Update Covid-19 Global: 4 Negara Laporkan Kasus Infeksi Baru Hingga Ratusan Ribu

Risna Halidi, Lilis Varwati

Kamis, 30 Desember 2021 | 08:33 WIB
Update Covid-19 Global: 4 Negara Laporkan Kasus Infeksi Baru Hingga Ratusan Ribu
Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)

Suara.com - Update Covid-19 global kembali mencapai rekor baru. Tercatat pada situs worldometers, infeksi virus corona di dunia bertambah 1.590.733 kasus. 

Terdapat empat negara yang melaporkan kasus baru hingga ratusan ribu kasus. Di antaranya Amerika Serikat melaporkan 465.327 kasus, Perancis 208.099 kasus, Inggris 183.037 kasus, dan Spanyol 100.760 kasus. 

Angka-angka di atas menjadi rekor baru kasus harian bagi keempat negara tersebut. 

Di sisi lain, tidak terjadi lonjakan kematian akibat Covid-19 yang berarti di dunia. Dalam sepekan terakhir, angka kematian bahkan tercatat turun 12 persen.

Sementara laporan kematian harian pagi ini, Kamis (30/12), terdapat 6.924 jiwa.  Kematian paling banyak masih terjadi di Amerika Serikat yang melaporkan 1.674 orang. 

Sehingga data akumulasi pada situs worldometers per Kamis (30/12) pukul 07.30 WIB menunjukkan total kasus Covid-19 mencapai 284,87 juta dengan kematian lebih dari 5,43 juta jiwa. 

Kondisi di Spanyol, Inggris, dan AS
Lonjakan kasus Covid-19 di dunia rata-rata disebabkan varian omicron yang telah terkonfirmasi lebih cepat menular.

Beberapa negara yang mengalami lonjakan kasus tersebut tidak melaporkan angka rawat inap yang berarti, begitu pula dengan kematian. 

Spanyol bahkan mengurangi periode isolasi untuk orang yang dites positif Covid-19 menjadi tujuh hari, dari sebelumnya 10 hari. Aturan teresebut disampaikan Kementerian Kesehatan pada Rabu (29/12) waktu setempat. 

Keputusan Spanyol, yang diambil dengan pemungutan suara dalam pertemuan antara Menteri Kesehatan Carolina Darias dan kepala kesehatan regional itu mengikuti langkah serupa oleh negara-negara lain seperti Amerika Serikat dan Inggris.

Keputusan untuk memangkas masa isolasi lantaran kurangnya staf. Waktu isolasi yang lama dinilai telah menyebabkan gangguan pada beberapa industri meskipun banyak dari pasien positif Covid-19 tidak menunjukkan gejala.

Sementara di Inggris, lonjakan kasus mengakibatkan sedikit peningkatan jumlah pasien di rumah sakit yang dinyatakan positif virus corona.

Meski begitu, Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan dia tidak akan memberlakukan pembatasan baru di Inggris selama akhir tahun.

Varian omicron saat ini 90 persen jadi penyebab dari semua infeksi virus corona di masyarakat, menurut pejabat kesehatan.

Johnson mengatakan tingginya jumlah orang yang telah menerima suntikan booster Covid-19, mencapai lebih dari 33 juta atau sekitar 58 persen dari populasi berusia di atas 12 tahun, menjadi alasan tidak perlu ada aturan baru menjelang perayaan Tahun Baru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Suga BTS Jadi Solois Pria Korea Pertama dengan 10 Juta Pendengar di Spotify!

Suga BTS Jadi Solois Pria Korea Pertama dengan 10 Juta Pendengar di Spotify!

Your Say | Kamis, 30 Desember 2021 | 08:31 WIB

Duh, WHO Kasih Kabar Tak Enak Soal Varian Omicron Dan Delta

Duh, WHO Kasih Kabar Tak Enak Soal Varian Omicron Dan Delta

News | Kamis, 30 Desember 2021 | 08:19 WIB

Stok Amerika Serikat Menyusut, Harga Minyak Kembali Terangkat Naik

Stok Amerika Serikat Menyusut, Harga Minyak Kembali Terangkat Naik

Bisnis | Kamis, 30 Desember 2021 | 08:08 WIB

Terkini

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 11:00 WIB

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:12 WIB

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:23 WIB