Jangan Anggap Sepele Nyeri Kaki, Dokter: Bisa Jadi Tanda Kanker Paru

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Selasa, 19 Oktober 2021 | 11:40 WIB
Jangan Anggap Sepele Nyeri Kaki, Dokter: Bisa Jadi Tanda Kanker Paru
Nyeri kaki.

Suara.com - Kanker paru-paru menjadi salah satu penyakit mematikan yang diidap masyarakat Indonesia. Mengelali gejala dan tanda tersebut lebih awal bisa membantu untuk memberikan perawatan yang tepat.


Tragisnya, kanker paru-paru tidak sering menimbulkan gejala yang nyata hingga menyebar ke seluruh paru-paru atau ke bagian tubuh lainnya. Setelah ini terjadi, prospek kondisinya tidak sebaik jenis kanker lainnya.

Bagi mereka yang hidup dengan kondisi tersebut, sekitar satu dari tiga akan hidup setidaknya selama satu tahun setelah mereka didiagnosis dan sekitar satu dari 20 akan bertahan setidaknya selama 10 tahun menurut NHS. Demikian seperti dilansir dari Express UK. 

Tetapi NHS mengatakan jika didiagnosis lebih awal dan sel kanker terbatas pada area kecil, tingkat kelangsungan hidup meningkat secara dramatis.

Ilustrasi kanker paru. (Shutterstock)
Ilustrasi kanker paru. (Shutterstock)

Meskipun gejala umum kanker paru-paru pada stadium lanjut terbatas pada dada dan tenggorokan, seperti nyeri dada atau batuk, mungkin ada indikasi lain dari kondisi di kaki.

Menurut salah satu laporan oleh Dr Stephen Darcy, nyeri di tumit bisa menjadi indikator penyakit.

Kanker paru-paru dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya bercak darah, ini disebut metastasis. Nyeri di tumit Anda bisa jadi karena bekuan darah di kaki yang disebabkan oleh kanker.

Dr Darcy menemukan bahwa salah satu pasiennya, seorang pria berusia 63 tahun, telah mengalami nyeri di kaki kanannya selama satu hingga dua bulan.

Setelah serangkaian kesalahan diagnosis, nyeri kaki ini dikaitkan dengan metastasis yang disebabkan oleh kanker paru-paru.

"Saya tidak akan pernah melihat nyeri kaki dengan cara yang sama lagi."

Dia menambahkan: "Dalam kasus ini, sejumlah pola yang salah diidentifikasi secara berurutan (plantar fasciitis, asam urat, fraktur stres), menunda diagnosis yang benar."

Meskipun ini adalah "fenomena yang relatif jarang dari akrometastasis kanker paru-paru primer ke kaki sebagai perhatian utama," ini menunjukkan bahwa gejala yang sedikit diketahui ini tidak boleh diabaikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Manfaat Jahe yang Perlu Anda Ketahui, Hangat dan Menyehatkan

5 Manfaat Jahe yang Perlu Anda Ketahui, Hangat dan Menyehatkan

Lifestyle | Senin, 18 Oktober 2021 | 17:02 WIB

Tentang Kanker Payudara, Apakah Berisiko Diturunkan Pada Satu Generasi?

Tentang Kanker Payudara, Apakah Berisiko Diturunkan Pada Satu Generasi?

Bekaci | Senin, 18 Oktober 2021 | 19:55 WIB

Apakah Gen Kanker Payudara Bisa Tidak Diturunkan ke Salah Satu Generasi?

Apakah Gen Kanker Payudara Bisa Tidak Diturunkan ke Salah Satu Generasi?

Health | Senin, 18 Oktober 2021 | 16:40 WIB

Terkini

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB