Khusus Lansia yang Tidak Memiliki Gigi, Ini 5 Makanan untuk Penuhi Kebutuhan Nutrisi

Cesar Uji Tawakal | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 01 September 2021 | 15:45 WIB
Khusus Lansia yang Tidak Memiliki Gigi, Ini 5 Makanan untuk Penuhi Kebutuhan Nutrisi
Ilustrasi lansia. (Pexels/RODNAE Productions)

Suara.com - Banyak orang lanjut usia atau lansia yang tidak memiliki gigi. Karena itu, lebih sulit untuk memenuhi kebutuhan nutrisi lansia ketika sudah tidak memiliki gigi.

Hidup menjadi lansia memang tak mudah. Ada beberapa tantangan kesehatan fisik dan mental yang harus dihadapi oleh lansia. Salah satu tantangan terbesar mereka adalah kehilangan gigi.

Padahal, gigi sangat dibutuhkan untuk konsumsi makanan dan memenuhi kebutuhan nutrisi pada tubuh.

Jadi, tak memiliki gigi akan membuat lansia tidak bisa mengonsumsi semua jenis makanan dan berdampak pada kebutuhan nutrisinya.

Ada makanan tertentu yang bisa dikonsumsi oleh para lansia tak memiliki gigi. Beberapa makanan ini juga tinggi nutrisi yang penting bagi kesehatan mereka. Berikut ini dilansir dari Times of India, 5 jenis makanan yang bisa dikonsumsi oleh lansia.

1. Orak-arik telur

Orak-arik telur bisa membantu meningkatkan kadar kolesterol pada lansia. Tetapi, telur yang tinggi protein justru baik untuk lansia.

Tak hanya memiliki sejumlah nutrisi, telur juga memiliki vitamin D, vitamin B12, kolin dan selenium. Anda bisa menggunakan putih telur saja untuk diolah sebagai orak-arik agar kadar kolesterol tetap terkendali.

Telur orak arik (Pixabay)
Telur orak arik (Pixabay)

2. Smoothies

Smoothies tidak hanya penuh dengan nutrisi, tapi juga bermanfaat untuk orang tua yang bisa diolah dari buah dan sayuran. Lansia bisa mengonsumsi tanpa mengunyah.

Anda juga bisa menggunakan buah-buahan dan sayuran, seperti pisang, stroberi dan bawam untuk membuat smoothies.

Bahkan, Anda juga bisa menambahkan 1 sendok bubuk protein jika lansia memiliki pencernaan yang baik.

3. Oat

Oatmeal salah satu pilihan sarapan favorit yang mengandung banyak nutrisi dan mudah dimakan. Satu porsi oatmeal memiliki 4 gram serat.

Anda bisa menambahkan beberapa kismis, biji rami dan kacang-kacangan untuk membuat oatmeal yang lebih sehat. Anda juga bisa menambahkan sayuran dalam oatmeal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sering Dianggap Lebih Sehat, Ini Efek Samping Jika Hanya Makan Bagian Putih Telur

Sering Dianggap Lebih Sehat, Ini Efek Samping Jika Hanya Makan Bagian Putih Telur

Health | Rabu, 01 September 2021 | 07:00 WIB

5 Sayuran yang Sebaiknya Dimasak Tanpa Dikupas Kulitnya, Kaya Nutrisi!

5 Sayuran yang Sebaiknya Dimasak Tanpa Dikupas Kulitnya, Kaya Nutrisi!

Your Say | Selasa, 24 Agustus 2021 | 10:15 WIB

Harus Berapa Lama Merebus Telur? Ini Cara Merebus Telur sesuai Tingkat Kematangannya

Harus Berapa Lama Merebus Telur? Ini Cara Merebus Telur sesuai Tingkat Kematangannya

Lifestyle | Senin, 23 Agustus 2021 | 21:40 WIB

Terkini

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB