provinsi Luar Jawa, Termasuk Sumatera Barat

Sumbar | Kamis, 12 Agustus 2021 | 15:57 WIB

Terkini

Kerja Secukupnya, Waras Seutuhnya: Membedah Tren Quiet Quitting ala Gen Z

Kerja Secukupnya, Waras Seutuhnya: Membedah Tren Quiet Quitting ala Gen Z

Your Say | Minggu, 19 Juli 2026 | 15:00 WIB

Game Ragnarok: The New World Resmi Dirilis, Banyak Hadiah Gratis

Game Ragnarok: The New World Resmi Dirilis, Banyak Hadiah Gratis

Tekno | Minggu, 19 Juli 2026 | 14:57 WIB

Stop Romantisasi Pengabdian: Guru dan Nakes Juga Berhak Hidup Layak

Stop Romantisasi Pengabdian: Guru dan Nakes Juga Berhak Hidup Layak

Your Say | Minggu, 19 Juli 2026 | 14:45 WIB

Residivis Curanmor Bersenpi Rakitan Ambruk Ditembak Polisi di Lampung Timur

Residivis Curanmor Bersenpi Rakitan Ambruk Ditembak Polisi di Lampung Timur

News | Minggu, 19 Juli 2026 | 14:45 WIB

Krisis Air Mengintai Timur Tengah Setelah Pasukan Iran Sasar Pembangkit Desalinasi Air Kuwait

Krisis Air Mengintai Timur Tengah Setelah Pasukan Iran Sasar Pembangkit Desalinasi Air Kuwait

News | Minggu, 19 Juli 2026 | 14:37 WIB

Mengapa Jadi Superhero di The WONDERfools Bukan Jawaban Permasalahan Hidup?

Mengapa Jadi Superhero di The WONDERfools Bukan Jawaban Permasalahan Hidup?

Your Say | Minggu, 19 Juli 2026 | 14:34 WIB

5 Rekomendasi Sunscreen Non Comedogenic Terbaik sesuai Review dan Harga

5 Rekomendasi Sunscreen Non Comedogenic Terbaik sesuai Review dan Harga

Lifestyle | Minggu, 19 Juli 2026 | 14:25 WIB

2 Moisturizer OMG yang Ampuh Cerahkan Wajah Harga Rp20 Ribuan, Mana yang Lebih Baik?

2 Moisturizer OMG yang Ampuh Cerahkan Wajah Harga Rp20 Ribuan, Mana yang Lebih Baik?

Lifestyle | Minggu, 19 Juli 2026 | 14:23 WIB

5 Parfum Mykonos Terlaris di Shopee, Wangi Tahan Lama untuk Dipakai Seharian

5 Parfum Mykonos Terlaris di Shopee, Wangi Tahan Lama untuk Dipakai Seharian

Lifestyle | Minggu, 19 Juli 2026 | 14:20 WIB

Intip Trailer Film The Uprising, Andrew Garfield Pimpin Pemberontakan Besar

Intip Trailer Film The Uprising, Andrew Garfield Pimpin Pemberontakan Besar

Your Say | Minggu, 19 Juli 2026 | 14:15 WIB

×