Trombosit Zaskia Adya Mecca Rendah, Apa Pentingnya Trombosit Normal?

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Sabtu, 30 Oktober 2021 | 11:23 WIB
Trombosit Zaskia Adya Mecca Rendah, Apa Pentingnya Trombosit Normal?
Zaskia Adya Mecca terkena demam berdarah selama dua hari. [Instagram]

Suara.com - Saat ini, istri Hanung Bramantyo, Zaskia Adya Mecca sedang menderita demam berdarah (DBD). Mulanya, ia mengalami sakit kepala hebat dan nyeri seluruh badan selama 2 hari.

Dokter telah memberinya infus dan obat resep untuk diminum. Tetapi, Zaskia Adya Mecca mengaku masih belum membaik dan tidak kuat dengan gejalanya.

Zaskia Adya Mecca pun meminta warganet untuk mendoakan kondisinya membaik dan kadar trombositnya kembali naik.

"Mohon doa supaya trombosit nggak terjun bebas (ini masih hari kedua) dan aku segera pulih. Terima kasih semua," kata Zaskia Adya Mecca curhat di bagian caption Instagram, Jumat (29/10/2021).

Trombosit juga dikenal dengan sebutan keeping darah yang berperan penting dalam proses pembekuan darah. Trombosit juga sering digunakan dalam metode skrinning atau deteksi dini dan mendiagnosis berbagai penyakit akibat gangguan pada penggumpalan darah.

Zaskia Adya Mecca bersama empat anaknya. [Instagram]
Zaskia Adya Mecca bersama empat anaknya. [Instagram]

Saat jumlah trombosit terlalu rendah atau terlalu tinggi, tubuh akan mengalami berbagai masalah kesehatan. Trombosit ini bisa ditemukan di dalam darah dan limpa.

Sel darah ini tidak berwarna dan memiliki siklus hidup selama 10 hari. Setelah itu dilansir dari Alodokter, tubuh akan memperbarui persediaan trombosit dengan menghasilkan trombosit baru di sumsum tulang.

Saat terjadi luka, trombosit akan menggumpal untuk menghentikan perdarahan. Setelah perdarahan berhenti, luka akan berangsur pulih dan sembuh.

Jika Anda tidak memiliki kadar trombosit yang cukup, tubuh akan kesulitan menghentikan perdarah. Karena, jumlah trombosit yang normal di dalam tubuh itu sekitar 150 ribu hingga 400 ribu trombosit per mikroliter darah.

baca juga

Bila jumlah trombosit kurang dari 150 ribu per mikroliter darah, itu artinya Anda memiliki kadar trombosit yang rendah. Jika jumlah trombosit Anda di atas 400 ribu per mikroliter, itu artinya trombosit Anda terlalu tinggi.

Jumlah trombosit rendah disebut sebagai trombositosis. Kondisi ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, termasuk:

  1. Cedera atau luka akibat perdarahan
  2. Kelainan darah, seperti anemia hemolitik, anemia defisiensi besi dan polisitemia vera
  3. Infeksi, seperti tuberculosis
  4. Kanker, seperti leukemia
  5. Riwayat operasi pengangkatan limpa
  6. Efek samping obat-obatan, seperti pil KB
  7. Tinggal di dataran tinggi

Trombositosis biasanya tidak menunjukkan gejala, tapi seseorang bisa mengalami sakit kepala, pusing, sakit dada, pingsan, pandangan berkunang-kunang, sesak napas dan mati rasa atau kesemutan pada tangan dan kaki.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Zaskia Adya Mecca Demam Berdarah, Ketahui Gejala dan Fase Infeksinya!

Zaskia Adya Mecca Demam Berdarah, Ketahui Gejala dan Fase Infeksinya!

Health | Sabtu, 30 Oktober 2021 | 10:43 WIB

Bahaya! Kasus DBD di Kota Bogor Tinggi, Sudah ada 118 Warga Terjangkit

Bahaya! Kasus DBD di Kota Bogor Tinggi, Sudah ada 118 Warga Terjangkit

Bogor | Kamis, 28 Oktober 2021 | 19:18 WIB

Tekan Kasus DBD, Pemkab Bantul Kerja Sama Nyamuk Wolbachia dengan UGM

Tekan Kasus DBD, Pemkab Bantul Kerja Sama Nyamuk Wolbachia dengan UGM

Jogja | Kamis, 21 Oktober 2021 | 19:53 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×